November 13, 2021

MENDENGAR DENGAN MULUT, BERBICARA DENGAN TELINGA

Baca lagi buku "Doa Maria Resep Marta" en di bab pertamanya menemukan lagi tentang "Mendengar dengan mulut, berbicara dengan telinga". Ngerasa janggal ga sih? Bukannya mendengar dengan telinga, berbicara dengan mulut? Di buku itu, Tommy Tenney bahas tentang rahasia doa.


Jadi mendengar dengan mulut itu berarti kita mendengar dari apa yang diucapkan oleh mulut kita yang diisi dengan firman Tuhan. Karena "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Roma 10:17), maka mulut kita perlu memperkatakan firman di saat kita berdoa, supaya telinga kita mendengar, lalu timbul iman. Kemudian, kita juga perlu berbicara dengan telinga kita, yaitu kita berbicara berdasarkan apa yang kita dengar melalui telinga rohani kita. Tuhan seringkali berbicara ke telinga rohani kita, menyingkapkan hal2 yang rahasia, menyatakan kehendak-Nya yang perlu kita lepaskan agar terjadi di bumi. 


Ini sebuah rahasia doa yang powerful sih. Dan aku sering pakai ketika doa saat mengkonselingi orang2 yang ngalami kasus2 berat. Seringkali aku ga tau harus ngomong apa ke konseli, sehingga saat2 itu aku membuka telinga rohaniku supaya aku bisa berbicara memberikan saran ato nasihat yang tepat untuk mereka. Hal itu butuh latihan karena mendengar suara Tuhan dengan tepat membutuhkan konsistensi dalam membangun hubungan. 


Tuhan selalu punya cara yang unik untuk menyatakan kehendak-Nya bagi kita, oleh karena itu butuh kepekaan untuk senantiasa membuka telinga kita, mendengar suara-Nya yang begitu lembut. Kita juga perlu disiplin rohani untuk membaca Alkitab sehingga ayat2 firman Tuhan menjadi makanan bagi roh kita, yang akan muncul di saat kita perlukan.


Yuk, kita jadi pribadi yang semakin dekat dan peka dengan Tuhan 😀

No comments: