July 28, 2016

BELIEVE THAT YOU CAN (JENTEZEN FRANKLIN)

BAB I: MENULIS VISI 
1. Impian Anda akan dimulai dengan sebuah beban, dan beban itu akan menjadi sebuah visi.
2. Anda akan mengetahui impian Anda berasal dari Tuhan jika impian itu lebih besar daripada Anda dan jika impian itu berkaitan dengan ladang tuaian Kerajaan Allah.
3. Catatlah impian Anda supaya Anda tidak melupakannya. Tuliskanlah begitu Anda menangkap apa visi Anda, Tuhan mau Anda menuliskan visi tersebut supaya Anda dapat berfokus pada apa yang Ia sudah nyatakan.
4. Impian Tuhan pasti akan terwujud. Walaupun mungkin tampak mati untuk sementara waktu, Tuhan akan membangkitkannya kembali.
5. Tepat ketika Anda pikir Anda sudah merencanakan seluruh hidup Anda, Tuhan akan datang dan mengubahnya.


BAB II: MENEMUKAN MISI HIDUP ANDA 
1. Tuhan sedang mencari orang yang kepadanya Ia dapat mentransfer hasrat dan impian-Nya, orang yang kepadanya Ia dapat memberikan sebuah visi dan sebuah impian.
2. Setiap visi dan impian-Nya harus melalui proses kelahiran, kematian, dan kebangkitan. Tuhan tidak akan membiarkan musuh membunuh impian Anda. Impian dari Tuhan tidak terlupakan. Impian tersebut akan selalu terwujud, walaupun tampak membutuhkan waktu yang sangat lama.
3. Biarlah kisah Yusuf mengingatkan Anda akan tahap-tahap perjalanan impian Anda. Anda akan melihat ladang tuaian, saat penuh kemurahan dan saat tanpa kemurahan, dan pemulihan impian Anda sesudahnya. Anda akan melihat bagaimana impian orang lain berhubungan dengan impian Anda.
4. Bukan seberapa cepat Anda tiba pada penggenapan impian Anda, melainkan seberapa baik Anda menyelesaikannya. Seperti perlombaan lari dengan membawa obor pada Olimpiade Yunani kuno, Anda perlu melintasi garis finish dengan obor yang tetap menyala.


BAB III: ANDA AKAN TIBA PADA VISI
1. Tuhan adalah pemberi visi. Mintalah visi Anda kepada Dia.
2. Visi melakukan empat hal: menghentikan Anda, mengutus Anda, menguatkan Anda, dan meregangkan Anda.
3. Biarlah kisah tentang Gideon mengingatkan Anda akan tiga hal: bagaimana Tuhan melihat Anda, pentingnya ketaatan, dan kuasa kehancuran.
4. Ingatlah-- musuhlah yang seharusnya mengalami mimpi buruk, bukan Anda!


BAB IV: GENGGAMLAH IMPIAN ANDA
1. Tuhan menciptakan Anda untuk sesuatu. Anda mempunyai sebuah tujuan, dan Ia mau Anda mengetahui apa tujuan hidup Anda dan menggenggamnya.
2. Biasanya, Anda akan menemukan tujuan hidup Anda dalam enam tahap: memikirkannya, memahaminya, meyakininya, mencarinya, mendapatkannya, dan mengajarkannya.
3. Begitu Anda merebut impian Anda, bertahanlah padanya walaupun ada keraguan dan kesukaran yang menyerang Anda. Lepaskan diri Anda dari apapun yang menahan Anda.
4. Percayalah kepada Tuhan. Tetaplah berfokus kepada Dia. Ia akan membuat jalan bagi terwujudnya impian Anda.


BAB V: MEMBENTANGKAN IMPIAN ANDA
1. Membentangkan impian Anda dimulai dengan kerinduan. Kerinduan memampukan Anda untuk bertekun, bahkan ketika keadaan Anda sulit.
2. Selain kerinduan, Anda memerlukan hasrat. Temukan hasrat Anda dan ikuti hasrat itu. Ingatlah, kuasa mengikuti hasrat.
3. Ketika Anda merasa tidak mempunyai apa-apa yang dapat diandalkan, Tuhan sedang menyiapkan sesuatu!
4. Jika Anda mengikuti teladan Yesus, Elia, kedua belas murid, dan banyak orang lain yang telah pergi sebelum Anda, Anda juga dapat menjadi pengubah dunia.


BAB VI: MENGUBAH KEKURANGAN ANDA MENJADI ASET
1. Masalah Anda yang tampak mustahil diatasi dapat menjadi landasan peluncuran iman Anda.
2. Kadang-kadang Anda harus melewati masa ketika Anda hidup dalam "ketiadaan Tuhan" supaya Anda mencari Dia dengan sungguh-sungguh dan penuh gairah.
3. Buatlah pengakuan positif. Buka mulut Anda dengan pujian; akui bahwa Tuhan sanggup. Ia memang sanggup.
4. Dengan pertolongan Tuhan, Anda dapat berkuasa atas "empat tanduk" yang akan berusaha menghancurkan Anda: roh kekurangan, roh keterbatasan, roh rintangan, dan roh pelahap.


