Life shrinks or expands according to one's courage
生命会根据你勇气的大小,缩小或扩大
(Anais Nin)
Beberapa bulan terakhir ini, entah kenapa Tuhan ijinkan aku belajar lebih banyak tentang psikologi, sesuatu yang sejak dulu kusukai namun ga pernah bener2 kutekuni. Aku bersyukur banyak orang yang bisa kulayani secara intensif en ada buah2 baik yang dihasilkan, walopun ga dipungkiri juga banyak orang yang idupnya masih stuck karena mindset-nya ga mau berubah.
Ketika aku ikut banyak webinar, youtube tentang psikologi, bahkan zoom meeting yang dipandu oleh seorang psikolog; aku makin menyadari bahwa psikologi manusia sangatlah kompleks. Kebanyakan perilaku, sifat, mindset, serta nilai2 hidup seseorang bisa ditelusuri dari didikan yang diterimanya sejak kecil, trauma2 yang dialami, serta caranya memandang dirinya sendiri. Aku bersyukur bahwa dari semua proses itu, diriku pun banyak dipulihkan dari trauma2 yang ga pernah kusadari sebelumnya.
Di tengah semua perkembangan yang kualami, tiba2 aku merenung... "Seandainya dulu aku kuliah psikologi, akan jadi apakah aku hari ini? Dimana posisiku sekarang dan apa yang kukerjakan? Akankah aku stress dengan kerjaanku seperti ketika aku berkutat di accounting?" Dan aku mulai menyadari bahwa bisa aja hidupku jadi lebih baik karena aku menemukan kesembuhan diriku lebih dini, aku jadi lebih bisa memahami sekelilingku, aku bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
生活在于改变,改变自己的生活需要勇气,改变自己的目标更需要勇气 (Hidup adalah tentang perubahan, mengubah kehidupan memerlukan keberanian, mengubah tujuan hidup memerlukan keberanian lebih lagi)
Bahkan aku jadi berpikir, apakah aku perlu mengejar bidang yang kusukai ini? Aku tau ga ada kata terlambat untuk berbalik arah, namun aku masih ga yakin apakah aku akan enjoy ketika menggeluti dunia psikologi en kompleksitas manusia ini? Karena aku bener2 sadar, sesi konseling yang panjang dengan orang2 yang polanya berulang tuh bikin aku jengah, mengulang sesi dengan orang2 yang ga ada progress selama bertaon2 itu menjemukan. Aku ga sepenuhnya yakin kalo aku enjoy jadi seorang psikolog dengan pasien2 menahun. Ato bisa jadi selama ini aku muak karena aku ga dapet duid blas dari semua sesi konseling berkepanjangan itu. Ahahahaha.
Tapi yang bikin aku bener2 merenung adalah, dimana diriku saat ini jika aku mengambil jalan yang berbeda saat kuliah? Apakah aku lebih sukses dari diriku yang sekarang? Akankah aku lebih cepat menggenapi kehendak Tuhan dalam hidupku? Apakah aku live my life to the fullest? Pemikiran akan hal itu bikin aku sangat antusias...
Aku tau bahwa semua langkah yang kuambil bertahun2 ini bukan sepenuhnya salah, tapi adalah proses pembelajaran. Bertemu dengan banyak orang di bidang accounting, travel, bahkan property memperkaya pengalamanku. Aku sungguh bersyukur bertemu dengan mereka, dibukakan begitu banyak kesempatan untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang. Aku mensyukuri semua kejadian yang kualami hingga hari ini, bahkan setiap hal buruk atopun orang2 yang menyusahkan hingga saat ini.
Jika diberi kesempatan memutar kembali waktu, aku yakin diriku akan dengan berani mengambil jurusan yang berbeda. Mungkin semua itu akan mengubah jalan hidupku, orang2 yang kutemui, bahkan semua pengalamanku. Tapi aku rasa, kita selalu tertarik dengan rute2 yang belum pernah kita tempuh kan? 😋
Dari hasil berandai2 itu, aku mendapati bahwa aku sama sekali ga menyesali setiap keputusan yang kuambil, sekalipun menurutku aku salah jurusan sehingga hidupku jadi se-stress ini sekarang ahahaha. Aku bersyukur buat setiap anugerah yang Tuhan berikan di hidupku di dalam setiap langkah yang kutempuh. En saat ini aku siap untuk pindah ke jalur manapun yang Tuhan mau 😉
No comments:
Post a Comment