January 12, 2020

JANGAN BIARKAN IMANMU GUGUR

"tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32)
"I’ve prayed for you in particular that you not give in or give out. When you have come through the time of testing, turn to your companions and give them a fresh start" (Luke 22:32, the Message)


Beberapa hari lalu tiba2 Tuhan ingatkan ayat itu saat aku chatting ama temen soal gereja kami yang memutuskan untuk berpisah. Aku tau kalo ini masa2 yang sulit, kami diperhadapkan dengan kondisi yang ga menentu, hati yang kecewa dengan keputusan tidak bijak dari gembala sidang, en kebimbangan tentang masih patutkah kami bertahan di gereja itu atau perlu mencari gereja lain.

Sebenernya udah lama aku menduga pemisahan ini akan terjadi, tetapi tetep shock dengan keputusan gembala sidang yang pilih kasih. Tapi menurutku memang di akhir jaman akan ada banyak goncangan di dalam gereja, karena iblis berusaha merusak persatuan tubuh Kristus supaya rencana-Nya tidak digenapi. Justru itu gereja harus semakin berdiri teguh bahkan bersatu.

Jujur aja, aku ambil keputusan untuk coba berkeliling ke gereja lain, mencari ladang baru untuk bertumbuh. Aku ngerasa udah 14 taon lebih di gereja yang sama tuh bikin ga ada gregetnya lagi, terutama ketika udah tau terlalu banyak "borok" para pemimpin, atau dengan semua kejadian mengecewakan yang pernah terjadi. Ketika minggu lalu nyoba gereja kecil di daerah barat, aku ngerasa damai sejahtera, kotbah yang disampaikan juga mengena, ada hadirat Tuhan yang manis turun ketika ibadah. Masih banyak gereja yang berjalan dalam tuntunan Tuhan, hanya saja selama ini aku terlalu berpatok ke 1 gereja.

Aku berpikir, mungkin keputusan gereja yang sekarang ini membawa kebaikan bagiku, supaya aku ga menutup diri terhadap gereja2 lain. Mungkin memang ada tanah baru yang perlu kujelajahi, asal gereja itu berpegang teguh pada Yesus dan doktrinnya benar. Kuakui susah banget nyari gereja yang punya visi yang benar, pemimpin gereja yang bener2 takut akan Tuhan en berani menyampaikan suara-Nya di akhir jaman ini.

Sesaat aku memang sempet ngerasa mungkin keputusanku untuk berkeliling gereja tuh salah, di saat gerejaku sedang bergejolak seharusnya aku berdoa lebih untuk mendukung gembala. Tapi jujur aja, aku ngerasa ga respek dengan keputusan berpisah apalagi karena masalah uang. Mending aku coba keliling ke tempat lain, sambil mencari kehendak Tuhan.

Beberapa waktu ini, banyak hal tersingkapkan. Aku mulai mengerti duduk permasalahannya, tapi ga mau menghakimi. Aku belajar menetralkan hatiku dan berpikir bahwa pemisahan ini akan membawa kepada pemurnian, membedakan lalang dengan gandum, memisahkan Abraham dengan Lot, Yakub dengan Laban, Paulus dengan Barnabas. Ga semua perpisahan itu buruk, justru mungkin Yakub perlu keluar dari bayang2 Laban supaya bisa semakin menggenapi kehendak Tuhan.

Aku mulai berdoa untuk para pemimpin bahkan jemaat, menyikapi setiap berita dengan hati yang benar, ga mau menghakimi atau kecewa dengan orang2 tertentu. Semua ini proses yang harus dijalani, sekalipun keputusan mereka ini meretakkan banyak hubungan dan mematahkan banyak hati, tapi aku percaya justru Tuhan akan lakukan sesuatu yang luar biasa bagi orang2 yang bisa melalui masa2 ini.

Aku tau bahwa kita ga boleh taruh iman dan kepercayaan kita ke sosok pemimpin. Mungkin selama ini hal itulah yang membuat gereja ini timpang sehingga perlu digoncangkan, supaya setiap orang kembali memandang kepada Sang Juruselamat Sejati. Manusia memang akan selalu mengecewakan, namun jangan biarkan hal itu mempengaruhi iman kita kepada Tuhan Yesus.

Aku tau bahwa Tuhan ingatkan aku akan ayat  di atas untuk sebuah tujuan. Karena beberapa orang bertanya2 kepadaku tentang kelanjutan kasus yang berujung pemisahan itu, mendiskusikan sikap gembala sidang, serta kebimbangan untuk ikut di pihak yang mana. Aku cuma berpikir bahwa selama kita ikut Yesus, ga masalah siapapun pemimpinnya, toh manusia hanya akan memimpin sementara. Tapi kita perlu cermat memilih pemimpin yang dengar2an akan suara Tuhan, bukan hanya bergantung pada nama besar maupun jabatan tertentu.

Apapun yang terjadi hari2 ini, jangan biarkan imanmu gugur. Iman kita ga tergantung pada situasi, perubahan hidup (sekalipun dalam ranah gereja), maupun ketidakpastian. Justru di masa2 inilah kita perlu semakin memperkuat iman kita di dalam Kristus, karena hanya Dialah yang ga pernah mengecewakan.

Be strong and courageous, peeps!

IN THE EYE OF THE STORM PART 3 (MAX LUCADO)

BAGIAN 3: SENGATAN KEGAGALAN
BAB 21: KASTIL-KASTIL DUKA
1. Ada "dukacita yang dari dunia ini", tulis Paulus, "menghasilkan kematian". Rasa bersalah yang membawa ajal. Dukacita yang fatal. Penyesalan beracun yang mematikan.
2. Inilah kisah Allah yang mengulurkan tangan-Nya di lautan yang mengamuk dalam badai. Ia merupakan jawaban yang diajukan setiap orang: "Apa yang dilakukan Tuhan kalau saya gagal?" Jawabannya terdapat dalam dasar dari rumah yang telah Anda miliki.


BAB 22: RASA TAKUT YANG MENJADI PERCAYA
1. Dari rasa takut akan lahir perbuatan iman, sebab iman seringkali anak dari rasa takut.
2. Perbuatan iman yang hebat jarang dilahirkan dari pertimbangan yang tenang. Pada permulaan setiap tindakan iman, sering terdapat benih ketakutan.
3. Iman dimulai kalau Anda melihat Allah di atas gunung dan Anda ada di lembah dan Anda tahu bahwa Anda terlalu lemah untuk naik ke atas.
4. Respon ini tidak salah. Iman yang dimulai dengan rasa takut akan berakhir lebih dekat kepada Bapa.


BAB 23: MENGAPA TUHAN TERSENYUM
1. Saya mulai melihat bahwa humor mungkin satu-satunya jalan Allah begitu lama bertahan dengan ulah kita.
2. Menerima kasih karunia adalah mengaku gagal, suatu langkah yang kita enggan ambil. Kita pilih untuk mengesankan Allah dengan kebolehan kita daripada mengaku betapa besar Dia. Kita memusingkan kepala dengan doktrin. Kita bebankan diri dengan peraturan. Kita pikir, Allah akan tersenyum melihat usaha-usaha kita.


BAB 24: TAMU YANG BERKORBAN
1. Memuja, menyembah, atau beribadah, adalah kalau Anda menyadari bahwa apa yang diberikan kepadamu jauh lebih besar daripada apa yang dapat Anda berikan. Memuja adalah "terima kasih" yang tidak mau diam.
2. Memuja, beribadah, adalah tindakan bersyukur yang sukarela, yang diberikan dari yang diselamatkan kepada Penyelamat.
3. Kita pun diselamatkan oleh Tamu yang berkorban. Kita pun diselamatkan oleh Dia yang membuat perjalanan jauh dari tempat yang hanya Tuhan tahu. Dan kita mempunyai alasan untuk melihat ke langit...dan memuja.


BAB 25: KEKUDUSAN BERPAKAIAN JAS MANDI
1. Jika duniamu menyentuh dunia Allah, hasilnya adalah saat yang suci. Jika harapan besar Allah mencium derita duniamu, saat itu adalah kudus.
2. Lihatlah cermin itu. Pandanglah dia yang kudus. Gambar kesempurnaan sedang memandangmu. Saat yang suci sudah tiba. Apa yang membuat saat pagi itu begitu suci ialah kejujuran. Apa yang membuat cermin pagi suci ialah karena Anda melihat persis yang Allah lihat. Dan yang Allah kasihi. Karena anak sang Raja sudah bangun dari tidurnya.
3. "Kasih", tulis salah satu jiwa yang telah diampuni, "menutupi banyak sekali dosa" (I Petrus 4:8). "Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan" (Ibrani 10:14).
4. Mengenai posisi kita di hadapan Allah, kita sempurna. Bila Ia melihat kita masing-masing, Ia melihat seorang yang telah disempurnakan oleh Dia yang sempurna--Yesus Kristus.
5. "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah" (Kolose 3:3). Bila Allah melihat kita, Ia juga melihat Kristus. Ia melihat kesempurnaan! Tetapi ingat, bukan kesempurnaan yang kita perjuangkan sendiri, tetapi kesempurnaan yang dibayar oleh Dia.
6. Sementara Anda mengeluh, kekekalan mendesah takjub. Sementara Anda tersandung, para malaikat terpesona. Apa yang Anda lihat di cermin sebagai bencana pagi hari, sesungguhnya adalah mujizat pagi hari. Kekudusan berjas mandi.
7. Ayo, silakan berpakaian. Buat untuk dirimu sendiri. Buat saja untuk citramu. Buatlah untuk kepentingan mereka yang harus duduk di sampingmu. Tapi jangan untuk Tuhan. Ia sudah melihatmu sebagaimana adanya sesungguhnya. Dan di dalam buku-Nya, Anda sempurna.


BAB 26: PILIHAN
1. Teliti jauh ke dalam Dia. Jelajahi setiap sudut. Periksa setiap pagi. Hanya kasih yang Anda temukan. Kembalilah kepada setiap permulaan keputusan yang Ia buat dan Anda akan menemukannya. Periksalah setiap akhir cerita yang dikisahkan-Nya dan Anda akan melihatnya. Kasih.
2. Meniadakan pilihan sama dengan meniadakan kasih.
3. Di dalam diri pria itu Allah telah letakkan benih ilahi. Benih dari diri-Nya sendiri. Sang Pencipta telah menciptakan bukan makhluk, tetapi pencipta yang lain. Dan Dia yang memilih untuk mengasihi telah menciptakan seseorang yang dapat mengasihi kembali. Sekarang itu pilihan kita.


BAB 27: TERJEBAK DENGAN CELANA MELOROT TETAPI KEPALA KE ATAS
1. Saya rasa, siapa saja yang membuang badan ke pangkal pertama patut dihormati. Berapa banyak orang yang dapat kita lihat berlari kencang sepanjang garis pangkal kehidupan, lebih peduli untuk menyelesaikan tugasnya daripada memikirkan keamanan mereka? Berapa kali Anda menyaksikan orang langsung terjun, kepala duluan, ke dalam sesuatu?
2. Salut kepada kalian semua orang berani mati, pecinta hidup dan Allah, yang berdiri pada garis permulaan karena Anda sudah membayar untuk berada disana.
3. Jadi, bagaimana kalau Anda lupa menyenangkan orang banyak dan terjebak dengan celana melorot? Paling tidak Anda bermain di golongan profesional. Kebanyakan dari kita belum mencapai tingkatmu.


BAB 28: LIMUN DAN KEMURAHAN
1. Siapa saja yang tidak mencoba memberi pelayanan terbaik, lalu mendapati bahwa yang terbaik sudah diberikan dan kendinya harus diisi kembali? Dan tidak ada satu orang pun yang tidak bertanya apa yang dibuat Allah kalau apa yang kita janjikan dan apa yang kita berikan sama sekali tidak ada persamaan?
2. Stand limun dan menghidupi kehidupan ini akan merupakan usaha penuh resiko kalau tidak ada orang asing yang baik hati yang muncul di jalan kita. Tetapi, syukur kepada Allah bahwa mereka datang. Dan syukur kepada Allah bahwa Ia datang.
3. Kali berikut ketenanganmu menjadi kekacauan, ingat itu. Kali berikut Anda mendapati dirimu dalam badai dan tidak dapat melihat Allah di kaki langit, renungkan stand limun tadi. Dan bila perjalananmu di atas air berubah menjadi menggelepar-gelepar di kedalaman seperti halnya dengan Petrus, arahkan matamu ke atas dan lihat... Seorang Asing yang baik hati mungkin membawa kemurahan ke jalanmu...dan hidupmu.


KESIMPULAN:
1. Baik juga diingatkan kembali bahwa perjalanan hanya singkat. Bahwa Yesus tahu bagaimana perasaan saya dan bahwa Ia akan turun dari gunung dan berjalan melalui badai untuk meyakinkan saya akan hal itu.
2. Baik sekali untuk mendengar guntur Allah. Mudah-mudahan baik juga bagi Anda.
3. Saya harap Anda tidak akan lupakan Peraturan Menara Api terakhir: Dekati kehidupan ini seperti perjalanan di atas kapal layar. Nikmati pemandangannya. Jelajahi kapal itu. Bersahabatlah dengan kapten. Memancinglah sedikit. Kemudian, turunlah kalau sudah sampai di rumah. Selamat berlayar!


Max Lucado
In the eye of the storm

January 4, 2020

IN THE EYE OF THE STORM PART 2 (MAX LUCADO)

BAGIAN II: BADAI KERAGU-RAGUAN
BAB 11: MELIHAT TUHAN DI DALAM PECAHAN KACA
1. Ada jendela dalam hatimu; melaluinya Anda  dapat melihat Tuhan. Anda mengenal Allah. Anda tahu bahwa Allah mempunyai kehendak dan Anda senantiasa menemukan apa kehendak itu.
2. Kemudian, secara tiba-tiba jendela itu retak. Sebuah batu memecahkan kaca itu. Batu kepedihan. Kepedihanmu menyebabkan distorsi pandangan.
3. Kebanyakan dari kita tahu bagaimana rasanya kalau dikecewakan oleh Tuhan. Kebanyakan dari kita mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan kalimat ini, "Jika Allah itu Allah, maka..."
4. Kita mencari Tuhan tetapi tidak menemukan-Nya. Kaca yang terpecah-pecah menghalangi penglihatan kita. Garis-garis menutupi wajah-Nya. Potongan kaca besar membuat pemandangan menjadi kabur. Dan sekarang Anda tidak begitu yakin lagi apa sebenarnya yang Anda lihat.
5. Perhatikan bahwa Yesus mengirim murid-murid ke dalam badai sendirian. Badai terbesar malam itu bukan di langit tetapi di hati para murid. Rasa takut paling besar bukan karena melihat gelombang yang ditiup badai; datangnya karena melihat punggung pemimpin mereka ketika Ia meninggalkan mereka menaiki lereng gunung.
6. Stres menyerang urat syarafmu. Angin ribut menyerang imanmu. Stres menginterupsi. Angin ribut menghancurkan. Stres datang seperti sirene. Angin ribut datang seperti peluru kendali. Stres membuat harimu kelabu. Angin ribut mendorong masuk malam gelap. Pertanyaan stres adalah, "Bagaimana saya dapat menanggulangi?" Pertanyaan di dalam angin ribut ialah, "Dimana Tuhan dan mengapa Ia melakukan ini?"
7. Jika Anda tidak dapat melihat Dia, percayalah kepada-Nya. Sosok yang Anda lihat bukan setan. Suara yang Anda dengar bukan angin. Yesus lebih dekat daripada yang Anda impikan.


BAB 12: DUA PAPA DUA PESTA
1. Untuk mencapai tujuan, kita harus menolak beberapa permintaan
• "Tidak" adalah kata yang perlu dibawa serta di perjalanan.
• Hasrat Allah adalah bahwa Anda mencapai tujuan. Jadwal-Nya meliputi perhentian pemberi semangat pada perjalananmu. Ia tidak menyetujui pemberhentian yang menghambatmu. Bila rencana berdaulat-Nya dan rencana duniawimu bertabrakan, harus diambil keputusan. Siapa yang memimpin pada perjalanan?
2. Anak-anak tidak punya pengertian tentang menit-menit atau mil
• Biasanya Ia memilih untuk mengukur yang di sini dan sekarang dibanding di sana dan nanti. Dan kalau Anda membandingkan hidup ini dengan hidup itu, hidup ini tidak lama.
3. Anak-anak tidak dapat membayangkan imbalannya
Saya dapat menanggung perjalanan jauh karena saya tahu tujuannya.
• "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (II Korintus 4:16-18).
4. Bermanfaat sekali
• Tantangan-tantangan kemarin lebur dalam sukacita hari ini.
• Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa perjalanan itu mudah, tetapi Ia mengatakan bahwa tibanya akan besar manfaatnya.
• Tuhan mungkin tidak melakukan apa yang Anda inginkan, tetapi Ia akan berbuat yang benar...dan yang terbaik.


BAB 13: BADAI KERAGUAN
1. Dimana Allah kalau dunia-Nya diguncang angin ribut? Setiap kali angin ribut datang, saya memandang ke langit yang makin gelap, saya katakan, "Tuhan, tolong berikan sedikit terang".
2. Terang Allah di dalam malam-malam gelap kita sama banyaknya dengan bintang-bintang di langit, asalkan kita mencarinya.
3. Terang yang lemah lembut. Solusi Tuhan untuk badai keragu-raguan. Kilap-kilap berbintik emas yang membawa nuansa keemasan harapan ke dalam kegelapan. Bukan sambaran kilat. Bukan ledakan terang. Hanya terang yang lemah lembut.


BAB 14: MUJIZAT SANG TUKANG KAYU
1. "Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri" (Matius 14:23). Apa yang Yesus impikan untuk dibuat dan apa yang rupanya dapat Ia buat terpisah satu dengan yang lain oleh kesenjangan yang tidak mungkin dijembatani.
2. Mungkin Ia mengangkat kepala-Nya keluar dari kekacauan dunia cukup lama untuk mendengar solusi sorgawi. Mungkin Ia diingatkan bahwa hati yang degil tidak mengganggu Sang Bapa. Bahwa orang sulit tidak mengusik Dia yang kekal. Kita tidak tahu apa yang Ia buat atau katakan. Tetapi kita tahu hasilnya. Bukit itu menjadi batu loncatan, badai itu menjadi jalan.
3. Yesus tidak berusaha menyelesaikan sendiri. Mengapa Anda harus?


BAB 15: HIKMAT TUKANG POTONG KAYU
1. Penilaian yang baik menuntut adanya gambaran yang luas. Satu kegagalan tidak membuat seseorang menjadi kegagalan total; satu prestasi belum membuat seseorang berhasil.
2. Yang Anda tahu hanyalah sepotong. Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu.
3. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.
4. "Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri" (Matius 6:34).
5. Ia yang paling tahu. Ia menulis cerita kita. Dan Ia sudah menulis bab terakhir.


BAB 16: PERATURAN-PERATURAN MENARA API
1. Peraturan menara api mengandung lebih dari hanya ide bagus, kesukaan pribadi, dan pendapat yang jujur. Mereka merupakan kebenaran pemberian Allah yang sudah diuji oleh waktu dan menetapkan alur yang Anda harus pilih dalam hidupmu. Kalau Anda menaatinya, Anda akan menikmati perjalanan yang aman. Anda mengabaikannya, maka Anda akan terhempas atas batu karang realitas.
2. Dekati kehidupan ini seperti perjalanan di atas kapal layar. Nikmati pemandangannya. Jelajahilah kapal itu. Bersahabatlah dengan kapten. Memancinglah sedikit. Kemudian, turunlah kalau sudah sampai di rumah.


BAB 17: IA BERBICARA DARI DALAM BADAI
1. Ia berbicara dari dalam badai dan ke dalam badai, sebab disitulah Ayub berada. Disitulah Allah terdengar paling baik. Suara Allah menggelegar di ruangan. Elihu jatuh terduduk. Ayub bangun terduduk. Dan mereka berdua tidak akan sama lagi seperti dulu.
2. Allah tidak berhutang kepada siapapun. Tidak ada penjelasan. Tidak ada alasan. Tidak ada bantuan. Tidak ada kebaikan yang harus dibalas. Maka fakta bahwa Ia memberi segala sesuatu kepada kita menjadi lebih menakjubkan.
3. Allah tidak pernah dibuat kesal oleh lilin pencari yang jujur.
4. "Aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" (Ayub 42:5). Ayub melihat Allah--dan itu sudah cukup. Tetapi belum cukup bagi Allah. Dalam tahun-tahun mendatang, Ayub dengan kesehatan yang sudah pulih dan keuntungan yang bertambah. Ia mempunyai anak-anak lagi dan cucu-cucu dan buyut--empat generasi.
5. Allah memberi kepada Ayub lebih daripada yang pernah diimpikan Ayub. Allah memberi Diri-Nya.


BAB 18: PERMENUNGAN PEZIARAH
1. "Ketika Ia sedang berdoa", tulis Lukas, "rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan". Untuk satu saat kemilau, beban kemanusiaan-Nya terangkat. Perjalanan berdebu dan hati yang keras jauh dari tempat ini. Dia yang letih diingatkan bahwa keletihan itu akan berlalu.
2. Dari kedalaman awan itu, Bapa berbicara: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Matius 17:5). Dia yang sudah hilang semangat diperkokoh kembali. "Apa yang dipikir manusia tidak penting", Allah berseru, "Yang Aku pikir, itu penting".
3. Ia adalah Bapa--pada perjalanan panjang di tempat yang dingin. Ia diberi--seperti mereka, seperti kita--sekilas dari rumah. Dan mimpi hari esok menjadi keteguhan hari ini.


BAB 19: BADAI KITA, JALAN DIA
1. Malam itu ganas sekali, namun Ia berbicara seakan-akan laut itu tenang dan langit diam.
2. Petrus turun dari perahu dan melangkah ke atas air. Jalan ke Yesus ini merupakan pita ketenangan. Damai. Hening. Yesus memancarkan terang di ujung jalan. Tersenyum.
3. Bahaya bagi kami, bagi Dia hanya jalan memutar.
4. Ada saat-saat dalam hidup seseorang ketika ia menyadari bahwa ia tidak akan sama lagi seperti dulu, bahkan di tengah-tengah pengalaman itu. Saat-saat yang berfungsi sebagai tonggak perjalanan untuk selama-lamanya.
5. Saya melihat Allah. Allah yang tidak dapat diam kalau badai itu terlalu ganas. Allah yang membiarkan saya menjadi cukup takut sehingga membutuhkan Dia, lalu datang cukup dekat agar saya dapat melihat Dia. Allah yang menggunakan badai-badaiku sebagai jalan-Nya untuk datang kepadaku.


BAB 20: AKAN MEREKA BUAT LAGI
1. Akan mereka buat lagi. Saya yakin itu. Murid-murid akan naik perahu yang sama lagi dan berdayung di dalam badai. Mengapa? Sebab melalui badai mereka melihat sang Juruselamat.
2. Kalau Anda mengenal Allah sebagai Pencipta, Anda akan mengagumi Dia. Kalau Anda mengenal kebijaksanaan-Nya, Anda akan belajar dari Dia. Kalau Anda menemukan kekuatan-Nya, Anda akan mengandalkan Dia. Tetapi hanya kalau Ia menyelamatkan, Anda akan memuja Dia.
3. Dan sejak saat itu, Ia bukan hanya ilah untuk dikagumi, guru yang diamati, atau tuan yang harus dipatuhi. Ia adalah sang Juruselamat. Penyelamat yang harus dipuja.
4. Satu musim dengan penderitaan harga yang tidak tinggi untuk mendapat pandangan dari Allah.





IN THE EYE OF THE STORM PART 1 (MAX LUCADO)

BAGIAN I: STRESS KARENA TUNTUTAN
BAB 1: DARI KETENANGAN SAMPAI KEKACAUAN
1. Anda tahu bahwa hidup ini dapat berubah dari ketenangan menjadi kekacauan dalam beberapa detik saja. Tidak ada peringatan lebih dulu. Tidak ada pengumuman. Tidak ada persiapan.


BAB 2: ALLAH DI BAWAH TEKANAN
1. Kuatkan hatimu. Yesus mengenal perasaanmu.
2. Agar Anda dan saya percaya bahwa Sang Penyembuh mengenal kepedihan kita, Ia secara sukarela menjadi salah satu dari kita. Ia menempatkan diri pada posisi kita. Mengapa Ia melakukan itu? Supaya kalau Anda merasa sakit, Anda akan pergi kepada-Nya, Bapamu dan Doktermu, dan membiarkan Dia menyembuhkan Anda.


BAB 3: KASIH SEORANG IBU--EMPATI SEORANG SAHABAT
1. Allah melihat kita dengan mata seorang Bapa. Ia melihat cacat-cacat, kesalahan, dan aib kita. Tetapi Ia juga melihat nilai kita. Dan karena Ia tahu itu, orang tidak merupakan sumber stres tapi sumber sukacita.
2. Ketika tangan-tangan menjangkau dan suara-suara menuntut, Yesus menjawab dengan kasih. Ia melakukan itu karena kode di dalam diri-Nya mematikan alarm. Kode itu patut dicatat: "orang-orang itu berharga".
3. Di samping kekuatan-Nya yang kudus, Ia juga mempunyai kesadaran kudus. Yesus mengenal hati setiap pribadi. Dan Ia dapat melihat tidak hanya masa lalu mereka, tetapi juga masa depan mereka.
4. Kebaikan Allah didorong oleh sifat-Nya, bukan karena kelayakan kita.
5. Jangan lewatkan pandangan yang berlawanan. Ketika Yesus melihat orang-orang itu, Ia melihat kesempatan untuk mengasihi dan menggarisbawahi nilai mereka. Ketika para murid melihat orang-orang itu, mereka melihat ribuan masalah.


BAB 4: KALAU NELAYAN TIDAK MENANGKAP IKAN LAGI
1. Kalau orang yang diundang untuk memancing tidak memancing, mereka bertengkar. Kalau tenaga yang dimaksudkan untuk digunakan di luar dipakai di dalam, hasilnya cenderung meledak. Daripada melempar jala, kita melempar batu. Daripada menjulurkan tangan yang membantu, kita mengacungkan jari penuduh. Daripada menjadi penjala orang hilang, kita menjadi pencela mereka yang diselamatkan. Daripada membantu yang terluka, kita melukai yang membantu.
2. Kalau mereka yang dipanggil unruk memancing, memancing--mereka mekar, berkembang.


BAB 5: KERIANGAN DALAM PERJALANAN
1. Di tengah perjalanan, terlintas di pikiran saya bahwa ia satu-satunya orang yang menyenangi penerbangan itu. Kami yang lain, orang-orang "berpengalaman" terlalu matang untuk beriang gembira.
2. Tidak ada gunanya, saya putuskan, untuk mengikuti penerbangan tetapi melewatkan perjalanan.


BAB 6: LUAR BIASA
1. Hal-hal luar biasa lazimnya terjadi dalam peristiwa yang biasa-bisa saja.
2. Setiap hari saya mendapat kehormatan untuk duduk dengan buku yang memuat kata-kata dari Dia yang menciptakan saya. Setiap hari saya mendapat kesempatan untuk membiarkan Dia memberi saya pikiran satu dua mengenai cara hidup.
3. Saya mulai belajar bahwa kalau saya melihat... kalau saya membuka mata dan mengamati... ada banyak alasan untuk memberi salut, memandang kepada Sumber segala-galanya, dan berterima kasih.


BAB 7: TERIMA KASIH UNTUK ROTINYA
1. Berapa banyak orang dapat dikenyangkan dengan satu porsi? Itulah sebabnya ia tidak berikan makanan itu kepada orang banyak. Ia memberikannya kepada Yesus. Ada yang membuat dia sadar bahwa kalau ia menanam benihnya, Allah akan menganugerahkan hasil panennya.
2. Saya ingat akan kasihmu kepada Tuhan yang lebih besar daripada kasihmu kepada nama baikmu. Saya berpikir tentang ketaatanmu yang lebih besar daripada akal sehatmu. Saya ingat bagaimana Anda lebih peduli untuk membuat lebih banyak murid daripada membuat kesan pertama yang baik. Dan ketika saya teringat kepada Anda, memori akan Anda menjadi motivasi saya.
3. Terima kasih untuk teladanmu. Terima kasih untuk keberanianmu. Terima kasih karena memberikan makanan siangmu kepada Tuhan. Ia berbuat sesuatu dengannya, karena itu menjadi Roti Hidup bagi saya.


BAB 8: LAMUNAN DI MINNEAPOLIS
1. Kami tidak mengambil keputusan. Kami tidak memecahkan masalah. Kami tidak menyelesaikan konflik besar. Kami hanya bercakap-cakap. Dan saya merasa lebih nyaman.
2. Saya tahan menjadi peziarah asal saya tahu bahwa saya dapat menelepon ke rumah kapan saja. Yesus dapat... dan itu dibuat-Nya. Ia memerlukan semenit bersama seorang yang mengerti.
3. Mungkin Yesus, seperti saya, sedikit lelah karena kesibukan menyelesaikan suatu tugas di negeri jauh dan perlu menelepon ke rumah. Maka dibuat-Nya itu. Ia bercakap-cakap dengan Dia yang dikasihi-Nya. Ia mendengar suara-suara rumah yang dirindukan-Nya. Dan Ia diingatkan bahwa kalau terjadi ribut-ribut, surga datang mendekat.
4. Mungkin Anda juga harus menelepon ke rumah. Tuhan akan senang kalau Anda melakukan itu-- tetapi Anda akan jauh lebih senang.


BAB 9: MENGHALAU SUARA-SUARA ITU
1. Anda sudah mendengarnya. Mereka mengatakan untuk menukar integritasmu dengan obral yang baru. Membarter keyakinanmu untuk transaksi yang gampang. Untuk menukar kesetiaanmu dengan kesenangan cepat.
2. Suara-suara. Ada untuk kenikmatan. Ada untuk kekuasaan. Ada yang menjanjikan penerimaan. Ada menjanjikan kelembutan. Tetapi semua menjanjikan sesuatu.
3. Yesus memilih untuk menyendiri bersama Allah yang sejati daripada berada di antara orang banyak bersama orang yang salah.
4. Tanda seekor domba yang baik ialah kemampuannya mendengar Gembalanya.
5. Suara mana yang Anda dengarkan? Tidak ada suara-suara sebegitu nyaring sehingga suara Allah tidak dapat didengar... kalau saja kita mau mendengar.


BAB 10: FOTO DAN FILE
1. Letak foto keluarga dan file undangan berkotbah itu membuat saya berpikir. Ada sesuatu yang simbolis mengenai cara saya secara tidak sadar menempatkan surat-surat di samping foto keluarga itu. Siapa yang akan menang? Pasir dalam jam pasir hanya terbatas. Siapa yang mendapatnya?
2. Di satu pihak permintaan akan waktu dan tenagamu. Kesempatan bagus sekali untuk berbuat baik. Di pihak lain terdapat orang-orang terkasih di duniamu. Mereka tidak menulis surat kepadamu. Mereka tidak menghendakimu karena apa yang dapat Anda lakukan bagi mereka, mereka menginginkan Anda karena keberadaanmu.
3. Tuhan mempercayakan muatan kepada kita: anak-anak, istri/ suami, teman. Tugas kita ialah mengerjakan bagian kita dalam usaha mengangkut muatan itu sampai ke tempat tujuan. Namun, kalau program diprioritaskan di atas manusia, seringkali manusialah yang menderita.
4. Matius 14:22 berkata "Ia (Yesus) menyuruh orang banyak pulang". Ia mengatakan tidak kepada yang penting agar dapat mengatakan ya kepada yang vital.
5. Jika Yesus menganggap perlu untuk menolak tuntutan orang banyak agar dapat berdoa, menurut Anda, tidakkah kita perlu juga melakukan itu?
6. Berbahagialah mereka yang mengakui tanggung jawab mereka merupakan pemberian Tuhan. Berbahagialah mereka yang mengakui bahwa hanya ada satu Allah dan sudah berhenti meraih kedudukan. Berbahagialah mereka yang tahu "memilih apa yang baik".

January 1, 2020

2020, I'M READY

Happy new year, guys! Taon ini visi GMS di bawah kepemimpinan ko Philip adalah "The year of unity and acceleration", sementara di bawah kepemimpinan pak Jusuf "Purified for growth". Aku sendiri dapet ayat pribadi dari Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Sebenernya aku memasuki taon 2020 ini penuh dengan berbagai perasaan berkecamuk, antara antusias, waswas, beriman, kuatir, takut, en kecewa. Tapi mengingat bahwa Eben Haezer, sampai di penghujung 2019 Tuhan masih menyertai en menjawab doa walopun dengan cara en waktu di luar prediksi, bikin aku terus menguatkan hati. Life must go on, jangan karena masalah bertubi2 yang belom selesai tuh bikin iman jadi ciut.

Aku yakin bahwa Tuhan akan menyertai di taon 2020 dengan cara yang berbeda, akan ada pengenalan yang lebih dalam akan Dia, mungkin juga masih banyak badai hidup yang perlu kuhadapi. Setelah baca ulang bukunya Max Lucado "In the eye on the storm", hatiku banyak ngerti. Buku ini kayaknya emang tepat banget kukeluarkan dari lemari di akhir taon kemaren. Banyak kata, kisah, en pewahyuan yang menguatkan hatiku untuk tetap melangkah bersama Yesus di taon 2020.

Aku ngerasa banyak kegagalan di taon 2019, banyak ga memahami kehendak Tuhan, banyak buku yang ga kelar kubaca termasuk Alkitab (so sad). Rasanya 2019 adalah taon terberat yang pernah kujalani, imanku sempet terseok2, aku kehilangan arah en tujuan, putus asa di berbagai area hidup. Namun Tuhan tolong, Tuhan kuatkan, en Tuhan taroh orang2 yang tepat untuk menyokong aku. Bersyukur juga karena aku boleh melayani beberapa orang di 2019 en di hari pertama 2020 aku dapet cerita kemenangan dari Maya. God bless you, May! 😘

Hal itu bikin aku semakin mantap untuk menaruh harapanku ke Tuhan saja di sepanjang 366 hari ke depan. Kalo Tuhan masih pakai hidupku untuk mberkati orang laen sekalipun aku terseok2, aku kudu tegapkan langkah kakiku supaya bisa dipakai-Nya lebih dahsyat. Kesusahan sehari cukup sehari tuh mungkin bukan ayat emas yang wow, tapi aku yakin Tuhan kasi ayat itu karena tau apa yang akan kuhadapi ke depan en Ia ga mau aku memikirkan segala sesuatu terlalu jauh.

Terus pakai aku menjadi alat yang indah di tangan-Mu, Bapa. Aku siap ngalami semuanya bersama-Mu. Aku tau Engkaulah perisaiku, kekuatanku, bagianku, dan sukacitaku. Ajar aku terus bergantung kepada-Mu, selama2nya terpaut hanya kepada kasih-Mu, dan hanya memandang Engkau Yesus. Biar 2020 menjadi taon dimana janji2-Mu digenapi, nama-Mu dipermuliakan, hidupku semakin berkenan di mata-Mu. 

Doa pertamaku di 2020 hanya 1: let me love You, Jesus ❤

December 31, 2019

2019 IN FRAME

Aku bersyukurrrr banget buat 2019, taon yang penuh kegilaan, kenekadan, en aku ngalami banyak hal yang ga pernah terpikirkan. Taon dimana aku beneran keluar dari zona nyamanku. Aku bahagia udah menjalani semua proses en progress di taon ini, menuai banyak kebaikan, ama berjuang untuk mencapai mimpiku (walopun belom kesampean). Banyak kesulitan, masalah, en pertengkaran keluarga di taon ini tapi hal itu juga mendatangkan kebaikan.

Taon ini aku ngembangin usahaku bikin cookies, ga gampang, penuh dengan lembur, lack of sleep, bahkan air mata. Seneng sih dapet duid tambahan, happy banget banyak yang suka cookiesku, en aku bahagia bisa lakuin hobi yang ngehasilin duid. Tapi aku tau bahwa aku ga sanggup tekuni usaha ini karena ngabisin terlalu banyak waktu en tenaga sementara dapet duidnya dikit wakakaka.

Taon ini aku ga banyak travelling, selaen karena banyak orderan cookies, juga karena persiapan resign jadi aku kudu menghemat. Tapi travelling taon ini ama family, seneng isa pergi sekeluarga, membahagiakan mereka. Aku beneran menyadari lebih enjoy pergi ama keluarga ketimbang pergi ama temen2, aku berusaha nyenengin ortu selama mereka masih sehat en isa diajak jalan2.

Skill yang kupelajari taon ini adalah jadi supervisor en belajar nyetir mobil ahahaha. Jadi supervisor itu enak secara gaji en beban kerjanya ringan, tapi waktunya abis buat meeting mulu, ama kudu ngadepi tingkah anak buah yang macem2. Aku sadar bahwa posisi ini datang dengan tanggung jawab yang besar, aku kudu tanamkan nilai2 kekekalan ke anak buahku en bikin perubahan yang signifikan. Aku bersyukur ga maksa resign di taon2 sebelumnya, aku paham bahwa Tuhan punya the right moment untuk semua hal. Aku tau bahwa Tuhan persiapkan diriku untuk mimpin en punya hati yang siap ketika aku ditempatkan di posisi ini.

Untuk setir mobil, aku belom yakin sanggup dilepas sendirian wakakaka. Lucu sih kalo dipikir2, Tuhan denger doaku bahwa aku pengen isa setir mobil en papa terpaksa ngijinin karena si boss yang nyuruh aku isa nyetir. Secara teori sih udah paham, tapi masih perlu banyak latian, trutama ketika jalanan rame en banyak motor nyelonong tuh bener2 bikin ciut 😂

Trus aku beneran ngalami banyak penuaian buah2 yang baik di taon ini. Yang dulunya aku sering care, kasi nasihat, support orang laen tuh aku tuai semuanya di taon ini. Menemukan lingkungan kerja freelance yang supportif, dipenuhi orang2 hebat yang humble, bikin aku terisi penuh secara jiwa en roh. Beneran ga perlu nyari CG karena semua yang kuidam2kan en kudoakan tuh udah kudapetin di CBD team. Memperoleh harta terpendam seperti mereka merupakan anugerah terbesar di taon ini. Haleluya!

Bersyukur juga buat para orang hebat yang support aku di CBD team. Seneng banget aku dikelilingi banyak orang baik. Trutama buat koko F yang banyak mengayomi, aku menemukan sosok "kakak" yang kuidam2kan, yang punya kapasitas untuk negur en nasehati namun mengasihi dengan tulus. Smoga taon ini dirimu makin sukses en segera ktemu jodoh ya koko 😄

Masalah2 yang belom selesai di 2019, biarlah menemukan solusinya di taon 2020. Aku belajar bahwa ga semua hal yang kuusahakan tuh bisa berhasil, ada taburan2 yang gugur, ada hubungan2 yang hancur dengan cara sangat menyakitkan. Tapi semua itu ngajari aku untuk semakin rendah hati en bersyukur dalam setiap perkara. Bahkan hubunganku ama ortu makin baik en saling ngerti karena adekku berulah teros en kami berjuang untuk atasi hal itu bareng2.

Yang paling menyedihkan tuh soal gereja yang akhirnya dipisah karena pertengkaran keluarga gembala sidang. Beberapa bulan terakhir aku emang udah ngerasa kehampaan tiap ibadah, tapi ga tau kalo mereka berselisih paham sampai mutusin untuk memisahkan diri. Bergereja di situ selama 14 taon tuh beneran bikin bonding yang luar biasa, aku mengasihi gereja ini, bertumbuh pesat di dalamnya. Semoga aja kebenaran Tuhan akan terpancar en keluarga mereka dipulihkan. Karena kasus ini, aku jadi sadar bahwa aku jarang berdoa buat pemimpin2 gereja. Kita harus berjaga2 dalam doa supaya mereka ga dijatuhkan iblis di akhir jaman ini.

Di penghujung taon, aku meet up ama beberapa temen yang lamaaa banget ga ktemu karena mereka di ibukota. Bersyukur banget bisa ktemu mereka, saling sharing, belajar dari nasehat mereka, bahkan ada luka tersembunyi di hatiku yang dibongkar. En akhirnya aku selidiki kedalaman hatiku di area itu, ga boleh sampe kebawa di taon yang baru. Aku percaya Tuhan udah persiapkan hal2 dahsyat bagiku di taon depan en aku kudu pastikan hatiku mampu menerimanya.

Thanks Jesus for 2019, let's rock together 2020 ❤

December 25, 2019

2019 IS ALMOST OVER

Ijinkan aku merenung sejenak mengingat segala hal yang terjadi di taon 2019 ini. Aku mengawali taon ini dengan kesibukan jualan cookies, dilanjutkan dengan persiapan resign, kerja freelance, happy ktemu banyak orang en pengalaman baru, stress berkepanjangan, masalah keluarga bertubi2, lalu balik kerja kantor lagi. Semuanya di luar prediksi en harapan, tapi Tuhan selalu berhasil bikin aku bersyukur di setiap masa penuh gejolak itu 😀

Taon ini bener2 taon yang menakjubkan, penuh ketidakpastian en goncangan, taon dimana segala sesuatu ga ada yang sesuai dengan rencanaku hahahaha. Tapi aku menemukan banyak mutiara berharga en berkat Tuhan di setiap langkah, bahkan di keputusan2 salah yang kuambil. Mendapati bahwa hatiku diubahkan sepenuhnya, pola pikir en imanku dirombak, serta aku jadi pribadi yang jauh lebih fleksibel.

Taon ini bener2 taon yang dipenuhi dengan kerja keras, keberanian keluar dari zona nyaman, iman untuk masuk ke dunia baru, tapi berakhir dengan penyerahan diri di bawah kaki Yesus. Taon dimana segala sesuatu ga menentu, aku membuka cakrawala baru tentang kehidupan, penuh kegamangan. Seru, menyenangkan, namun juga menyakitkan.

Banyak tantangan, masalah yang ga selesai2, orang2 sulit di dalam keluarga, serta kebimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya. Taon dimana seringkali aku berdoa en ga dapet jawaban, hanya damai sejahtera yang menyertai. Taon dimana aku banyak menabur namun semuanya jadi kering kerontang, boro2 bertunas apalagi berbuah. Menantang iman, bikin galau, tapi berakhir dengan kesadaran bahwa Dia tetaplah Allah yang dahsyat dan ga pernah meninggalkan.

Aku bersyukur buat segala hal yang Tuhan ijinkan di taon ini, orang2 yang Tuhan letakkan walopun hanya sesaat untuk meninggalkan jejak bermakna, serta pengalaman2 yang mendewasakanku. Ketika segala sesuatu ga berjalan sesuai rencanaku, disitulah aku belajar memandang kepada rencana-Nya yang sempurna. Ketika segala yang kuusahakan ga ada hasilnya, disitulah aku belajar percaya pada hati Bapa yang selalu memberi yang terbaik. Ketika jalan di depan tak terlihat, disitulah saatnya aku membiarkan Dia menuntun dengan cara-Nya.

Ga ada sesuatupun yang sia2 di taon ini. Semua yang Tuhan ijinkan untuk kualami, kulewati, atopun kukenal tuh berguna untuk membentukku selangkah lagi semakin mendekat kepada rencana-Nya. Banyak hal ga terduga, kejadian2 yang ga dirancangkan, momen2 tak terbayangkan yang Tuhan torehkan di taon ini. Semuanya membekas dengan sempurna, mengajarkan aku untuk semakin bergantung pada kasih setia-Nya.

Thanks Jesus for everything, You are awesome in every way You did.
Thanks 2019 for the amazing adventure.
Thanks CBD team for the love and kindness, I'm blessed to work with all of you.
Thanks for all my leaders for the support, powerful words, and faith in me.
Thanks my family for every love, trust, and unlimited understanding.
Thanks for my beloved friends for the hands to comfort and ear to hear in the days of trouble.
Thanks for everything, I beyond blessed!