September 22, 2022

THE HAPPY INTERCESSOR PART 2 (BENI JOHNSON)

TUJUH: ANGKASA 
Mereka yang menguasai angkasa mengendalikan atmosfer. 
1. Angkasa adalah iklim rohani atas sebuah kota. Tanggung jawab kita adalah menguasai angkasa dan mengklaim kembali atmosfer yang ada. Ketika kita melakukan itu, terjadi pergeseran dalam iklim rohani di daerah itu. Kita mulai melihat tanda-tanda kebangunan rohani dan seluruh kota diubahkan oleh perkara dari Allah. Ketika kota diubahkan oleh perkara dari Allah, kita melihat lebih banyak terang dan kegelapan berkurang di seluruh daerah itu. 
2. Anda bisa menemukan banyak hal hanya dengan mendengarkan dan memerhatikan semua hal yang terjadi di sekitar Anda dan kota Anda--membaca berbagai artikel di surat kabar, mengumpulkan sedikit informasi supaya Anda tahu bahwa Allah sedang bergerak dan memberi Anda penguasaan atas wilayah Anda. Sebagai pendoa syafaat, Anda tahu pentingnya menemukan strategi dari surga untuk apapun yang Anda doakan, untuk memastikan bahwa detak jantung surga ada dalam doa Anda.
Anda akan tahu kapan berdoa bersama surga, karena bila Anda berdoa bersama surga, Anda akan melihat perubahan terjadi. 

Bila Anda bekerja dan bermitra dengan Allah, pekerjaan terlaksana. Kelancaran di jalur komunikasi rohani mendatangkan hasil secara cepat.
3. Kita adalah orang yang memiliki kesempatan luar biasa untuk mengubah lingkungan kita. Saya percaya ada kuasa yang sangat dahsyat dalam diri kita sehingga ketika kita mati, kita masih membawa kuasa itu. Tahukah Anda bahwa semua bahan memiliki memori? Ingatkah Anda cerita tentang tulang Elisa dalam 2 Raja-raja 13:21? Kuasa kesembuhan tetap ada dalam tulang-tulang yang mati itu.

"Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya" (Yehezkiel 22:30).
"Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia" (Yesaya 59:16).
4. Saya tidak ingin Allah bertanya dalam hati, mengapa tidak ada pendoa syafaat. Saya ingin Dia puas ketika melihat hati saya. Ini membuat saya bergembira--berdiri di hadapan Allah demi ketidakadilan dan ketidakbenaran.
5. Saya menemukan bahwa ada cara yang berbeda untuk mengubah atmosfer. Tidak selalu dengan perkataan. "Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita" (Mazmur 123:2).  Lihatlah bagian terakhir dari ayat ini! Mereka terus memandang Tuhan. Tidak dibutuhkan perkataan. Terus fokus kepada Tuhan hingga... 


DELAPAN: PEPERANGAN MELALUI PENYEMBAHAN DAN SUKACITA
1. Dua elemen dalam peperangan yang merupakan senjata kita paling hebat dalam doa syafaat adalah penyembahan dan sukacita. Saya percaya bahwa dua senjata ini menimbulkan kekacauan dalam kemah iblis dari senjata lainnya. Kedua senjata perang ini muncul dari hubungan kita yang intim dengan Allah Bapa:
Penyembahan
Kata Yunani bagi "penyembahan" adalah proskuneo yang artinya "mencium". Ini merupakan perasaan atau sikap dalam diri kita yang membuat kita tetap dekat dengan Allah. Penyembahan muncul dari dalam diri kita dan ada dalam diri kita sepanjang hari. Ketika kita mengagungkan Allah, kita mencium Dia.
Sukacita
Saya percaya bahwa kita harus menjadi orang yang memiliki sukacita Yesus yang penuh dalam diri kita, dalam setiap bidang kehidupan dan pelayanan kita. Doa syafaat di surga dilakukan dengan sukacita dan muncul dari pengenalan.

"Dia melindungi hal-hal yang diperhatikan mereka yang memerhatikan Tuhan". Jelas bahwa terus memandang Dia merupakan tanggung jawab terbesar kita, seperti Allah juga memerhatikan hal-hal penting bagi kita. 

Ketika menyembah, kita bisa melepaskan kuasa Allah dan Kerajaan-Nya ke ruangan dimana kita berada.
2. "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu" (2 Tawarikh 20:12). Pernahkah Anda berdoa seperti itu? Pokoknya Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan, bahkan bagaimana berdoa. Dalam saat-saat seperti ini, hati kita hancur. Kehancuran hati inu harus membawa kita kepada Allah, bukan menjauhkan kita dari Dia. Mata kita harus tertuju kepada Dia yang benar dan percaya kepada-Nya. Kita sedang ada dalam peperangan supaya Kerajaan Allah dinyatakan.

Umat Allah berperang dengan memakai penyembahan. Penyembahan mereka menimbulkan pergeseran di alam surgawi dan Allah melakukan bagian-Nya.

"Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan" (Matius 11:30).
"Teruslah bersama-Ku, maka kamu akan belajar bagaimana hidup dengan bebas dan tenang" (The Message).
3. Sukacita berarti "kegirangan atau perasaan menyenangkan yang disebabkan karena memperoleh atau mengharapkan sesuatu yang baik; kesenangan, kesukaan, kenikmatan, roh yang bergembira". Sukacita muncul ketika Anda memiliki perasaan itu, dan berharap sesuatu yang baik terjadi.
4. Ketika Anda membawa sukacita Tuhan dalam diri Anda, semua hal terjadi. Sukacita menimbulkan kegirangan di udara, dan melepaskan kehidupan. Sukacita melepaskan semua yang berasal dari surga. Kita adalah para pelepas. Kita harus menaklukkan kegelapan dengan terang.
"Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya" (Yohanes 1:4-5)

5. Dalam peperangan, Anda harus menggunakan sebuah prinsip yang sangat penting: unsur kejutan. Dalam sebuah penyergapan, tujuan untuk mengalahkan musuh dilaksanakan dengan tidak hanya memakai senjata, tetapi juga menimbulkan kekacauan, kegaduhan, dan ketakutan. Saya percaya bahwa sukacita menimbulkan kekacauan di kemah musuh. Musuh tidak tahu cara melawan sukacita dalam diri seseorang. 


SEMBILAN: ISTIRAHAT DALAM HATI
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin" (Pengkotbah 4:6).
1. Bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya ketika di surga selamanya dan semua kekusutan yang memenuhi hidup kita lenyap? Itulah damai sejahtera. Itulah istirahat di surga. Begitu lengkap sehingga tidak ada hal lain yang Anda inginkan selain hal itu.
2. Ada sebuah pola berpikir berupa melakukan sesuatu yang bisa mencengkeram dan mendorong kita untuk melakukan perkara tertentu bagi Tuhan yang tidak diminta Tuhan untuk kita lakukan.  Allah tidak duduk di surga sambil menunggu untuk mengasihi Anda bila Anda melakukan sesuatu bagi Dia. Dia jauh lebih tertarik melihat kita menikmati kasih-Nya dan masuk ke dalam istirahat yang disediakan-Nya.

"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus" (Kolose 2:13-17).
3. Para pemerintah dan penguasa dilucuti. Kristus mengalahkan mereka semua. Jadi, sabat yang sesungguhnya menjadi istirahat dari Allah. Seperti Allah beristirahat dan seperti Yesus menyelesaikan karya-Nya, kita juga dapat masuk ke peristirahatan yang sesungguhnya.
"Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya" (Ibrani 4:9-10).
4. Arti kata istirahat baik dalam bahasa Ibrani (shabath) maupun Yunani (katapausis) adalah "berhenti, merayakan, berhenti menggunakan, menyisihkan, berbaring dan tinggal". Ini berarti berhenti dari usaha Anda sendiri, upaya keras Anda sendiri dan bergantung pada pekerjaan yang dilakukan satu Pribadi lainnya: Allah. Ketika kita hidup dalam istirahat ini, kita menjalani hidup dengan lebih utuh dan efektif dalan pelayanan serta karunia yang ada pada kita.

