January 12, 2020

JANGAN BIARKAN IMANMU GUGUR

"tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32)
"I’ve prayed for you in particular that you not give in or give out. When you have come through the time of testing, turn to your companions and give them a fresh start" (Luke 22:32, the Message)


Beberapa hari lalu tiba2 Tuhan ingatkan ayat itu saat aku chatting ama temen soal gereja kami yang memutuskan untuk berpisah. Aku tau kalo ini masa2 yang sulit, kami diperhadapkan dengan kondisi yang ga menentu, hati yang kecewa dengan keputusan tidak bijak dari gembala sidang, en kebimbangan tentang masih patutkah kami bertahan di gereja itu atau perlu mencari gereja lain.

Sebenernya udah lama aku menduga pemisahan ini akan terjadi, tetapi tetep shock dengan keputusan gembala sidang yang pilih kasih. Tapi menurutku memang di akhir jaman akan ada banyak goncangan di dalam gereja, karena iblis berusaha merusak persatuan tubuh Kristus supaya rencana-Nya tidak digenapi. Justru itu gereja harus semakin berdiri teguh bahkan bersatu.

Jujur aja, aku ambil keputusan untuk coba berkeliling ke gereja lain, mencari ladang baru untuk bertumbuh. Aku ngerasa udah 14 taon lebih di gereja yang sama tuh bikin ga ada gregetnya lagi, terutama ketika udah tau terlalu banyak "borok" para pemimpin, atau dengan semua kejadian mengecewakan yang pernah terjadi. Ketika minggu lalu nyoba gereja kecil di daerah barat, aku ngerasa damai sejahtera, kotbah yang disampaikan juga mengena, ada hadirat Tuhan yang manis turun ketika ibadah. Masih banyak gereja yang berjalan dalam tuntunan Tuhan, hanya saja selama ini aku terlalu berpatok ke 1 gereja.

Aku berpikir, mungkin keputusan gereja yang sekarang ini membawa kebaikan bagiku, supaya aku ga menutup diri terhadap gereja2 lain. Mungkin memang ada tanah baru yang perlu kujelajahi, asal gereja itu berpegang teguh pada Yesus dan doktrinnya benar. Kuakui susah banget nyari gereja yang punya visi yang benar, pemimpin gereja yang bener2 takut akan Tuhan en berani menyampaikan suara-Nya di akhir jaman ini.

Sesaat aku memang sempet ngerasa mungkin keputusanku untuk berkeliling gereja tuh salah, di saat gerejaku sedang bergejolak seharusnya aku berdoa lebih untuk mendukung gembala. Tapi jujur aja, aku ngerasa ga respek dengan keputusan berpisah apalagi karena masalah uang. Mending aku coba keliling ke tempat lain, sambil mencari kehendak Tuhan.

Beberapa waktu ini, banyak hal tersingkapkan. Aku mulai mengerti duduk permasalahannya, tapi ga mau menghakimi. Aku belajar menetralkan hatiku dan berpikir bahwa pemisahan ini akan membawa kepada pemurnian, membedakan lalang dengan gandum, memisahkan Abraham dengan Lot, Yakub dengan Laban, Paulus dengan Barnabas. Ga semua perpisahan itu buruk, justru mungkin Yakub perlu keluar dari bayang2 Laban supaya bisa semakin menggenapi kehendak Tuhan.

Aku mulai berdoa untuk para pemimpin bahkan jemaat, menyikapi setiap berita dengan hati yang benar, ga mau menghakimi atau kecewa dengan orang2 tertentu. Semua ini proses yang harus dijalani, sekalipun keputusan mereka ini meretakkan banyak hubungan dan mematahkan banyak hati, tapi aku percaya justru Tuhan akan lakukan sesuatu yang luar biasa bagi orang2 yang bisa melalui masa2 ini.

Aku tau bahwa kita ga boleh taruh iman dan kepercayaan kita ke sosok pemimpin. Mungkin selama ini hal itulah yang membuat gereja ini timpang sehingga perlu digoncangkan, supaya setiap orang kembali memandang kepada Sang Juruselamat Sejati. Manusia memang akan selalu mengecewakan, namun jangan biarkan hal itu mempengaruhi iman kita kepada Tuhan Yesus.

Aku tau bahwa Tuhan ingatkan aku akan ayat  di atas untuk sebuah tujuan. Karena beberapa orang bertanya2 kepadaku tentang kelanjutan kasus yang berujung pemisahan itu, mendiskusikan sikap gembala sidang, serta kebimbangan untuk ikut di pihak yang mana. Aku cuma berpikir bahwa selama kita ikut Yesus, ga masalah siapapun pemimpinnya, toh manusia hanya akan memimpin sementara. Tapi kita perlu cermat memilih pemimpin yang dengar2an akan suara Tuhan, bukan hanya bergantung pada nama besar maupun jabatan tertentu.

Apapun yang terjadi hari2 ini, jangan biarkan imanmu gugur. Iman kita ga tergantung pada situasi, perubahan hidup (sekalipun dalam ranah gereja), maupun ketidakpastian. Justru di masa2 inilah kita perlu semakin memperkuat iman kita di dalam Kristus, karena hanya Dialah yang ga pernah mengecewakan.

Be strong and courageous, peeps!

No comments: