Happy new year, guys! Taon ini visi GMS di bawah kepemimpinan ko Philip adalah "The year of unity and acceleration", sementara di bawah kepemimpinan pak Jusuf "Purified for growth". Aku sendiri dapet ayat pribadi dari Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Sebenernya aku memasuki taon 2020 ini penuh dengan berbagai perasaan berkecamuk, antara antusias, waswas, beriman, kuatir, takut, en kecewa. Tapi mengingat bahwa Eben Haezer, sampai di penghujung 2019 Tuhan masih menyertai en menjawab doa walopun dengan cara en waktu di luar prediksi, bikin aku terus menguatkan hati. Life must go on, jangan karena masalah bertubi2 yang belom selesai tuh bikin iman jadi ciut.
Aku yakin bahwa Tuhan akan menyertai di taon 2020 dengan cara yang berbeda, akan ada pengenalan yang lebih dalam akan Dia, mungkin juga masih banyak badai hidup yang perlu kuhadapi. Setelah baca ulang bukunya Max Lucado "In the eye on the storm", hatiku banyak ngerti. Buku ini kayaknya emang tepat banget kukeluarkan dari lemari di akhir taon kemaren. Banyak kata, kisah, en pewahyuan yang menguatkan hatiku untuk tetap melangkah bersama Yesus di taon 2020.
Aku ngerasa banyak kegagalan di taon 2019, banyak ga memahami kehendak Tuhan, banyak buku yang ga kelar kubaca termasuk Alkitab (so sad). Rasanya 2019 adalah taon terberat yang pernah kujalani, imanku sempet terseok2, aku kehilangan arah en tujuan, putus asa di berbagai area hidup. Namun Tuhan tolong, Tuhan kuatkan, en Tuhan taroh orang2 yang tepat untuk menyokong aku. Bersyukur juga karena aku boleh melayani beberapa orang di 2019 en di hari pertama 2020 aku dapet cerita kemenangan dari Maya. God bless you, May! 😘
Hal itu bikin aku semakin mantap untuk menaruh harapanku ke Tuhan saja di sepanjang 366 hari ke depan. Kalo Tuhan masih pakai hidupku untuk mberkati orang laen sekalipun aku terseok2, aku kudu tegapkan langkah kakiku supaya bisa dipakai-Nya lebih dahsyat. Kesusahan sehari cukup sehari tuh mungkin bukan ayat emas yang wow, tapi aku yakin Tuhan kasi ayat itu karena tau apa yang akan kuhadapi ke depan en Ia ga mau aku memikirkan segala sesuatu terlalu jauh.
Terus pakai aku menjadi alat yang indah di tangan-Mu, Bapa. Aku siap ngalami semuanya bersama-Mu. Aku tau Engkaulah perisaiku, kekuatanku, bagianku, dan sukacitaku. Ajar aku terus bergantung kepada-Mu, selama2nya terpaut hanya kepada kasih-Mu, dan hanya memandang Engkau Yesus. Biar 2020 menjadi taon dimana janji2-Mu digenapi, nama-Mu dipermuliakan, hidupku semakin berkenan di mata-Mu.
Doa pertamaku di 2020 hanya 1: let me love You, Jesus ❤
No comments:
Post a Comment