February 7, 2017

WHEN GOD DOESN'T MAKE SENSE

"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang" (Mazmur 22:1-2)

"Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai" (Yeremia 15:18)


Baru-baru ini minat bacaku meningkat en aku nyoba baca beberapa novel, trus ngga sengaja ktemu bukunya Paulo Coelho en berasa ada magnet kuat yang menarik hatiku hahaha, lebay. Karena novel "The Alchemist" uda terlalu mainstream, aku beli yang "The Fifth Mountain" deh. Surprisingly aku nemuin banyak mutiara berharga dalam buku itu, suatu karya apik yang membahas kisah nabi Elia dalam bentuk fiksi, sehingga aku bisa menyelami pergumulan batin yang dia alami.

Singkat cerita, aku ngerasa novel ini passss banged buat aku yang lagi galau mellow stress ngga jelas. Novel ini bikin aku mikir banyak hal, misalnya: kenapa sih Tuhan sering diam membiarkan hal-hal buruk terjadi padahal Dia tuh (katanya) Mahakuasa, kenapa Dia ijinkan ketaatan kita kepada-Nya malah berujung petaka sementara orang-orang yang ngga takut akan Dia (keliatannya) hidup bahagia en kaya raya, kenapa Dia ijinkan seseorang tuh begitu berharga bagi kita tapi akhirnya takdir memisahkan dengan cara yang tragis. Ah...kalo mau dilanjot, bisa panjang banged deh.

Sampai di satu titik, Elia dalam kisah ini memberontak ama Tuhan. Dia kecewa gitu loh karena Tuhan biarin wanita yang dia cintai tuh mati mengenaskan, dia ngga abis pikir kenapa Tuhan ijinkan bangsa asing nyerbu kota tempat dia mengungsi dari inceran Izebel, dia ngerasa semua usaha en ketaatannya pada Tuhan tuh useless. Dia ngerasa bimbang, haruskah dia kembali ke Israel ato menetap di kota itu en membangunnya kembali? Dia pengen balik, tapi malaikat pelindungnya bilang tunggu sampe Tuhan nyuru dia balik. Tuhan ini maunya apa coba? Ngga masuk akal deh...

Disitulah akhirnya Elia menyadari bahwa terkadang manusia perlu "bergulat dengan Allah", sama yang pernah Yakub lakukan. Bergulat dengan Tuhan yang dimaksudkan disini adalah "menentang-Nya" dalam ketidakpuasan kita sebagai manusia, dimana akhirnya kita menemukan kehendak-Nya. Tentunya Tuhan ngga akan marah, namun malah menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Justru disitulah Elia (dan aku) menemukan makna sebenarnya dari kejadian buruk yang Dia ijinkan terjadi.

Bergulat dengan Tuhan seringkali membuat kita terperangah akan kuasa-Nya yang besar namun Dia menahannya untuk kebaikan kita, membuat kita menyadari betapa tak berdayanya manusia, membuat kita tercelik bahwa Allah yang kita sembah tuh luar biasa. Bergulat dengan Dia membuat kita sadar bahwa bukan ketaatan, bukan usaha, bukan ketekunan kita yang membuat kita layak di hadapan-Nya. Bergulat dengan Dia membuat kita menyadari bahwa masa sulit malah membantu kita merasakan kehadiran-Nya yang nyata, perlindungan-Nya yang sempurna, dan rencana-Nya yang kekal.

Di saat kita merasa "God doesn't make sense", jangan keburu kecewa, marah, trus ninggalin Tuhan. Justru di saat itulah, kita perlu mempertanyakan Dia en "bersikeras" untuk ngga melepaskan-Nya hingga Dia memberkati kita dengan pemahaman baru, dengan nama baru, ato dengan hati yang baru.




No comments: