February 21, 2017

(KATANYA) HIDUP ITU PILIHAN

(Katanya) hidup itu pilihan...
Tapi kita tidak bisa memilih lahir dimana, di keluarga seperti apa, menjadi laki-laki atau perempuan. Kita tidak bisa memilih warna kulit, suku, ras, dan tempat kita dilahirkan. Kita tidak bisa memilih bentuk fisik, warna mata dan rambut.

Lalu, mana yang dikatakan hidup itu pilihan?
Pilihan untuk tetap lurus disaat yang lain berbelok? Pilihan untuk bermulut manis saat hati penuh kemarahan? Pilihan untuk mengampuni ketimbang membenci? Pilihan untuk melepaskan daripada terluka? Pilihan untuk tidak ikut mengutuk saat dikecewakan? Pilihan untuk melupakan dan bukan memendam sakit hati? Pilihan untuk tetap taat pada suara Tuhan sekalipun disalahpahami?

Pilihan untuk menentukan bidang pekerjaan yang kita tekuni? Pilihan untuk memilih orang yang akan menemani seumur hidup kita? Pilihan untuk menentukan prioritas dalam hidup? Pilihan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga ketimbang bekerja lembur demi promosi? Pilihan untuk bersikap peduli atau apatis?

Ada hal-hal tertentu dalam hidup yang memang sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Tak ada hak untuk protes ataupun berdebat mengenainya, tak bisa diubah seberapa keras pun kita berusaha, tak pernah ada kata "seandainya". Untuk hal-hal itu, kita harus menerimanya dengan hati yang percaya bahwa semua itu yang terbaik bagi kita, bahwa tak ada rancangan kecelakaan dalam pikiran-Nya.

Namun ada hal-hal tertentu yang harus kita pilih sebagai makhluk yang berakal budi. Ada hal-hal yang akan sangat mempengaruhi seluruh hidup kita saat kita salah memilih. Ada hal-hal yang akan membuat hidup kita menjadi lebih baik saat kita memilih hal yang tepat. Kita perlu berpikiran terbuka dan paham akan resikonya sebelum menentukan pilihan.

Jadi, apa yang menjadi pilihan kita saat ini? Menikmati hidup yang Tuhan beri sambil bersyukur atau memilih hal-hal yang "mungkin" bisa mengubah jalan hidup? Menjalani hidup dengan menyesali hal-hal yang tak dapat diubah atau memilih bersukacita? Menghidupi hari-hari dengan kekecewaan atau memilih untuk membuka lembaran baru?

Ingatlah, bahwa hidup ini hanya sementara saja. Pilihlah hal-hal yang akan membuat hidupmu berwarna indah. Usahakanlah untuk memilih hal-hal yang tak akan kita sesali di kemudian hari. Suatu saat kita harus mempertanggungjawabkan pilihan kita di hadapan Sang Pencipta.


No comments: