April 24, 2015

MATTERS OF THE HEART

Dalamnya lautan dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tau? Ungkapan itu nggak asing buat kita kan. Yup, kalo ngomong perkara hati, nggak ada satu pun yang bisa menyelami kedalamannya, termasuk pemilik hati itu sendiri.
     
Sering banget kita pinter nutup-nutupin apa yang ada dalam hati kita. Aslinya marah, bilangnya nggak apa-apa. Kecewa ama seseorang, ngakunya baik-baik aja. Lagi suka sama lawan jenis, eh pura-pura nggak ada perasaan. Punya niat jahat, tapi mulutnya ngomong yang manis-manis. Apalagi kalo patah hati karena cinta ditolak, wah seluruh dunia bisa dihancurin dalam sekejap mata (lebay banget, hahaha). Belom lagi kalo nyangkut masalah ketulusan, wah jago banget ngelesnya. Nggak salah kalo Alkitab bilang, "betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9).
   
Hati tuh emang organ yang kecil dalam tubuh kita, tapi pengaruhnya gede banget dalam kehidupan kita. Berapa banyak kasus sakit penyakit yang ternyata kalo diselidiki lebih dalem, sumbernya adalah masalah hati? Kekecewaan yang mengakar, kebencian yang nggak pernah diberesin, kemarahan yang dipendam, niat jahat yang nggak terdeteksi, en serangkaian masalah laen yang cuma ada di hati. "Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, perbuatan tidak senonoh, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Markus 7:21-22).
     
Nggak heran kalo Salomo menasihatkan kayak gini: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dsri situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23). Karena kalo hati kita baik, maka akan ada kehidupan yang terpancar dari dalamnya, ada niat baik yang kita pikirkan, ada perkataan baik yang kita ucapkan, en ada perbuatan baik yang kita lakukan. Sebaliknya kalo hati kita amburadul, pasti kematian yang keluar dari dalamnya, niatnya ngancurin orang lah, pengen berbuat jahat, en nggak akan ada kebaikan yang dihasilkan.
     
Hari-hari ini aku lagi bergumul ama yang namanya kekacauan hati. Ada kalanya dari bangun pagi, moodku jelek banget, rasanya nggak ada hal positif yang bisa kupikirkan. Belom lagi kalo semalem abis mimpi buruk, duh rasanya seharian nggak pengen ngapa-ngapain. So, hari-hari ini aku banyak diem aja ngurung diri di kamar, baca buku rohani, baca Alkitab, en berdoa.
     
Aku tau nggak ada gunanya aku ngelawan semua hal yang sedang berkecamuk di hatiku, nggak mungkin juga untuk ngebiarin hatiku kacau begini. Aku cuma bisa berusaha diem en berseru ama Tuhan, minta pertolongan-Nya. Istirahat dalam hadirat Tuhan, mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja en bongkar setiap bagian yang ada di hatiku. "Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya" (Yeremia 17:10).
     
Hari-hari ini, jika ada sesuatu yang bermasalah dengan hatimu, jangan berusaha ditutupi ato disangkal, jangan pura-pura nggak ada masalah, jangan diabaikan. Datanglah ke Dokter hati, Dia sanggup untuk bikin hatimu kembali indah di hadapan-Nya. Nggak peduli sehancur apapun, sehitam jelaga, ato udah sekeras baja, Dia mampu untuk create a new heart. 

"Selidikilah aku ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aju dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah; apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24)
      
       

No comments: