4 KATEGORI KEHILANGAN:
1. Identitas
Terjadi saat kehilangan afiliasi karena perceraian, kehilangan pasangan karena meninggal, kehilangan anak2 yang sudah besar dan pergi kuliah ke tempat lain, post power syndrom (karena pensiun/ digantikan oleh orang lain), pindah komunitas (kehilangan influence).
2. Rasa aman
Kehilangan secara fisik, emosional, seksual. Misalnya korban pelecehan seksual, kehilangan orang tua karena perceraian, korban perselingkuhan.
3. Otonomi/kemandirian
Kehilangan kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan kepentingan2nya. Misal: orangtua yang lumpuh, kehilangan bisnis.
4. Impian dan ekspektasi
Harapan2 yang tidak terwujud, misal: tidak bisa punya anak, karir yang stagnan, putus pacar, kematian pasangan.
Kehilangan seseorang yang terkasih karena meninggal dunia adalah duka yang tersulit.
Kehilangan seseoang itu level kesedihan dan stress-nya nomer 1.
Proses grieving itu biasanya memakan waktu 1 tahun, tapi jika kehilangan pasangan butuh waktu 3 tahun.
KENAPA KITA BERDUKA?
1. Karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan sehingga bisa merasakan emosi berduka
Dalam Alkitab ada ayat "Jesus wept".
Tuhan tau bagaimana me-manage grieve, sedangkan kita sering kali tidak bisa me-manage.
2. Berduka adalah bagian dari fungsi otak
Otak kita punya banyak komponen. Untuk kesehatan mental, ada 2 bagian yaitu otak depan (logika) dan otak bagian belakang (untuk mengontrol perasaan).
Jika kita berduka, otak bagian belakang yang mengambil alih.
3. Dalam kehidupan, kita pasti mengalami masalah
Jika kita tidak sadar akan hal ini, kita akan shock dan berduka berkali2 lipat.
Penderitaan BUKAN bagian dari kehidupan orang percaya!
"Eat the fruit of sorrow, even if it is bitter. This fruit, that you can only eat now, has nutrients in it that you can’t get any other way" (John Piper).
Kita harus menerima fakta bahwa penderitaan adalah bagian dari perjalanan kita mengikut Kristus.
1 Tesalonika 4:13-14 "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia".
Jangan berduka seperti orang yang tidak memiliki pengharapan!
Kita akan berduka jika kita gagal melihat big picture-nya Tuhan (Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah").
Penderitaan kita ini hanya SEMENTARA.
6 TAHAP DALAM GRIEVING:
1. Denial
Karena terasa seperti mimpi.
Misal: menyangkal ketika didiagnosis sakit kanker, menyangkal ketika orang terkasih meninggal.
2. Marah
Marah biasanya bisa ke 3 pihak: diri sendiri, orang lain, Tuhan.
3. Bargaining
Misal: kalo aku disembuhkan, aku akan melayani Tuhan.
4. Depresi
Tahap ini terjadi kalo 3 tahap di atas tidak bisa dilalui dengan baik.
Tahap 1-4 ini bisa terbolak-balik dan kembali lagi.
Misal, orang yang di tahap depresi bisa kembali ke tahap marah.
5. Menerima
Ada fase menerima kenyataan, dan mengampuni pihak2 yang kepadanya kita marah di tahap ke-2.
6. Menemukan makna
Seperti yang John Piper katakan, menemukan nutrisi di balik penderitaan yang dialami.
"Aku mengambil bagian di dalam penderitaan karena di dalamnya aku mengambil bagian dalam Kristus".
Kalo kita bisa sampai ke tahap 5 dan 6 (menerima dan menemukan makna), kita pasti bertumbuh.
Akan jadi lebih berat jika kita kehilangan orang yang terkasih jika mereka belum mengenal Tuhan, karena kita merasa mereka pasti binasa.
Tapi kita tidak pernah tahu pada menit/detik terakhir, bisa saja orang itu menerima Tuhan dalam hatinya karena Tuhan datang melayani mereka, seperti penyamun yang disalib di samping Yesus.
Jangan hanya karena kita tidak menyaksikan pertobatan mereka, lalu kita ambil kesimpulan sendiri. Jika tidak pun, Alkitab berkata "air matamu akan dihapuskan".
Kita tidak berhak menentukan seseorang akan berakhir bagaimana, hanya Tuhan yang tahu.
Kita harus pelihara harapan, karena harapan tidak tergantung pada situasi. Harapan kita adalah seorang pribadi, yaitu Yesus.
Harapan harus dipegang, jangan sampai putus asa.
BAGAIMANA MEMBANTU ORANG YANG BERDUKA?
Lakukan apa yang teman2 Ayub lakukan di bagian awal, yaitu "berdukacita dengan orang yang berdukacita"
1. Reach regularly
Hubungi orang yang berduka itu secara rutin, selama tidak mengganggu aktivitas mereka.
2. Empathy
Meletakkan posisi kita di posisi orang tersebut.
3. Listen more than speak
Dengarkan mereka lebih banyak, bicara seperlunya saja.
4. Offer asistance
Tawarkan bantuan karena biasanya orang yang berduka tidak bisa melakukan banyak hal, misal kirimkan makanan, bantu mereka antar jemput anak mereka ke sekolah.
5. Doakan di rumah dan doakan orangnya secara langsung
Ada seorang kakek yang menabrak cucunya yang berumur 18 bulan hingga meninggal. Bertahun2 kemudian, kakek ini datang ke John Piper dan bertanya "apa yang akan kamu katakan supaya aku merasa lebih baik?" John Piper berkata "Kalo bukan Roh Kudus, apapun yang aku katakan sia2, karena hanya Dialah Penghibur".
IG live ko Mil Budiyanto& ko John Mantofa
July 4th, 2021
No comments:
Post a Comment