BAB VII: HIDUP DALAM ZONA IMAN
1. Samgar membunuh enam ratus orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu. Ia memulai dari tempat ia berada, memakai apa yang ia miliki, dan melakukan apa yang dapat ia lakukan.
2. Dalam proses berjalan menuju penggenapan impian Anda, Anda dapat melihat bahwa apa yang bahkan disebut penghalang dapat menjadi batu loncatan iman yang amat penting.
3. Tuhan mau Anda hidup dalam "zona iman" dan itu menuntut Anda untuk melangkah keluar dari "zona aman" Anda yang bebas rintangan.


BAB VIII: JANGAN MELEPASKAN IMPIAN ANDA
1. Rahasia untuk menemukan impian Anda adalah dengan menemukan sesuatu yang Anda begitu suka lakukan sehingga Anda bersedia melakukannya tanpa dibayar.
2. Jangan sekedar melakukan apa yang uraian pekerjaan Anda katakan. Lakukan apa yang diharapkan dan lebih lagi.
3. Jika sebuah peluang datang dan Tuhan membuka sebuah pintu, bangkitlah, melangkahlah, dan berjalanlah melewati pintu itu, karena Tuhan akan berjalan bersama Anda.
4. Jangan terbujuk meninggalkan visi Anda.


BAB IX: TERUSLAH MENDAKI
1. Tuhan tidak mempunyai keterbatasan apapun. Namun, kita memilikinya-- atau kita pikir kita memilikinya. Ia akan menolong kita menerobos pikiran yang membatasi. Segalanya mungkin bersama dengan Dia!
2. Anda perlu mendesak maju, menjaga impian Anda tetap hidup, tidak hanya menerobos ketakutan, kesalahpahaman, kebohongan dari musuh, dan nasihat yang buruk, tetapi juga belajar mengabaikan suara yang menyuruh Anda untuk berleha-leha.
3. Tuhan mau Anda menjadi seorang pendaki, bukan orang yang gampang menyerah atau orang yang berkemah.
4. Penyesalan memandang ke belakang. Kekhawatiran memandang ke sekeliling. Visi memandang ke atas. Visi melihat puncak gunung bahkan ketika awan menyembunyikannya dari pandangan. Menerobos keterbatasan dan penghalang sekarang sama dengan kemenangan di kemudian hari.


BAB X: JANGAN PERNAH MERAGUKAN VISI ANDA
1. Jangan pernah meragukan visi Anda. Jika Tuhan memberikannya kepada Anda, walaupun tampaknya begitu jauh, Anda boleh mengandalkan pertolongan-Nya untuk mencapai impian itu.
2. Biarlah Tuhan menyesuaikan visi Anda jika Ia merasa perlu melakukannya. Ia biasanya perlu membuat beberapa perubahan di dalam diri Anda sebelum Anda siap mengejar impian Anda.
3. Carilah gunung berikutnya. Tuhan mau memberikan visi lain kepada Anda yang akan dibangun di atas visi yang ini.
4. Jangan berkecil hati jika orang lain tidak setuju dengan visi Anda. Mereka tidak perlu mendukungnya untuk membenarkannya. Putuskan apakah impian Anda benar-benar dari Tuhan, dan kemudian kejarlah dengan segenap hati Anda.


BAB XI: TIDAK PERNAH TERLALU TUA
1. Karena Anda disini, Anda boleh yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana dan tujuan untuk hidup Anda, entah Anda sudah tua atau masih muda.
2. Abraham berkemas bersama istrinya dan seluruh orang yang bergantung kepadanya dan memulai kehidupan berkelana. Satu-satunya alasan ia mau melakukan ini adalah karena karakteristik penting ini. Ia mempunyai:
* Kemampuan mendengar suara Tuhan
* Kemampuan mempercayai apa yang Tuhan firmankan
* Kemampuan menolak rasa aman demi menjalankan misi Tuhan
* Kemampuan tetap fokus pada misi
* Kemampuan menyelesaikan misi
3. Abraham adalah pengambil resiko. Begitu pula Elisa. Juga Petrus. Apakah Anda pengambil resiko?
4. Tuhan selalu setia kepada firman-Nya. Tuhan begitu setia sehingga Ia akan terus menggenapi firman-Nya bahkan sesudah Anda meninggal, dan itulah yang Ia lakukan dalam hidup Elisa dan juga Yakub.


BAB XII: SIMPANLAH TONGKAT PENGUKUR ANDA
1. Katakan kepada impian Anda: "Impian, hiduplah! Tuhan hidup, dan aku masih hidup, dan aku memanggilmu keluar dari bayangan. Impian, hiduplah!"
2. Tuhan tahu apa yang Ia lakukan. Ketika tiba waktunya sesuatu terjadi, Ia memastikan itu terjadi, entah itu terjadi lambat atau cepat.
3. Tahap-tahap perkembangan impian Anda dari Tuhan akan mencakup ini: (1) Sebuah beban bertumbuh di dalam hati Anda dan berkembang menjadi hasrat. (2) Impian Anda akan menjadi cukup besar untuk mengatasi semua penghalang yang menentang Anda. (3) Anda akan memelihara fokus pada impian Anda dan pada Tuhan yang memberi impian itu kepada Anda, hidup di dalam iman setiap langkah dalam perjalanan tersebut. (4) Jika Anda bertekun, Anda akan mengatasi semua penghalang dan impian Anda akan menjadi kenyataan.
4. Simpanlah tongkat pengukur Anda. Sama sekali tidak ada batas pada apa yang Tuhan dapat lakukan!


JENTEZEN FRANKLIN
Believe that You Can

No comments: