1. Waktu tidak mengajarimu apa-apa; waktu hanya membuat kita merasa lelah dan bertambah tua.
2. Bukan apa yang kaulakukan di masa lalu yang akan memengaruhi masa sekarang. Apa yang kau lakukan sekaranglah yang akan menebus masa lalu dan mengubah masa depan.
3. Tidak ada gunanya duduk di sini, menggunakan kata-kata yang tidak berarti apa-apa. Pergilah dan bereksperimen. Sudah waktunya kau keluar dari sini. Pergi dan taklukkan kembali kerajaanmu yang mulai tercemar oleh rutinitas. Berhenti mengulang-ulang pelajaran yang sama karena kau tidak akan mempelajari hal baru dengan cara itu.
4. Kau mendapati bahwa "DIRI"-mu yang dulu, bersama dengan segala sesuatu yang pernah kaupelajari sebelumnya, sama sekali tidak berguna di hadapan tantangan-tantangan baru itu.
5. Siapapun yang pernah kau temui akan muncul kembali, siapa pun yang hilang dalam hidupmu akan kembali. Jangan khianati anugerah yang telah diberikan padamu.
6. Saat perasaan tidak puas menetap, itu berarti perasaan itu ditempatkan oleh Tuhan karena satu alasan saja: kau perlu mengubah segalanya dan maju.
7. Tragedi selalu membawa perubahan radikal dalam hidup kita, perubahan yang berhubungan dengan prinsip yang sama: kehilangan.
BAB II: BAMBU CINA
1. Semua orang menyumbangkan satu kata, satu kalimat, satu gambar, namun pada akhirnya semuanya masuk akal: kebahagiaan satu orang menjadi sukacita untuk semua.
2. Kita semua sudah ditebus dan bebas mengikuti jalan yang tidak memiliki awal dan tidak akan berakhir.
3. Setelah benih bambu Cina disebar, kau tidak melihat apa-apa selama 5 tahun, kecuali tunas kecil. Semua pertumbuhannya terjadi dalam tanah, tempat sistem akar kompleks yang akan menembus ke atas dan keluar sedang dibangun. Lalu, pada akhir masa 5 tahun itu, bambu tersebut tiba-tiba mencuat keluar sampai mencapai tinggi 25 meter.
4. Pengasingan yang kuciptakan sendiri, yang di satu sisi telah membantuku menemukan kebenaran-kebenaran penting tentang diriku sendiri, memiliki efek samping yang serius: cengkeraman kesendirian.
5. Seorang lelaki tersandung dan jatuh ke lubang dalam. Ia meminta pendeta yang lewat untuk membantunya. Pendeta itu memberkatinya dan terus berjalan. Berjam-jam kemudian, seorang dokter datang. Lelaki itu meminta tolong, namun dokter itu hanya mempelajari cederanya dari jauh, menuliskan resep, dan menyuruhnya membeli obat tersebut dari apotek terdekat. Akhirnya, orang tak dikenal muncul. Ia kembali minta tolong dan orang asing itu melompat ke lubang. "Sekarang kita berdua terperangkap di bawah sini". Orang asing itu menjawab, "Tidak, kita tidak terperangkap. Aku dari daerah ini dan aku tahu cara keluar". Aku membutuhkan orang-orang asing seperti itu. Akar-akarku sudah siap, namun aku hanya bisa bertumbuh dengan bantuan orang-orang lain.
BAB III: LENTERA ORANG ASING
1. Dulu sekali aku belajar bahwa untuk menyembuhkan lukaku, aku harus memiliki keberanian untuk menghadapinya. Aku juga belajar untuk memaafkan diri sendiri dan memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Namun sejak aku memulai perjalanan ini, aku merasa seperti sedang dihadapkan pada puzzle yang sangat besar, potongan-potongannya baru mulai tampak jelas, potongan-potongan cinta, benci, pengorbanan, pengampunan, sukacita, dan dukacita.
2. Cahaya hanya menimpa orang asing. Tak seorang pun menjadi nabi di daerahnya sendiri. Kita cenderung menghargai sesuatu yang datang dari jauh, tidak pernah mengenali keindahan yang ada di sekeliling kita. Sekalipun kadang-kadang, kita perlu menjadi orang asing untuk diri kita sendiri. Maka cahaya tersembunyi dalam jiwa kita akan menerangi apa yang perlu kita lihat.
3. Mungkin kesendirian akan menekan dan terasa terlalu berat, namun perasaan itu pelan-pelan akan lenyap saat kau makin menjalin kontak dengan orang lain.
BAB IV: JIKA ANGIN DINGIN BERTIUP
1. Seorang pria bernama Ali yang sedang butuh uang meminta bosnya untuk menolongnya. Bosnya memberinya tantangan: kalau ia bisa menghabiskan sepanjang malam di puncak gunung, ia akan mendapatkan imbalan besar; jika ia gagal, ia harus bekerja tanpa dibayar. Saat meninggalkan toko, Ali merasakan angin beku yang bertiup. Ia merasa takut dan memutuskan untuk bertanya pada sahabatnya, Aydi, apakah menurut sahabatnya ia gila karena menerima taruhan itu. Setelah berpikir sejenak, Aydi menjawab, "Jangan khawatir, aku akan menolongmu. Besok malam, saat kau duduk di puncak gunung, lihatlah lurus ke depan. Aku akan berada di puncak gunung di seberang sana. Sepanjang malam aku akan menyalakan api unggun untukmu. Tatap api itu dan ingatlah persahabatan kita, itu akan membuatmu hangat. Kau akan berhasil melalui malam, dan setelahnya aku akan meminta imbalan padamu". Ali memenangkan taruhan itu, mendapatkan uang, lalu pergi ke rumah sahabatnya. "Kau bilang menginginkan semacam imbalan" Aydi berkata, "Ya, tapi bukan uang. Berjanjilah bahwa jika angin dingin bertiup dalam hidupku, kau akan menyalakan api unggun persahabatan denganku".
2. Sekarang segala sesuatunya berubah. Setiap acara bersantap adalah saat aku bisa menghormati kehadiran serta ajaran sahabat-sahabatku, acara berjalan kaki sekali lagi menjadi meditasi terhadap momen sekarang, dan suara air di telingaku mendiamkan pikiran-pikiranku, menenangkanku, dan membuatku kembali belajar bahwa tindakan-tindakan kecil sehari-hari inilah yang membawa kita semakin dekat pada Tuhan, sepanjang aku bisa menghargai setiap tindakan tersebut dengan sebaik-baiknya.
3. Orang-orang yang berangkat untuk mencari kerajaan mereka tahu bahwa mereka hanya akan menemukan tantangan, periode panjang penantian, perubahan tidak terduga, atau bahkan yang lebih parah, tidak menemukan apa-apa. Aku melebih-lebihkan. Jika kita mencari sesuatu, hal yang sama juga mencari kita.
4. Rutinitas tidak ada hubungannya dengan pengulangan. Untuk menjadi sangat ahli dalam bidang apapun, kau harus berlatih dan mengulang, sampai teknik tersebut menjadi intuitif.
BAB V: BERBAGI JIWA
1. Apa yang tidak bisa disembuhkan harus ditahan (pepatah Portugis).
2. Hal yang menyakiti kita adalah hal yang menyembuhkan kita. Hidup sudah sangat keras padaku, namun pada saat yang sama, hidup juga mengajariku banyak hal.
BAB VI: 9288
1. Hidup berarti mengalami berbagai hal, bukan hanya duduk-duduk dan memikirkan makna hidup. Aku bisa berbicara kepada jiwaku, hanya jika kami berdua berangkat menjelajahi gurun, kota, pegunungan, atau jalanan.
2. Apakah makna perjalanan ini bagi setiap penumpang? Reuni dengan orang-orang tercinta, kunjungan keluarga, perburuan harta, perjalanan pulang dengan penuh kemenangan atau dengan malu, sebuah penjelajahan, petualangan, kebutuhan untuk lari atau menemukan sesuatu. Kereta api tersebut penuh dengan semua kemungkinan ini.
3. Satu-satunya hal yang kita capai dengan membalas dendam adalah membuat diri kita sama dengan musuh-musuh kita, sementara dengan memaafkan, kita menunjukkan kebijaksanaan dan kecerdasan. Sebaiknya kita tidak terlalu keras menilai diri sendiri.
4. Kalau kau menghabiskan terlalu banyak waktu berusaha mencari tahu kebaikan atau keburukan orang lain, kau akan melupakan jiwamu sendiri dan akhirnya kelelahan serta dikalahkan oleh energi yang kauhabiskan untuk menghakimi orang lain.
BAB VII: MATA HILAL
1. Habiskan energimu dan kau akan tetap muda (Tao Te Ching).
2. Letakkan semua perasaanmu di luar dirimu dan kau akan diperbarui (Lao-tzu).
BAB VIII: RUMAH IPATIEV
1. Kata-kata adalah kehidupan yang dituangkan ke atas kertas. Jadi carilah teman-teman.
2. Inti menulis adalah menemukan diri sendiri. Jangan terintimidasi oleh opini orang lain. Carilah orang-orang yang tidak takut membuat kesalahan dan yang memang membuatnya. Karena hal itu, karya mereka sering tidak dikenali, namun justru merekalah tipe orang yang akan mengubah dunia dan yang setelah membuat banyak kesalahan, akan melakukan sesuatu yang benar-benar mengubah total komunitas mereka.
3. Aku telah melewati masa-masa sulit, mengenal ketidakadilan, dan jatuh tersungkur saat semua orang mengharapkan yang terbaik dariku. Namun kenangan-kenangan itu tidak ada pengaruhnya terhadap hidupku. Hal-hal penting yang menetap hanyalah momen-momen yang dihabiskan dengan mendengarkan orang bernyanyi, bercerita, dan menikmati hidup.
BAB IX: ALEPH
1. Tidak ada yang kehilangan seorang pun. Kita semua satu jiwa yang perlu terus tumbuh dan berkembang agar dunia bisa terus berjalan dan kita semua bisa bertemu lagi. Kesedihan tidak menolong.
2. Aku kenal banyak orang yang peduli pada orang lain dan luar biasa murah hati untuk memberi dan sangat senang saat ada orang yang meminta nasihat atau bantuan. Dan itu sah-sah saja; menolong orang lain adalah tindakan yang baik. Namun sebaliknya, aku kenal sedikit sekali orang yang mampu menerima, bahkan kalaupun hadiah itu diberikan dengan penuh kasih dan kemurahan hati. Seakan tindakan menerima membuat mereka merasa tidak percaya diri, seakan bergantung pada orang lain adalah hal yang hina.
BAB X: PARA PEMIMPI TIDAK PERNAH BISA DIJINAKKAN
1. Cinta adalah satu-satunya hal yang akan menyelamatkan kita, terlepas dari kesalahan apapun yang akan kita buat. Cinta selalu lebih kuat.
2. Pengampunan hanya bisa terjadi jika kau menerimanya.
3. Pesan kasih jauh lebih besar daripada dosa. Yudas gagal memahami hal ini, namun Petrus menggunakannya sebagai alat.
4. Siapapun yang mengenal Tuhan tidak dapat menggambarkan-Nya. Siapapun yang dapat menggambarkan Tuhan tidak mengenal-Nya.
BAB XI: BAGAI AIR MATA DI TENGAH HUJAN
1. Kita selalu terhubung dengan Energi Ilahi; rutinitaslah yang membuat kita tidak merasakannya.
2. Kita belajar pada masa lalu, namun kita bukanlah hasil dari hal itu. Kita menderita pada masa lalu, menangis dan tertawa pada masa lalu, namun itu tidak berguna pada masa kini. Kita tidak bisa menyalahkan ataupun berterima kasih pada masa lalu atas apa yang terjadi sekarang. Setiap pengalaman baru sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengalaman masa lalu. Pengalaman itu selalu baru.
3. Cinta melampaui waktu, atau tepatnya, cinta adalah waktu sekaligus ruang, namun semuanya berpusat pada satu titik tunggal yang terus berevolusi--Aleph. Orang tidak terbiasa dengan cara berpikir seperti itu. Mereka ingin agar segala sesuatunya tetap sama dan hasilnya adalah penderitaan.
4. Butuh usaha keras untuk membebaskan dirimu dari kenangan, namun begitu kau berhasil, kau mulai menyadari bahwa kau mampu mencapai lebih dari yang bisa kau bayangkan. Kau hidup dalam tempat luas yang disebut Semesta, dan Semesta menyimpan semua solusi dari semua masalah. Datangi jiwamu, jangan datangi masa lalu.
5. Kita melanjutkan hidup, berjumpa dan mengucapkan selamat tinggal sepanjang masa. Kepergian diikuti kedatangan dan kedatangan diikuti kepergian.
BAB XII: CHICAGO SIBERIA
1. Sendirian membuatku lebih rapuh, namun keadaan itu juga membuatku lebih terbuka.
2. Kalau kau tak bangun pagi, kau takkan pernah melihat matahari terbit. Kalau kau tidak berdoa, Tuhan mungkin dekat, tapi kau takkan merasakan kehadiran-Nya.
3. Orang berjumpa saat mereka perlu berjumpa.
BAB XIII: JALAN KEDAMAIAN
1. Jalan Kedamaian luas dan lebar, memantulkan rancangan besar yang diciptakan di dunia kasatmata maupun yang tidak kasatmata. Seorang pejuang adalah singgasana kekuatan Ilahi dan selalu memiliki tujuan yang lebih mulia (Morihei Ueshiba).
2. Jalan Kedamaian mengalir seperti sungai, dan karena jalan itu tidak melawan apapun, jalan itu menang bahkan sebelum ia mulai. Seni kedamaian tidak dapat dikalahkan, karena tidak seorangpun melawan apapun selain dirinya sendiri. Jika kau menaklukkan diri sendiri, maka kau akan menaklukkan dunia.
3. Mencederai lawan berarti mencederai diri sendiri. Mengontrol agresimu agar tidak melukai yang lain adalah Jalan Kedamaian.
4. Kehidupan adalah sesi latihan panjang dalam persiapan menghadapi apa yang akan terjadi. Kehidupan dan kematian kehilangan makna; yang ada hanya tantangan-tantangan untuk dihadapi dengan kebahagiaan dan ditaklukkan dengan ketenangan.
PAULO COELHO
PAULO COELHO

No comments:
Post a Comment