December 31, 2012

PASANGAN HIDUPMU= SURGAMU ATAU NERAKAMU


Sekitar tiga minggu lalu, aku pergi ke rumah salah seorang koko sepupuku. Waktu itu komputerku rusak en aku minta tolong dia untuk perbaiki. Pas aku kesana tuh udah malem, nyasar pula karena nggak tau jalan :p

            
Sesampainya disana, aku disambut hangat sama kokoku en kedua anaknya yang masih kecil. Seneng banget ketemu mereka soalnya udah lama nggak pernah kesana. Terakhir ketemu adalah pas papanya kokoku ini (alias om-ku) ultah. Beberapa bulan lalu, anak bungsunya koko sepupuku ini cerita kalo mamanya nggak tinggal serumah sama mereka. Yang aku tau, dari awal keluarga ini nggak harmonis karena istrinya “semau gue” en nggak punya karakter yang baik. Dia anak orang kaya yang hanya mau terima beres en hobinya seneng-seneng doank. Jadi nggak pernah bisa bertanggung jawab walopun udah punya dua anak. Kasian banget ngeliat suami en anak-anaknya.
            
Dari cerita anak bungsunya en apa yang aku liat waktu aku kerumah mereka malam itu, aku bener-bener memahami kata-kata ini “keputusanmu memilih pasangan hidup yang menentukan hidupmu akan menjadi seperti surga atau neraka”. Bener banget, keputusan mengenai memilih pasangan hidup akan sangat mempengaruhi kehidupan kita, karena pasangan hidup akan bersama kita selama kita hidup (ngeri banget kalo menderita selama hidup kan).
            
Dulu banget, aku selalu menyesali sebuah fakta bahwa aku terdampar di keluarga besar yang luar biasa kacaunya. Aku malu tiap kali datang ke acara wajib keluarga besar (kaya pesta pernikahan, pesta ulang tahun, maupun pemakaman), dimana aku nggak sengaja ketemu temanku en mereka nanya “Itu masih ada hubungan keluarga sama kamu?” Pengen banget rasanya membenamkan seluruh badanku ke dalam pasir, hahaha. Biasanya, aku selalu jawab tanpa ekspresi, “sayangnya iya” >_<
            
Tapi baru kusadari, kalo terdampar di keluarga besar yang super nggak karuan tuh ada untungnya juga. Setidaknya Tuhan mengajar aku melalui kehidupan mereka yang amburadul, supaya aku nggak hidup dengan cara yang sama. Nggak perlu ngalami hal yang nggak enak untuk kita waspada en hidup benar kan. Aku belajar banyak hal dari setiap kesalahan mereka, dari naik turunnya kehidupan mereka, dari masalah-masalah yang menimpa mereka akibat kesombongan mereka.
            
Banyak di antara mereka yang hidupnya berantakan bukan hanya karena mereka nggak mengenal Tuhan, tapi juga karena mereka sembarangan memilih pasangan hidup. Asal cantik/ ganteng, memenuhi kriteria satu dua tiga, jadi deh. Akibatnya ditanggung oleh anak cucu mereka sampai bertahun-tahun, menyesal seumur hidup, mengusahakan berbagai cara yang tak pernah berhasil.
            
Thanks God, sudah menaruh aku di keluarga besar seperti ini. Aku tau Engkau sayang padaku en mau aku belajar dari kehidupan mereka, supaya aku nggak mengulangi kesalahan yang sama. Aku mau jadi orang muda yang bijaksana, yang menantikan pria yang terbaik dari padamu, tanpa peduli pada komentar sinis dari sesamaku. Aku percaya semua akan indah pada waktu-Mu ^^

December 28th, 2012
1:42 pm

NGE-CUAN


Ada sebuah istilah yang  populer banget dalam dunia perdagangan, yaitu cuan (untung atau laba) dan nge-cuan (mengambil untung atau mengambil laba). Setiap orang yang berdagang atau berbisnis pasti berusaha untuk mencari keuntungan dari hasil usahanya. Hal itu wajar banget asalkan keuntungan yang diperoleh itu nggak melebihi batas yang seharusnya.
            
Pas aku berpikir tentang hal ini, tiba-tiba terbersit dalam pikiranku, di Alkitab kan dikatakan kalo Bapa di Sorga adalah seorang pengusaha (Yohanes 15:1). <Setelah lebih dari tujuh taun kenal Tuhan, kok baru mikir hal ini yah? Hahahaha> Sebagai seorang pengusaha, Bapa berpikir untuk memperoleh cuan nggak ya? Sebagai seorang pengusaha, apakah Bapa punya strategi-strategi agar “bisnis”-Nya sukses? Langkah apa aja yang Dia lakukan untuk mengembangkan “bisnis”-Nya itu?
            
Ketika aku baca Yohanes 15:1-8, aku menemukan hal yang baru. Udah berkali-kali baca perikop ini, tapi aku belum pernah dapet pewahyuan tentang “Bapa adalah pengusaha” sama sekali. Biasanya cuma ngeh di ayat 5 en 7 tentang melekat sama Tuhan dan tentang minta apa saja yang kita kehendaki en kita bakal menerimanya, wkwkwkwk. Dasar manusia, cuma ngeh sama hal-hal yang enak buat diri sendiri.
            
Pas aku baca lagi Yohanes 15 ini, tiba-tiba mataku jadi “melek”. Ternyata, Bapa tuh seorang pengusaha yang handal loh. Dia mengusahakan hidup kita agar berhasil, berbuah, en memuliakan Dia. Dia memperoleh cuan aka keuntungan ketika hidup kita menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh orang banyak (memberkati kehidupan orang lain) dan orang-orang melihat Bapa sehingga mempermuliakan Dia.

Bapa juga punya strategi supaya usahanya (hidup kita) menghasilkan banyak buah. Dia membersihkan hidup kita (lewat firman-Nya dalam Alkitab, lewat pengajaran, lewat teguran,dsb), Dia memotong bagian-bagian yang membuat kita nggak berbuah (dosa, kebiasaan buruk, hal-hal yang nggak berkenan), memperlengkapi kita dengan nutrisi-nutrisi terbaik (melalui hubungan yang melekat dengan Dia). Betapa kerasnya perjuangan Bapa untuk membuat hidupku berbuah (terharuuuuu).

Aku menyadari, seringkali aku nggak paham dengan apa yang Dia lakukan dalam hidupku. Aku kecewa saat Dia “memotong rantingku yang nggak berbuah”, aku marah berat ketika Dia membersihkan hidupku lewat teguran, aku berontak ketika Dia membawaku semakin dekat sama Dia (nonton TV or jalan-jalan ke mall lebih asik daripada duduk diam di bawah kaki-Nya kan? :p). Tanpa pernah kutahu kalo tujuan-Nya tuh baik buat hidupku. Tanpa pernah aku bertanya, apa yang Dia kehendaki ketika Dia melakukan semua proses yang menyakitkan itu.

Padahal semua hal yang Dia lakukan dalam hidupku, walopun itu sakit banget en nggak enak, semua itu bukan cuma untuk memperoleh keuntungan buat diri-Nya, tapi juga buat kebaikanku *sigh*. Bapa udah merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus hidupku dengan harga yang mahal, bukankah sudah sewajarnya kalo Dia memakai hidupku sesuai dengan tujuan-Nya, sesuai kehendak-Nya, terserah dengan apa yang Dia mau? I Korintus 6:20 bilang, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhm (hidupmu)” (penekanan ditambahkan).

Seorang pengusaha yang telah membeli barang untuk usahanya, pasti berhak penuh atas barang yang telah dibelinya, terserah dia barang itu mau diapakan. Begitu juga Bapa punya hak penuh atas seluruh hidupku, atas masa depanku, atas semua keinginan en kerinduanku. Intinya, seorang Lucy nggak punya hak lagi untuk menentukan hidupnya, sejak Yesus membeli hidupku dengan darah dan hidup-Nya. Dia berhak penuh untuk mengambil keuntungan atas hidupku, atas talenta en semua hal yang Dia  percayakan dalam hidupku. Semuanya, tanpa kecuali.

Biar mulai hari ini, aku belajar menaruh hidupku ke dalam tangan-Mu yang penuh kuasa, Bapa. Tanpa perlu aku campur tangan, tanpa pemberontakan maupun perlawanan, tanpa perlu memberi saran seolah-olah Kau tak mengerti apa-apa tentang aku. Aku tau bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik bagiku. Ini saatnya hidupku dipakai sesuai dengan tujuan-tujuan-Mu, untuk memberikan keuntungan bagi Kerajaan-Mu, dan memuliakan Engkau. Thank you, Bapa.


Kau Penulis hidupku, Kau membuat sgalanya baru.
Engkau di dalamku dan ku ada dalam-Mu.
Tak ada yang mustahil bagi-Mu.

Kudicipta untuk-Mu, tuk membawa harum nama-Mu
Engkau di dalamku dan ku ada dalam-Mu.
Kini kudatang mencari wajah-Mu.
Reff: 
Mengasihi-Mu slalu, dengan segnap hatiku.
Mencintai seluruh perbuatan-Mu.
Mengabdikan hidupku, sesuai rencana-Mu.
Kumau menyembah-Mu sampai akhir hayatku.
(Penulis hidupku)


December 22nd 2012
11:49 pm
           

HIGH QUALITY JOMBLO


             
Akhir-akhir ini semakin banyak cowok yang ngajakin aku kenalan di facebook, minta no HP lah, pin BB lah (padahal aku kan nggak pake BB). Hal itu nggak bikin aku seneng, malah semakin bikin aku males. Sori, gue masih mau single. Gue bener-bener menikmati hidup gue as a single.
            
Tiap kali ada acara dengan keluarga besar, selalu muncul pertanyaan rutin bin nggak penting ini, “Kamu udah punya pacar, Luc?” Pertanyaan yang bikin bete en nggak perlu untuk dijawab deh. Dalam hati gue bilang, “Liat aja, di samping gue ada cowok selain bokap ato adek gue kagak. Nggak usa nanya juga udah keliatan kan”. Sensi mode on, Hahahaha.
            
Hari-hari ini aku lagi baca buku “WHEN GOD WRITES YOUR LOVE STORY” en bener-bener takjub dengan banyaknya kebenaran yang aku temukan. Buku itu juga membuat aku semakin menyadari kalo pasangan hidup adalah ide Tuhan sendiri, bukan ide manusia. En aku mau mempercayakan kisah cintaku sepenuhnya ke dalam tangan Penulis kisah cinta, yaitu Bapa di Sorga. Aku tau kalo Dia sama sekali nggak butuh bantuanku, Dia sangat mampu untuk menghasilkan sebuah karya yang indah en berkualitas tinggi dalam area satu itu. Jadi, aku nggak perlu khawatir sedikitpun.

Semakin hari, semakin bertambah pula jumlah cowok yang ngajakkin aku kenalan. Tapi aku menemukan sebuah fakta bahwa aku sama sekali ngga terpengaruh dengan kehadiran mereka. Berteman sih oke-oke aja, tapi kalo untuk lebih dari sekedar teman, tunggu dulu deh. Walopun teman-temanku banyak yang udah punya pasangan, banyak yang putus nyambung, ada juga yang udah married, hal itu nggak membuat aku bergeming. I love to live my life as a single. Hidup single!
            
Di jaman yang sangat menekankan pentingnya punya pacar ini, aku menemukan bahwa banyak dari teman-temanku berusaha sedemikian rupa untuk mendapat pasangan hidup, banyak yang berjuang mati-matian untuk tampil menarik en keren, banyak yang ngabisin waktunya untuk beredar di mal-mal ato pesta supaya banyak yang dikenal, dan sebagainya. Mereka nggak menyadari kalo apa yang mereka lakukan tuh semu banget. Percuma nyari-nyari en berusaha sedemikian rupa kalo waktunya belum tiba. En yang lebih penting lagi, nggak ada gunanya menemukan pacar, tapi nggak mempersiapkan diri kita untuk menjadi orang yang Tuhan kehendaki terlebih dulu.
            
Aku nggak iri ato sensi sama teman-teman yang udah punya pasangan. Aku tau kalo kebutuhan tiap orang tuh berbeda-beda, demikian juga kalo pandangan en cara hidup setiap orang tuh nggak sama. Tapi aku sebel banget kalo digeneralisasi bahwa umur 22 tahun tuh harusnya udah punya pacar, bukannya cuma sibuk pelayanan sana sini. Ini hidup gue, terserah donk kalo gue mau pake buat nyenengin hati Bos besar gue. Buat aku, nggak ada gunanya melakukan segala sesuatu hanya untuk mengejar sebuah status “IN A RELATIONSHIP”.
            
Aku percaya bahwa masa-masa single tuh terlalu berharga jika hanya dihabisin untuk berusaha nyari pacar. Aku yakin kalo Tuhan punya tujuan khusus buat kita di masa-masa single kita. Yang aku pelajari dari kehidupan pribadiku, ada 3 tujuan yang Tuhan taruh dalam masa-masa single. 

Pertama, Dia ingin kita mengenal Pribadinya sebagai Pangeran Surgawi yang mengasihi kita, lebih daripada pangeran duniawi kita nanti akan mengasihi kita. Kita perlu merasakan cinta yang sejati dari Tuhan itu sendiri en menyadari bahwa cinta yang manusia berikan tuh nggak sebesar cinta-Nya. Kita bener-bener perlu untuk merasa puas sepuas-puasnya di dalam kepenuhan-Nya, bahkan tanpa pasangan hidup sekalipun. Pasangan hidup nggak akan membuat hidup kita sempurna, tapi hanya Yesus yang mampu membuat hidup kita menjadi sempurna. En kita juga perlu untuk mengenal Dia secara pribadi, bergantung penuh kepada-Nya lebih dari apapun. 

Kedua, Dia pengen kita menemukan panggilan hidup kita serta mengembangkan karakter, kapasitas, talenta, en kemampuan kita di masa-masa single. Ketika kita single, kita punya banyak waktu untuk menemukan panggilan hidup kita dan mengembangkannya untuk kemuliaan Tuhan. Masa-masa single adalah masa-masa yang indah banget untuk belajar banyak hal, nggak ada yang membatasi waktu kita untuk belajar sesuatu, untuk melakukan sesuatu yang kita sukai, untuk melayani Tuhan. Bahkan hal-hal yang kita pelajari itu suatu saat nanti bisa berguna untuk melengkapi pelayanan kita bareng pasangan hidup yang Tuhan berikan dalam hidup kita loh. Selain itu, kita juga bisa belajar keterampilan-keterampilan yang kita butuhkan untuk masa depan, seperti masak, menjahit, mengatur keuangan, mengurus rumah, dll. 

Ketiga, masa-masa single membuat kita bisa memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Ada hal-hal yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita lakukan selama kita masih single, seperti melayani keluarga kita, melayani teman-teman kita, melakukan perjalanan misi, dsb. Hal-hal tersebut memiliki makna yang mendalam saat kita melakukannya di masa-masa single. Kita bisa menikmati betapa berharganya arti keluarga, arti persahabatan, arti memberi diri buat orang yang kita kasihi.
            
Jadi inilah yang kulakukan selama aku masih single. Aku menikmati setiap saat yang aku miliki untuk mengenal Dia lebih dalam lagi. Aku memakai waktu-waktuku yang berharga untuk belajar mengembangkan kemampuanku. Aku belajar memberikan diriku untuk melayani Tuhan setiap ada kesempatan, belajar bahasa mandarin, belajar memasuki panggilan hidup sebagai penulis, belajar melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah seperti memasak, membersihkan rumah, mengatur keuangan, dsb. Singkatnya, aku sangat menikmati kehidupanku saat ini.
            
Bagiku, masa-masa single bukanlah masa untuk mengasihani diri sendiri maupun masa sibuk mencari-cari pacar, tapi masa-masa yang harus digunakan secara efektif untuk mengembangkan diri kita sedemikian rupa. Menjadi single nggak berarti kita nggak laku, nggak ada yang suka, atopun nggak berguna. Justru masa-masa single bisa kita gunakan sebagai masa-masa kita dimana kita punya high quality di hadapan Tuhan maupun manusia, dengan memiliki kehidupan yang efektif en berguna untuk memuliakan Tuhan serta melayani sesama.
            
So, be single en happy, guys ^^


December 5th 2012
12:40 pm

           

PENERIMA JANJI ATAU PENGGENAP JANJI


Aku ngefans banget sama tokoh Alkitab yang namanya Musa. Menurutku dia adalah seorang nabi yang sangat luar biasa karena hanya dia yang pernah berbicara berhadapan muka dengan Tuhan. Dia juga yang dipakai Tuhan untuk mengirim 10 tulah ke Mesir karena kekerasan hati Firaun. Dia juga yang diberi mandat oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Bahkan hanya Musa yang tercatat sebagai seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi (Bilangan 12:3).
           
Musa adalah seorang Ibrani yang diberi janji oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan membawa mereka masuk ke tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan. Musa berhasil membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, melewati padang gurun, melalui setiap masa dan musim yang penuh dengan gerutuan orang Israel yang tiada henti, membangun Kemah Suci, dan melawan musuh-musuh. Musa taat dan setia dengan setiap perintah Tuhan, Musa bertahan dalam kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi pemberontakan bangsa Israel selama 40 tahun, Musa mengalami banyak hal yang tidak dialami oleh pemimpin-pemimpin berikutnya. Namun, Musa gagal membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Perjalanan Musa sebagai pemimpin atas bangsa Israel harus terhenti tepat di sungai Yordan, hanya karena satu ketidaktaatan kecil. Musa yang menerima janji, namun Yosua-lah yang menggenapi janji itu.
            
Ketika aku membaca kisah Musa dan Yosua, aku belajar banyak hal. Tuhan adalah Allah yang mau memakai setiap anak-anak-Nya dengan maksimal, sampai rencana-Nya digenapi dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah merencanakan bahwa ada orang lain yang akan melanjutkan janji atau visi-Nya dalam hidup kita. Dia merancangkan untuk kita menerima janji dan kitalah yang menggenapi janji-Nya dalam hidup kita. Dia merancangkan keberhasilan dalam hidup kita untuk mencapai setiap janji dan visi yang Dia taruh bagi kita.
            
Namun seringkali kita mendapati bahwa visi atau janji yang Dia berikan kepada seseorang  itu tidak dapat diselesaikan oleh orang itu. Seperti Musa contohnya. Aku yakin banget kalo Tuhan nggak hanya merancangkan agar Musa hanya membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi Dia juga merancangkan agar Musa juga memimpin bangsa itu masuk ke tanah Kanaan. Sayangnya, janji itu tidak tergenapi dalam hidup Musa.
            
Malahan, Yosua (abdi Musa) yang menjadi penggenap visi atau janji Tuhan dalam kehidupan Musa. Yosua-lah yang menjadi penyelesai tugas yang Tuhan berikan ke tangan Musa, Yosua yang memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan dan mendudukinya. Yosua melihat janji Tuhan digenapi sepenuhnya dalam bangsa Israel, bahkan Yosua juga menerima milik pusaka di Kanaan.
            
Ketika aku membaca kisah ini, aku merenungkan hidupku. Apakah ada janji atau visi yang Tuhan berikan dalam hidupku, yang sampai saat ini belum aku selesaikan? Apakah ada hal-hal di hidupku yang perlu kubenahi agar aku layak untuk menggenapi janji-Nya dalam hidupku? Aku nggak mau jadi orang yang hanya menerima janji atau visi saja, tapi aku juga mau menjadi orang yang menerima atau menggenapi janji atau visi itu dalam hidupku. Ini bukanlah hal yang egois, tapi itulah kehendak Tuhan.

Sejatinya Dia nggak pernah menciptakan pemeran pengganti dalam panggung kehidupan kita. Dia memilih kita untuk memerankan peran kita hingga selesai, hingga janji dan vsisi-Nya dalam hidup kita tergenapi.  Dia ingin kita bener-bener memainkan peran kita dengan sebaik-baiknya, tanpa perlu menaruh pengganti untuk menyelesaikannya.

Musa tetaplah orang yang hebat di mataku, tapi aku nggak mau meniru kisah akhir hidupnya yang seolah-olah menggantung. Dia mengakhiri hidupnya tanpa melihat pengenapan janji Tuhan dalam hidupnya dan hidup bangsanya. Aku mau jadi orang yang melihat janji Tuhan digenapi dalam hidupku, dalam keluargaku, dalam pelayananku, dalam studi dan pekerjaaanku. Kalo Tuhan berjanji dalam kehidupanku, dalam keluargaku, dalam pelayananku,, siapa yang harus menggenapinya? AKU! Siapa yang harus bayar harga sampai akhir? AKU! siapa yang harus berlari hingga garis finish? AKU! Jadikan aku hamba yang setia mengerjakan bagianku sampai akhir, ya Tuhan.

December 16th, 2012
1:15 pm

GOD'S SECRET TO GREATNESS: THE POWER OF THE TOWEL (TOMMY TENNEY AND DAVID CAPE)

BAB 1: MENGGUNAKAN SENJATA YANG TEPAT DI DUNIA YANG SALAH
1. Kita harus belajar untuk menyisihkan "pedang" kita dan mengambil handuk kehambaan ketika kita berhadapan dengan sesama orang Kristen maupun non Kristen. Senjata pilihan di alam roh jelas sekali adalah "pedang Roh", namun senjata pilihan di alam duniawi adalah sebuah handuk. Mengayunkan pedang di bumi seringkali memecah belah dan memisahkan. Menyandang handuk di pundak seringkali "re-members" (menyatukan kembali sebagai anggota). Kehambaan akan menyatukan kembali apa yang telah terpecah.
2. Jangan menggunakan pedang di dunia, pedang itu hanya akan memecah belah dan memisahkan Tubuh Kristus. Pedang seharusnya hanya digunakan untuk melawan iblis dan antek-anteknya. 
3. Handuk adalah senjata pilihan Tuhan, senjata yang lembut dari seorang pelayan. "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Matius 23:11). Kerendahan hati dan jiwa seorang hamba akan menaklukkan lebih banyak kuasa yang menentang dalam dunia ini ketimbang kesombongan dan otoritas yang salah.
4. Manusia bukanlah musuh kita; Tuhan mengutus kita untuk melayani manusia sebagaimana Tuhan telah melayani kita. Ia "telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" (Filipi 2:7). Anak Allah melengkapi diri-Nya dengan sebuah handuk, membasuh kaki murid-murid-Nya dan menjadi hamba dari semua orang. Itulah teladan kita dan sumber bagi kebesaran yang sejati.
5. Jika kita ingin melihat kehendak Tuhan terjadi di dunia ini sebagaimana di surga, maka kita harus mengosongkan diri kita dari kemunafikan religius dan merendahkan diri kita. Kita harus menjadi pelayan bagi kebutuhan orang-orang di sekeliling kita.


BAB 2: HADIRAT-NYA HARUS MENGHASILKAN PERUBAHAN
1. Tuhan telah berketetapan membawa Injil dan pernyataan hadirat-Nya dari ruang atas rumah (tempat doa) ke jalanan. Ketika kita tidak mengizinkan hadirat Tuhan menghasilkan perubahan dan tindakan, pesan-Nya menjadi tidak ada artinya.
2. Yesus sangat sering berdoa, namun setiap hari Ia juga menunjukkan buah dari keintiman-Nya dengan Bapa-Nya.
3. Dunia harus melihat sebuah perbedaan dalam hidup mereka yang mengklaim telah berada dalam hadirat Tuhan. Tuhan selalu menyatakan diri-Nya kepada kita untuk suatu tujuan ilahi; Ia tidak tertarik hanya untuk menggentarkan atau menyenangkan kita.
4. Mereka yang benar-benar menghabiskan waktunya dalam hadirat Tuhan akan memiliki rasa kasih dan pengampunan yang begitu besar bagi orang lain serta belas kasihan yang menyala-nyala untuk yang terhilang. Tidak peduli betapa pun sulitnya keadaan, hal yang sejati yang didapatkan dalam hadirat Tuhan tidak akan pernah memudar atau terombang-ambing.
5. Jika Anda telah bersekutu dengan-Nya, Anda akan mencerminkan Dia. 


BAB 3: ROH KEHAMBAAN HARUS DITULARKAN, BUKAN DIAJARKAN
1. Roh kehambaan membuat perbedaan antara tugas dan kerinduan, antara melakukan apa yang harus Anda lakukan dan melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Kehambaan menjadi suatu sukacita jika Anda begitu dekat dengan Tuhan sehingga kerinduan-Nya akan menjadi kerinduan Anda.
2. Semangat dan gairah kehambaan yang rendah hati lebih baik ditularkan ketimbang diajarkan. Anda tidak bisa mengajarkan atau meneladankan kerendahan hati jika itu tidak ada dalam diri Anda; ini adalah masalah hati.
3. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu" (Matius 5:39). Ia tahu bahwa kita harus melepaskan hak kita jika kita ingin menjadi seorang hamba. Hidup Anda tidak lagi menjadi milik Anda sendiri; hidup Anda berada dalam tangan Tuhan Anda. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan Anda dapat mengurus masa depan Anda dengan lebih baik ketimbang Anda.
4. Lima karakteristik hamba yang sejati:
a. Seorang hamba harus siap merendahkan dirinya
Daud masih mengasihi dan menghormati Saul, bahkan setelah raja itu membuatnya terpaksa melarikan diri ke dalam pembuangan. Mengapa? Karena Daud memiliki hati seorang hamba yang rendah hati.
b. Seorang hamba harus bersemangat
Kita perlu menjadi sangat lapar akan Tuhan hingga kita benar-benar melupakan etiket.
c. Seorang hamba tidak pernah berusaha menyamakan dirinya dengan orang yang dilayaninya
d. Seorang hamba peduli
Daud peduli untuk mengajarkan kepada mereka harga diri dan keberanian (dengan pelatihan terbaik dalam hal doa, penyembahan, dan pujian), jadi mereka bisa menghadapi tantangan hidup dengan berani dan yakin. Tuhan memakai teladan Daud untuk mengubah sekelompok "para pecundang" yang gagal menjadi sebuah pasukan yang kuat yang menolongnya mengalahkan semua musuhnya setelah ia menjadi raja Israel.
e. Seorang hamba memberkati
Pengikut Kristus yang memiliki hati seorang hamba yang sejati akan cepat mengampuni dan melupakan luka dan kesalahan yang diakibatkan oleh orang lain. Pelayan Tuhan selalu memilih untuk memberkati, apakah itu melibatkan tindakan kebaikan, memberikan sukacita kepada orang lain atau secara aktif mengasihi orang yang hina melalui tindakan pelayanan yang nyata.


BAB 4: MELAYANI DENGAN HORMAT DAN SUKACITA
1. Sikap seorang hamba menentukan suasana istana. Bangku-bangku gereja kita penuh dengan orang-orang Kristen yang berkata bahwa mereka "melayani Tuhan", namun mereka sama sekali tidak memikirkan orang-orang yang terhilang. Mereka tidak memahami konsep bahwa "pelanggan" yang masuk ke dalam "toko roti" Tuhan dalam keadaan lapar, hancur, dan membutuhkan pertolongan adalah tujuan di balik semuanya itu.
2. Tidaklah cukup jika kita hanya mati terhadap kedagingan kita; kita harus mati dengan hormat. Kehambaan adalah kayu salib Kristus yang diperhadapkan kepada kita--panggilan peradilan yang harus kita penuhi setiap hari.
3. Empat cara untuk mengenali seorang hamba:
• melayani dengan sukacita
Semua hamba yang mengenal Dia yang dilayaninya akan bersukacita.
Pelayan-pelayan yang spontan dan penuh sukacita memberikan kesegaran dan kekuatan baru kepada mereka yang dilayani.
• tidak pernah bertanya "apa untungnya bagiku?"
Yusuf hanya memilih untuk mengenakan jubah seorang hamba dimanapun ia berada, apakah ia berada di dalam penjara, atau di istana Firaun. Tuhan tertarik pada pemimpin hamba.
• mencari kesempatan untuk melayani
Seorang hamba lebih mencari kesempatan untuk melayani ketimbang mencari persetujuan atau dilihat orang.
melayani ketika tidak seorangpun melihat
Kebanyakan orang Kristen yang jarang melayani di luar gereja mereka tidak melihat sisi lain dari pelayanan. Mereka tidak melihat saat-saat ketika orang-orang meludahi dan menyumpahi Anda. Tetapi, apa yang Anda lakukan ketika tidak seorangpun melihat, itulah yang penting.
4. Anda tidak bisa memiliki kekristenan tanpa kehambaan. Semua yang disebut sebagai Injil Kristen, tetapi gagal mengubah kehidupan ketika Injil itu dikotbahkan, adalah sesuatu yang tidak memiliki kuasa. Tidak ada jalan singkat menuju salib.
5. Sekaranglah saatnya bagi apa yang firman Tuhan disebut "keluhan-keluhan yang tidak terucapkan". Hal itu menggambarkan kenekatan ilahi yang kita alami di dalam Roh ketika kita diam-diam mulai berdoa, "jika Engkau ingin mengubah seseorang, ubahlah  aku, Bapa. Aku tidak peduli berapa harga yang harus dibayar.


BAB 5: KEHAMBAAN ADALAH SIKAP HATI, BUKAN KEMAMPUAN
1. Belas kasihan adalah tempat lahirnya berbagai mujizat, dan hati adalah rahim dari setiap mujizat yang akan kita alami dalam hidup ini. Jika sebuah keadaan tidak menggerakkan Anda, maka Anda tidak bisa menggerakkan surga.
2. Anda tidak akan memiliki sebuah kehidupan yang layak dijalani sebelum Anda menemukan sebuah alasan yang untuknya Anda bersedia mati. Kita seringkali menginginkan Tuhan melindungi kita ketika yang dikehendaki-Nya adalah mempersiapkan kita. Jika Ia tidak menahan Anak-Nya sendiri, Anda pikir siapa diri Anda? Kehambaan adalah panggilan tertinggi kita.
3. Jika hati Anda tidak diubahkan, ditangkap, atau dihancurkan oleh sebuah perjumpaan dengan Tuhan, maka Anda tidak akan bisa melayani orang lain sesuai dengan kehendak Tuhan. Kehambaan yang sejati adalah mengizinkan Tuhan mengubah hati kita.
4. Empat komponen penting yang membentuk sikap hati seorang pelayan:
• belas kasihan
• keyakinan
Hanya keyakinan yang dititahkan oleh Tuhan yang dapat menolong Anda bertahan dalam panggilan Anda untuk menjadi seorang hamba ketika semua orang telah meninggalkan Anda.
komitmen
• kasih


BAB 6: MEMAHAMI KUASA KEHAMBAAN DAN ARTI PENTING DARI MENYEMIR SEPATU
1. Kayu salib adalah lambang dari perubahan kita, atau pembebasan kita, dari kegelapan ke dalam terang melalui pengorbanan Yesus yang tidak mementingkan diri sendiri di Kalvari. Handuk adalah lambang lain dari "urusan keluarga" dan pekerjaan individual kita yang terus berjalan.
2. Kehambaan berarti bahwa semua yang saya miliki dan seluruh keberadaan saya ditempatkan untuk kepentingan Anda jika itu akan membawa Anda ke dalam hadirat Tuhan. Kehambaan bukanlah masalah bagaimana saya bisa memberikan nilai tambah dalam hidup saya, namun bagaimana saya memberikan nilai tambah dalam hidup Anda.
3. Letakkan pedang Anda dan ambillah handuk Anda. Letakkan rasa percaya Anda kepada apa yang telah diberikan-Nya kepada Anda; dan kemudian berikanlah itu kepada orang lain dengan iman.


BAB 7: MELIHAT APA YANG YESUS LIHAT
1. Banyak di antara kita tidak mengetahui nilai kehambaan karena kita tidak memiliki "mata seorang hamba". Mata Anda harus terbuka lewat sebuah pengalaman sehingga paradigma atau kerangka pemikiran Anda berubah, sebelum Anda bisa menjadi seorang hamba atau memahami kuasa kehambaan. "Ladang" bukanlah masalah--para pekerjalah yang tidak bisa melihat apa yang berada tepat di hadapan mereka.
2. Jika Anda takut akan apa yang ada di sana,  maka Anda tidak bisa mempengaruhi apa yang ada di sana.
3. Jika Anak Allah harus meninggalkan dunia-Nya untuk masuk ke dalam dunia kita, adalah masuk akal jika Anda dan saya harus meninggalkan bangku-bangku gereja kita untuk mempengaruhi dunia yang kita kenal melalui media. Jika mereka melihat lebih banyak hamba di antara kita, mereka akan lebih melihat Yesus di dalam kita. Jika mereka lebih melihat Yesus, maka mereka akan mengubah jalan mereka.
4. Belas kasihan adalah faktor motivasi di balik keajaiban, namun belas kasihan dalam hati dipicu oleh pandangan mata. Anda harus "tergerak" sebelum Anda bisa bereaksi.
5. Belas kasihan dan kepekaan tidaklah cukup bagi para hamba yang sejati; kasih yang sejati harus mengikatkan keduanya dan mengobarkan tindakan-tindakan fisik pelayanan di bawah pimpinan Roh Kudus. Kasih seorang hamba adalah kasih yang aktif, dan tidak seorangpun bisa menahan kasih untuk bertindak.
6. Gaya hidup Tuhan adalah bukti nyata bahwa jalan menuju ke atas adalah ke bawah. Ia membasuh kaki para murid-Nya, menolong para nelayan menjaring ikan, dan melayani puluhan ribu manusua dalam penyembuhan, pembebasan, pengajaran, dan bahkan secara adikodrati menyediakan makanan.
7. Mata siapa yang Anda pakai ketika Anda pergi bekerja setiap hari? Berdoalah terus supaya Tuhan mengubah hati Anda dan Ia akan melakukannya. Ketika Anda menjamah Tuhan dalam ruang tahta keintiman, iman Anda diubahkan menjadi kehambaan.


BAB 8: MENDENGAR DENGAN MATA DAN MELIHAT DENGAN TELINGA ANDA
1. Mekanik yang memperbaiki mobil balap grandprix menggunakan telinga mereka untuk "melihat" kerja internal mesin yang mereka buat. Mereka "mendengar" dengan mengamati operasi mesin, ritme, dan catatan waktu sementara mesin dijalankan pada berbagai kecepatan. Perjumpaan dengan Tuhan seharusnya secara permanen mengubah cara bagaimana kita menggunakan perlengkapan kita. Tuhan ingin kita mendengarkan dengan mata kita dan melihat dengan telinga kita.
2. Salah satu dimensi besar dari hati seorang hamba yang sejati adalah kemampuan untuk melihat hal-hal yang tidak tampak. Hikmat duduk berdampingan dan memahkotai kemampuan untuk melihat.
3. Semua orang yang melangkah dengan iman untuk melakukan kehendak Tuhan harus secara pribadi belajar bagaimana mendengar dan mempercayai-Nya. Adalah baik untuk mencari nasihat yang bijak, tetapi pada akhirnya keputusan yang Anda buat adalah antara Anda dan Tuhan.
4. Terkadang, kesejahteraan mereka yang kita layani bergantung pada kemampuan kita untuk bisa melihat berbagai kebutuhan dengan tepat, luka-luka yang tidak kelihatan melalui mata dan telinga normal kita. Namun kita tidak boleh memutuskan serangkaian tindakan hanya dengan apa yang dilihat oleh mata kita atau apa yang didengar oleh telinga kita.


BAB 9: MENGUBAH KEKECEWAAN MENJADI SEBUAH PERJANJIAN TUHAN
1. Kesetiaan membuat kita melekat pada hubungan, tujuan, komitmen, dan tugas sulit kita meskipun keadaan begitu penuh dengan rintangan, keraguan, dan permusuhan. Dibutuhkan kesetiaan agar Anda dapat dengan sukses menggunakan handuk seorang hamba sebagai suatu senjata, ketika mereka yang Anda layani berulang kali menolak Anda.
2. Tuhan kekurangan orang yang mau berjalan ke sebuah gunung dan melihat berbagai hal dari sudut pandang-Nya. Tidak peduli berapa kali Anda dijatuhkan dalam perjalanan kehambaan Anda, jika kesetiaan membantu Anda untuk melekat pada tujuan Anda dan kembali bangkit sekali lagi, maka Anda telah menang!
3. Jika Anda setia, kekecewaan yang Anda alami sepanjang jalan semata-mata akan memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk menghubungkan Anda dengan suatu perjanjian ilahi yang mulia dan "merekatkan" Anda kepada Tuhan.
4. Jika Anda kecewa, ada 3 hal penting yang harus Anda lakukan: membuat pilihan yang benar, mempertahankan tujuan, dan menanggapi ketimbang bereaksi.
5. Ketika Anda berada dalam suatu krisis, ada dua tempat utama dimana sebaiknya Anda berlindung: keluarga Anda dan Tuhan. Kepulangan itu bukanlah kekalahan. Kembangkanlah hubungan-hubungan di bumi dan di surga yang akan melindungi Anda dari badai kehidupan.
6. Kita semua mengalami saat-saat dalam kehidupan ketika kita harus menjawab pertanyaan, "Apakah aku mengasihi Yesus lebih daripada aku mengasihi dosaku?" Kunci untuk pengampunan dan kemenangan terletak pada cara kita menjawab pertanyaan yang sangat penting itu.
7. Yesus memanggil kita untuk berbuat lebih dari sekadar perubahan hati saja. Terkadang Ia memanggil kita untuk berbuat lebih banyak dari hanya sekadar mendoakan seseorang atau suatu keadaan tertentu--Ia menghendaki kita untuk mengampuni.


BAB 10: MELAYANI DENGAN PERSIAPAN ANTISIPASI
1. Kita menantikan Tuhan melalui penyembahan-- baik secara pribadi ataupun dalam persekutuan-- mengantisipasi kerinduan surgawi. Kita juga menantikan Tuhan dengan melayani pelanggan-pelanggan-Nya seolah-olah Ia ada di sana bersama kita. Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Matius 25:40).
2. Yusuf si pelayan menjadi berkat dan penyelamat kehidupan bagi Firaun dan seluruh Mesir karena ia tidak menunggu sampai bencana kelaparan menyerang. Ia mengantisipasi kebutuhan yang akan terjadi dan melakukan persiapan sebelumnya. Setiap orang yang selalu harus diberi tahu apa yang harus dilakukan bukanlah seorang pelayan.
3. Daud dipersiapkan dalam Roh karena Ia mengenal Tuhannya. Daud memberi tahu Raja Saul bahwa ia mencengkeram singa pada surainya dan membunuh singa itu, dan ia mempersembahkan kemuliaan atas perbuatannya itu kepada Allah. Inilah cara seorang hamba berhadapan dengan hal yang tak terduga.
4. Yesus adalah seorang pelayan ahli yang memahami pentingnya persiapan. Ketika ibu-Nya memberi tahu Dia bahwa tidak ada lagi anggur pada perkawinan di Kana, hal pertama yang Yesus lakukan adalah memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan bejana. Pelayan sejati juga mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan dengan menjadi peka secara rohani jauh sebelum waktunya.
5. Kepekaan terhadap Roh dapat membuat perbedaan antara suatu lawatan Tuhan yang penuh kuasa dan mengubahkan hidup yang membuahkan suatu kebangunan rohani dengan suatu kecapan singkat akan apa yang mungkin dapat terjadi kalau saja...


BAB 11: MENAMBAL KEBOCORAN DAN MELAYANI SEUMUR HIDUP
1. Banyak di antara kita yang datang ke gereja dan dipenuhi dengan kemuliaan, kuasa, dan kesucian Allah. Namun entah bagaimana dalam perjalanan kita keluar dari dapur Allah, kita menumpahkan isi gelas kemuliaan tersebut, sehingga kita menjadi terbiasa mempertahankan hidup kita dengan asap api surgawi dan bukannya dalam kobaran api ilahi.
2. Hidangan di meja Tuhan begitu luar biasa dan menggairahkan, namun sebelumnya seseorang harus mencuci serpihan tanah dari kaki orang berdosa dan orang saleh sebelum mereka bisa menghampiri meja. Jika kita tidak melakukan hal itu, akankah Raja Kemuliaan harus mempermalukan kita di depan umum dengan membungkuk sendiri untuk sekali lagi mengambil handuk-handuk kita yang jatuh?
3. Tujuh kunci untuk kehambaan setiap hari (S-E-R-V-A-N-T):
• S-peak love
Pusatkan perhatian pada orang yang telah ditunjukkan Tuhan dan mulailah mengucapkan kasih.
• E-ffective
Terkadang satu-satunya hal yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan dan orang lain adalah keringat di dahi dan kemampuan kita untuk merencanakan, membuat persiapan, dan mengatur.
• R-eveal Jesus
Carilah ayat Alkitab yang sesuai untuk dibagikan kepada orang yang sedang Anda layani, bahkan jika orang itu tidak mengenal Tuhan. Kemudian bacakan atau kutip ayat Alkitab yang telah diberikan Tuhan kepada Anda.
• V-erify
Pastikan dengan Tuhan apakah rencana Anda adalah "gagasan Tuhan" dan bukan hanya sekedar gagasan yang baik.
Beberapa hal penting lain dalam pelayanan:
A. Vitalitas
Bersikaplah antusias dan gembira, bahkan jika orang yang Anda layani tampak tidak menghargainya. Ingatlah untuk melakukan segala sesuatu seakan-akan untuk Tuhan, dan pertahankan sikap saleh dalam hati Anda.
B. Peka
Jangan pernah memaksakan keinginan Anda ketika melayani seseorang.
C. Melayanilah dengan sangat hati-hati
D. Keluarlah dan jangan menyerah pada ketakutan Anda
• A-ct in love
Lakukan hal yang telah Anda persiapkan untuk dilakukan. Lakukan dengan penuh sukacita.
• N-othing in return
Habiskan hari ini dalam doa, ucapkanlah syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang Anda miliki untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Buanglah hak untuk mengeluh dan diperlakukan dengan hormat.
• T-arry God
Bertanya kepada Tuhan untuk menunjukkan siapa yang akan kita layani minggu berikutnya.
4. Kebangkitan selalu dimulai di dalam hati dan menyebar dari satu hati ke hati yang lain. Jangan menunggu orang lain untuk menangkap visi. Beranikan diri Anda untuk memimpin sebagai seorang pengikut dan pelayan Kristus. Ijinkan Tuhan mengubah "DNA rohani" Anda dan menjadikan kehambaan sebagai identitas diri Anda, bukan sesuatu yang Anda lakukan.
5. Handuk yang digunakan dengan baik akan membangun Kerajaan-Nya dengan lebih cepat ketimbang pedang yang digunakan dengan tidak tepat.


TOMMY TENNEY & DAVID CAPE
God's Secret to Greatness: The Power of the Towel




November 28, 2012

THIS IS LIFE

Alunan simfoni yang harmonis
Deburan ombak menghempas
Belaian tangan penuh kasih
Rasa sakit yang menyiksa batin
           
      Senyuman indah menghias wajah
Derai air mata mengalir di pipi
Kepuasan menggapai asa
Terhempas dalam jurang 
keangkuhan diri

Mendaki naik ke puncak gunung
Terjatuh hingga ke dasar lembah
Hembusan angin sepoi-sepoi
Angin ribut penghancur harapan

            Impian menjadi nyata
            Penantian panjang tak berujung
            Kegembiraan membahana
       Doa yang menggantung di langit-
       langit

Sorak sorai penuh dukungan
Caci maki bak batu beterbangan
Tepuk tangan gegap gempita
Kesunyian di malam yang sepi
           
            Itulah kehidupan
            Saat  naik, saat turun
      Masa gembira, masa berduka
      Syukuri karunia Tuhan, indah 
      smua yang Dia bri

Oct 31st 2012