Hati kita bisa terus beristirahat karena Allah tidak meminta kita memikul dunia di bahu kita. Dia minta supaya hati kita beristirahat.

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11:28-30).
5. Istirahat disebut dua kali dalam ayat ini. Pertama kali Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Kedua Dia berkata, "...jiwamu akan mendapat ketenangan". Kita datang kepada Dia terlebih dahulu, dan Dia memberikan istirahat kepada kita. Kemudian ketika kita terus memikul kuk yang Dia pasang, kita akan belajar dari Dia. Kita memasuki sekolah Roh Kudus. Sementara kita bertumbuh dalam Dia dan jalan-jalan-Nya bahkan dalam hadirat-Nya, kita akan menemukan istirahat bagi jiwa kita.


SEPULUH: MEMBAHAS MASALAH
1. Ketika Anda melihat sesuatu yang negatif, Anda selalu perlu datang kepada Allah dan berkata, "Baiklah Tuhan, apa yang sedang Kau lakukan? Apa yang Engkau katakan melalui hal ini? Bagaimana Engkau ingin aku berdoa? Menemukan kotoran selalu mudah. Namun, Allah ingin kita meihat melampaui kotoran itu dan mencari harta. Alkitab berkata, "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu" (Amsal 25:2).
2. Untuk menemukan emas dalam diri seseorang, Anda harus menggali lebih dalam. Menemukan kotoran tidak pernah sulit, tetapi untuk menemukan emas, kita harus menggali lebih dalam. Itulah melihat seseorang seperti Allah melihatnya. Temukanlah hal-hal yang Allah sampaikan, maka kita akan menemukan emas. Wah, betapa luar biasanya konsep ini, berdoa sesuai isi hati surgawi! 

Harus ada hubungan yang berisi rasa saling percaya antara gembala sidang dan pendoa syafaat. Ingatlah, para pendoa syafaat, tugas Anda adalah membantu gembala sidang atau pemimpin. Tugas Anda adalah berdoa supaya mereka dilindungi. 

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26).
3. Salah satu hal yang sangat menyenangkan yang terjadi dalam pertemuan para pendoa syafaat adalah karena para pendoa syafaat kami menunggu pimpinan Roh Kudus sebelum mulai berdoa, setiap pertemuan menjadi berbeda. Roh Kudus sangat progresif dan kreatif! 
4. Saya telah belajar selama bertahun-tahun bahwa mereka yang suka mengkritik pemimpin seringkali adalah mereka yang memiliki karunia untu berdoa syafaat. Ada banyak kasih dalam roh kita, dan kita perlu memupuk kasih itu. Ketika Anda membenamkan diri dalam kasih itu, Anda akan mulai memandang orang dengan mata yang dipenuhi kasih Allah. Daripada berdoa atau mengucapkan perkataan yang berisi kematian, Anda mulai berdoa dan mengucapkan perkataan yang berisi kehidupan dan kasih.
5. Sebagai pendoa syafaat, kita perlu berhati-hati dan peka terhadap apa yang ingin Allah lakukan. Kita tidak boleh takut kepada iblis. Namun, kita juga tidak boleh memerangi iblis menurut pengertian kita sendiri. Bila kita mengizinkan Allah memimpin dan memberi kuasa, selalu muncul kemajuan dan kemenangan. Bila roh Anda ragu-ragu, dengarkanlah itu dan nantikanlah Tuhan. Anugerah Allah begitu besar dan lebar serta kuat sehingga apabila kita melakukan kesalahan, kita bisa bertobat, bangkit, dan terus maju.

Sepanjang sejarah Allah telah membangkitkan satu barisan pejuang yang membagikan hidup mereka untuk satu alasan. Berapa kali Allah membangunkan dan menarik Anda kepada diri-Nya untuk saat seperti ini? Anda mungkin tidak selalu mengerti mengapa, tetapi Anda harus bergabung dengan Dia. Biarkan sejarah menjadi milik Anda, pendoa syafaat. Masuklah ke dalam panggilan Anda dan selamilah kedalaman kekayaan-Nya.


SEBELAS: ORANG-ORANG MISTIS, BERBAGAI PENGALAMAN MISTIS, DAN DOA KONTEMPLATIF
"Orang-orang yang sungguh melakukan kontemplasi tidak mencari pengalaman-pengalaman yang luar biasa, apalagi kuasa untuk diri sendiri. Tujuan mereka yang utama adalah keintiman dengan Allah" (Dame Julian dari Norwich). 

"Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus" (Mazmur 77:14).
1. Bagi saya, "orang-orang mistis" adalah orang yang telah menyerahkan hidup mereka untuk mencari sesuatu, hati Allah sendiri. Salah satu hal yang membedakan "orang-orang mistis" dengan orang lain adalah mereka hanya memiliki satu kerinduan, mengenal Allah dalam kepenuhan-Nya. Orang yang mistis adalah orang yang hidup dalam hubungan yang benar dengan Allah dan benar-benar telah menyerahkan diri untuk mengenal Dia, apapun harganya. Mereka memilih untuk menyerahkan seluruh hidup mereka sehingga mereka bisa mendengar detak jantung surga. Orang yang mistis selalu memiliki kesadaran akan Allah.

Orang yang mistis mampu melihat ke alam roh dan memakainya untuk menetapkan apa yang terjadi di bumi. Dengan cara ini, mereka membantu mendatangkan surga ke bumi.
2. Ada banyak tipe orang mistis yang berbeda. Salah satunya disebut sebagai penghuni gua. Seorang penghuni gua menyukai kesendirian dengan Allah dan senang menghabiskan seluruh waktu untuk sendirian dengan Allah. Tipe orang mistis lainnya adalah pelihat. Seorang pelihat mampu melihat ke alam roh dan membedakan waktu dan musim yang sedang kita jalani.
3. Banyak dari orang mistis tidak hidup menyendiri, mereka hidup di dunia dan menjamah dunia. Beberapa orang mistis yang saya kenal dewasa ini mampu berfungsi di dunia sekitar mereka, meskipun mereka menghabiskan banyak waktu untuk hidup di alam rohani. Mereka mendapatkan kehidupan dan napas dari tempat yang rahasia. 

Jeritan hati orang mistis adalah, "Ambillah dunia tetapi berikanlah diri-Mu kepadaku".
4. Orang mistis yang memiliki hubungan yang benar dengan Allah dan manusia, biasanya membuka pintu bagi orang lain untuk masuk ke alam roh yang telah ia temukan. Kita melihat hal ini dalam Mazmur 27:4 ketika Daud berseru, "Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya".
5. Tipe-tipe doa yang berbeda:
Mengerang
Mengerang merupakah sebuah tipe doa dimana seseorang "mengalami sakit bersalin" dalam doa. Ketika Anda mengerang, doa-doa Anda menjadi jeritan yang kuat dan rintihan yang muncul dari roh Anda. 
Mengerang adalah sebuah panggilan yang mendalam di dalam roh Anda. Semua dalam diri Anda meledak dalam bentuk keluh kesah yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata. Bila tidak berhati-hati, para pendoa syafaat bisa merasakan perasaan yang berasal dari jiwa dan hanya menimbulkan dukacita. Singkatnya, sesuatu yang dilahirkan Roh Kudus bisa menjadi kedagingan bila kita tidak berhati-hati.
Mengerami
Ada saat-saat ketika Roh Kudus memberikan kepada kita hal-hal yang spesifik supaya didoakan, dan hal itu tidak kunjung lenyap dalam hati kita. Itulah brooding, sebuah tipe doa dimana kita "mengerami" atau "merenungkan" sesuatu yang sedang kita doakan.
Ketika Roh Kudus "bergerak" di atas hal-hal yang hampa dan kosong, hasilnya hanya kehidupan. Ketika sedang mengerami, kita sangat terfokus dalam doa-doa kita. Kita didorong surga untuk melihat datangnya sebuah jawaban.
Doa napas
Doa ini muncul dari roh Anda. Doa semacam ini bukanlah doa yang panjang, melainkan doa yang diembusi roh. Seringkali tidak ada kata-kata yang muncul, kita hanya menghirup Dia dan menghembuskan doa kita. 
Kegembiraan yang luar biasa
Hal ini bisa didefinisikan sebagai satu periode waktu dalam doa, dimana kesadaran jiwa lenyap dan orang itu hanya berfokus pada hadirat Tuhan yang luar biasa.
Doa kontemplatif
Doa kontemplatif adalah berdoa dalam hati, doa dari roh ke roh, sebuah bentuk perenungan, tinggal dalam Dia, sebuah kesadaran akan Allah. 

Saya sedang memproduksi dan menciptakan sesuatu dalam doa saya yang memunculkan kehidupan, yang menyebabkan jawaban datang. Anda adalah orang yang tepat, pada saat yang tepat, yang menyebabkan terjadinya peningkatan ketika Anda berdoa

"Membaca mencari, meditasi menemukan (arti), doa menutut, kontemplasi merasakan (Allah). Membaca memberikan makanan yang padat, meditasi mengunyah; doa menciptakan bau rasa, kontemplasi adalah rasa manis yang menyegarkan. Membaca itu di permukaan; meditasi menjangkau substansi di dalam; doa menuntut didasari keinginan; kontemplasi mengalami disertai kesenangan" (Teresa dari Avila). 
6. Meditasi Kristen yang formal dimulai oleh biarawan Kristen mula-mula, yang membaca Alkitab dengan perlahan-lahan. Karena merenungkan ayat Alkitab, kadang para biarawan ini tiba-tiba berdoa dan doa mereka berubah menjadi fokus yang sederhana dan penuh kasih kepada Allah. Kasih mereka kepada Allah yang tidak terkatakan mereka sebut kontemplasi. 
7. Mereka memiliki gairah dan api dalam diri untuk mencari Tuhan. Kita tidak boleh takut masuk ke alam ini bersama Allah. Meditasi yang dipraktikkan banyak sekte adalah mengosongkan pikiran kita sama sekali. Sebagai orang percaya, ketika kita melakukan meditasi di hadapan Tuhan, kita sebenarnya mengisi pikiran kita dengan keajaiban Allah dan kebesaran-Nya.
8. Memiliki hubungan yang intim dengan Ketiga yang Esa, Tritunggal yang Kudus, adalah sesuatu yang vital dalam kehidupan pendoa syafaat. Dibenarkan berarti memiliki kedudukan yang benar di hadapan Allah Tritunggal. Alkitab mengatakan bahwa doa yang sungguh-sungguh dan efektif yang dinaikkan orang benar banyak berguna/manfaatnya (lihat Yakobus 5:16). Alkitab The Message mengatakan, "Doa orang yang hidup benar di hadapan Allah merupakan sesuatu yang penuh kuasa dan harus diperhitungkan".
9. Semua perkataan dalam buku ini ujungnya adalah satu: waktu yang dihabiskan bersama Allah. Ada sebuah tempat dalam diri kita, yang tidak bisa diisi oleh apapun kecuali Allah. Ini adalah sebuah tempat yang dalam, dimana kita bisa tinggal dengan Bapa Surgawi. Supaya bisa sampai ke tempat ini, kita harus menenangkan hati kita dan belajar mengenal serta merasakan Dia.
10. Malam ini, ketika Anda membaringkan kepala ke bantal, lupakanlah semua hal yang Anda alami hari ini dan mulailah memikirkan Dia. Renungkanlah kebaikan-Nya dalam hati Anda. Bacalah satu ayat atau pilihlah satu kata yang menggambarkan Dia dan mulailah menghubungkan roh Anda dengan Roh-Nya. Ambillah waktu dan berdiam dirilah di hadapan Dia! Kata-kata tidak akan diperlukan. Salah satu arti kata sela adalah "berhenti sejenak dan merenungkan". Renungkanlah perkara-perkara dari Allah! Ketika Anda mempraktikkan hal ini, Anda segera akan tenggelam dan larut dalam hadirat-Nya. Anda akan mulai memahami dunia-Nya.






No comments: