KATA PENGANTAR
1. Tatkala masih berumur belasan tahun, Daud mengambil langkah-langkah panjang ke arah kejayaan. Daud berlari ke arah Allah. Bahkan sampai hari ini, hidupnya melahirkan mimpi-mimpi.
2. Ketergantungan Daud pada sumber-sumber rohani bergandengan dengan tindakan maju yang terus menerus dilakukannya untuk menaklukkan suatu bangsa bagi maksud-maksud Allah.
3. Dalam kemenangan maupun kegagalannya, anak Isai ini mengajar kepada kita. Pesan dari kehidupan Daud bagi zaman ini ialah bahwa kita juga dapat menjadi orang-orang "yang berkenan di hati Allah".
BAB 1: DIMANA RAJA-RAJA BERPISAH JALAN
1. Ketika krisis memancar dari langit yang bersih, apa yang Anda ketahui tidak sepenting siapa yang Anda kenal. Pertanyaan penting untuk ditanyakan bukanlah "Apakah saya sedang berjalan pada jurusan yang benar?" melainkan "Apakah saya sedang berjalan dengan Sang Pemimpin?" Jikalau Anda setiap hari berjalan dengan Allah yang hidup, mengambil hidup Anda dari Dia, maka langkah masa gawat cuma langkah selanjutnya.
"Inilah saya, Tuhan--siap mengambil keputusan. Engkau tahu bahwa saya ingin yang terbaik daripada-Mu, maka pimpinlah saya! Saya akan mengikuti-Mu".
2. "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22). Setiap orang yang selaras dengan hati Allah sendiri haruslah orang yang telah dilahirkan kembali.
Hidup bergantung pada keputusan-keputusan yang ditempa di dalam panasnya saat-saat genting.
3. Dengan sejumlah perkecualian yang menyedihkan, Daud selama hidupnya telah membuat keputusan-keputusan tepat pada waktu yang tepat pula. Jauh di bukit-bukit Yehuda, sendirian dengan domba-dombanya melalui malam-malam yang panjang, ia sering "menelepon" Allahnya--dan tak pernah ia menjumpai Allah sedang sibuk.
4. Saul yang tergelincir ke dalam jerat percaya kepada diri sendiri, dengan gegabah meninggalkan hubungan dengan Allah. Allah tidak dapat menghubungi dia lagi. Pada saat darurat mengancam raja yang bodoh itu, maka hal itu sudah terlambat.
5. Bagaimana dengan telepon rohani Anda? Tak ada hubungan? Mungkin Anda tak mau mendengarkan suara Allah selama bertahun-tahun. Lebih baik perbaiki kembali hubungan Anda dengan-Nya. Barangkali sedang ada panggilan darurat bagi Anda.
BAB 2: SEBUAH KERAJAAN DIHAPUSKAN, SEBUAH KERAJAAN DIKOKOHKAN
1. Orang dapat mengetahui banyak mengenai Anda dengan memperhatikan bagaimana Anda bereaksi di saat krisis datang. Bagaimana kita memilih pada persimpangan jalan itu dapat menimbulkan iman baru ke dalam kehidupan rohani kita atau sebaliknya dapat menimbulkan kemunduran terhadap kesaksian dan hidup kita dengan Allah.
"Celakalah orang yang harus belajar prinsip-prinsip di saat krisis tiba" (Ray Stedman).
2. Kejatuhan Saul ialah suatu rentetan belokan yang keliru, yang membawa hidupnya dan kerajaannya ke arah keruntuhan. Bagaimana seorang laki-laki dengan masa depan yang cerah mengalami nasib di lorong gelap tanpa pengharapan?
• Belokan salah 1: TIDAK SABAR
Ketidaksabaran berarti suatu tanda ketidakpercayaan terhadap penguasaan Allah yang berdaulat. Ketidakpercayaan mendukakan hati Allah.
• Belokan salah 2: TIDAK TAAT SEPENUHNYA
Tuhan tidak minta penilaian atau penafsiran. Tuhan minta ketaatan! Apa yang diinginkan-Nya dari kita ialah ketaatan sederhana kita, ketaatan sepenuhnya dari hati kita.
• Belokan salah 3: SUMPAH, ANCAMAN, UMPATAN
Amsal 26:2 berkata bahwa "kutuk tanpa alasan tidak akan kena". Saul menciptakan peraturan yang bukan-bukan yang bertujuan untuk menyenangkan si aku-nya. "Akulah rajamu!" ia berkata. "Siapapun yang menyentuh makanan pada hari ini--ia harus mati. Ia berada di bawah kutuk". Maka tak ada seorangpun yang makan, dan Israel menderita rugi dalam peperangan itu.
• Belokan salah 4: MONUMEN BAGI DIRI SENDIRI
Saul mendirikan bagi dirinya suatu monumen yang memegahkan diri. 1 Samuel 15:12 "Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tenda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal". Sungguh berlawanan dengan Daud yang selama hidupnya mengharapkan untuk membangun Bait Suci.
• Belokan salah 5: TIDAK SETIA
Ketika sumbu pemerintahan Saul terbakar makin pendek, bahkan kesetiaannya kepada orang-orang yang dikasihi mulai memudar. Dalam I Samuel 14:39 Saul berkata, "Sebab demi TUHAN yang hidup, yang menyelamatkan Israel, sekalipun itu disebabkan oleh Yonatan, anakku, maka ia pasti akan mati".
• Belokan salah 6: IRI HATI
Iri hati selalu membawa usaha untuk menghancurkan orang lain. Iri hati ini sungguh suatu kekuatan yang merusak. Jangan biarkan suara itu berbicara! Mungkin dalam keheningan selanjutnya, Anda dapat mengenal dan mendengar suara yang tenang dan kecil dari Seseorang yang mengasihi Anda.
3. Tahukah Anda perbedaan sesungguhnya antara Saul dan Daud? Sederhana sekali. Tak pernah dalam hidup Saul, Anda menemukan ia merendahkan diri dan mengakui bahwa ia telah berdosa terhadap Tuhan.
4. "Daud adalah seorang yang berkenan di hati-Ku", Allah berkata. Tetapi Saul bukan. Ini disebabkan dalam hidup Saul tidak ditemukan hati yang remuk, pertobatan, dan karena itu tidak ada pengampunan.
5. Jika Anda ingin seperti Daud, datanglah kepada Allah. Katakan kepada-Nya, "Saya ingin memulai hidup benar di sini, sekali lagi. Tidak seperti Saul yang selalu menyalahkan orang lain, berpura-pura dan hidup pada urapan di masa lalu. Tetapi seperti Daud, bersedia diremukkan, dibersihkan dengan darah Kristus, hidup dalam terang, dengan hati saya siap melakukan kehendak Allah".
Jalan untuk berkenan di hati Allah ialah hati yang hancur. Daud berjalan pada jalan ini, Saul tidak mau. Bagaimana dengan Anda?
BAB 3: GEMBALA RAJA
1. Sifat apa saja dalam hidup Daud yang membuat hidupnya sesuai dengan namanya sebagai "biji mata Allah"?
• Kehausan akan Allah
Jika Allah melihat sebuah hati yang rindu akan hadirat-Nya, maka tidak ada berkat yang tidak akan diberikan-Nya.
• Kemampuan membedakan yang tajam
Dalam banyak mazmur yang ditulisnya, Daud berkata, "Dengarkan, ambillah waktu untuk menyendiri dengan hadirat Allah. Segera kau akan mengetahui bahwa apa yang tampak dari luar tidak berarti apa-apa. Apa yang berharga ialah kenyataan yang ada di dalam hati".
• Roh yang peka
Seorang yang berkenan di hati Allah ialah orang yang menolak mengambil keuntungan atau memanfaatkan situasi, bahkan walaupun hal itu tampaknya bahwa Tuhan telah mengatur situasi tersebut bagi dia untuk melakukannya.
• Kesediaan mengaku dosa
Ketika nabi menunjukkan jarinya pada dosa Daud, ia menangis kepada Allah. Roh Daud dengan segera dapat membedakan apabila Allah sedang berbicara kepadanya melalui orang lain. Daud tidak sempurna, namun ia ingin mempunyai hidup yang suci. Ia berdoa:
"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal" (Mazmur 139:23-24).
• Hati yang bahagia dan menyembah
Daud memiliki hati yang bahagia. Ia adalah jenis orang yang dapat mengubah 400 orang buangan yang pahit dan memberontak hatinya menjadi pengikutnya dan sebelum genap setahun, mereka semua sudah menjadi sepasukan tentara yang setia.
2. Daud menghubungkan segala sesuatu dalam hidupnya kepada Pribadi Allah. Pikirkan aktivitas Anda, perkataan Anda, keputusan-keputusan Anda. Seringkah Ansa berkonsultasi dengan Allah lebih dahulu? Berapa kali hari ini Anda telah berhenti pada langkah kalut Anda untuk mencari pimpinan Seorang yang Anda sebut "Tuhan"?
3. Bagaimana kita bertindak pada waktu memegang kekuasaan, menyatakan karakter dan hidup kita di hadapan Allah. Daud menyerahkan kesempatan itu, kuasanya, dan keuntungannya kepada Allah. Daripada mengadakan pembalasan, ia kembali ke belakang, dan tetap mengejar hati Allah. Jalan mana yang Anda pilih?
4. Seperti apa rasanya hidup dengan Anda, bekerjasama dengan Anda setiap hari? Jika Anda tiba-tiba dibawa ke sorga, apa kata orang yang dekat dengan Anda mengenai kehidupan Anda? Sebagai seorang yang bahagia dan hatinya penuh penyembahan kepada Allah? Sebagai seorang yang menjadi sumber sukacita bagi mereka yang berada di dekatnya? Tuhan mencari orang-orang yang akan menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.
BAB 4: RAJA GEMBALA
1. Bagaimana Daud menjadi raja? Tuhan berkata, "Aku telah memilih dia". Ketika nabi Samuel meletakkan tangannya ke atas Daud, hal itu hanyalah suatu peneguhan tentang sesuatu yang Tuhan telah tentukan. Tapi dari segi Allah, Ia telah memilih Daud sejak ia masih belasan tahun dan sedang menggembalakan domba-domba ayahnya di bukit.
2. Daud memiliki kerinduan yang dalam sekali untuk persatuan. Dari sini ada persamaan yang sejajar dengan orang-orang Kristen. Anda tidak akan dapat sepenuhnya menjadi orang yang berkenan di hati Allah jika ada anggota-anggota Tubuh Kristus yang tidak dapat Anda hadapi dengan sabar. Jika mereka sudah dilahirkan kembali, ditebus oleh kematian Kristus di kayu salib, maka mereka adalah bagian Tubuh Kristus.
3. Apakah Anda rindu menjadi milik Allah? Anda patut mengasihi seluruh Tubuh Kristus. Hal itu adalah mengijinkan Roh Kristus menguasai Anda sehingga kasih-Nya bagi Tubuh-Nya sendiri mengalir melalui Anda.
4. Ketika Daud masih seorang gembala di bukit, ia biasa meletakkan Tuhan di pusat pikirannya, nyanyiannya, kesukaannya, dan mimpi-mimpinya. Allah adalah pusat kehidupan pribadinya. Kemudian sebagai raja seluruh Israel, adalah wajar bagi anak Isai ini untuk memastikan bahwa Allah adalah pusat kehidupan bangsanya juga. Salah satu cara yang dilakukannya ialah dengan membawa Tabut Perjanjian ke ibukota negara itu.
Seringkali perpecahan timbul karena Allah tidak diberi tempat yang selayaknya di tengah-tengah kita.
5. Walaupun Daud telah mengalami banyak peperangan, mengalahkan Goliat, dan mengalahkan banyak musuh lain, ia tidak bergantung pada kemenangan-kemenangan di masa lalu bagi suatu pertarungan baru. Daud datang kembali kepada Tuhan untuk minta instruksi baru.
6. Apa yang Allah cari di dalam pemimpin pilihan-Nya ialah hati seorang hamba. Jika Anda mempunyai hati seorang hamba, Tuhan dapat memakai Anda dengan heran.
7. Alkitab berkata bahwa orang yang setia dalam perkara kecil juga akan setia dalam perkara besar. Adalah "perkara kecil" untuk membawa beberapa ketul roti ke garis depan pertempuran bagi saudara-saudaranya. Tetapi Allah sedang mempersiapkan suatu kesempatan yang tiada taranya bagi Daud. Perkara kecil apakah yang Allah minta Anda kerjakan? Apakah Anda merasa ditinggalkan, disisihkan, dan dilupakan? Berikanlah tugas Anda kepada Allah. Mintalah Ia menolong Anda menunaikan tugas itu dengan kekuatan-Nya, dengan pemandangan-Nya yang memantulkan sukacita-Nya.
8. Daud mempunyai hati seorang gembala yang lembut bagi rakyatnya. Dalam I Tawarikh 21:16-17 Daud berdoa kepada Allah dari hatinya bagi rakyatnya. Ia mengasihi mereka seperti seorang gembala. Dan Allah mendengar doanya serta menghentikan tulah tersebut.
BAB 5: SEMUA KUDA RAJA, SEMUA ANAK BUAH RAJA
1. Kejatuhan adalah setumpuk godaan dan nafsu yang tidak disalibkan sehingga mengakibatkan dosa. Jika kita tidak keras dengan dosa, maka orang tidak akan pernah berhenti. Sekali dosa diselesaikan dengan Tuhan, Tuhan akan menyembuhkan orang itu. Tetapi tidak sebelumnya.
2. Setiap kita perlu memperhatikan dan berwaspada dalam seluruh bidang hidup kita. Kita perlu memelihara roh kita, menghafalkan ayat-ayat Alkitab, menghadiri kebaktian, memakai waktu untuk memuji Allah, mengikuti pelajaran Alkitab. Kita perlu memelihara jiwa kita; menjaga akal budi tetap jernih, belajar sebanyak mungkin, menulis, membaca. Jagalah emosi tetap seimbang. Letakkan kemauan di bawah kontrol Roh Kudus. Tetapi kita jangan lalai menjaga dan menaklukkan tubuh kita. Disinilah Daud jatuh.
3. Sejumlah orang Kristen sedang menuju neraka kesulitan karena mereka tidak menaati perintah Allah tentang tidak menikah dengan orang yang belum percaya. Dalam kemurahan-Nya, Allah barangkali menyelamatkan juga suami atau istri yang belum percaya itu di kemudian hari setelah menikah. Tetapi hal itu tidak seimbang dengan tahun-tahun yang dilewatinya. Dan hal itu bukan yang terbaik dari Allah.
"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya. Tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu" (Galatia 6:7-8).
4. Prinsip Galatia 6 ini mengajarkan bahwa Anda bertanggung jawab bagi apa yang telah dan sedang Anda tabur. Bahkan walaupun Anda mengakui dosa-dosa itu di hadapan Allah dan memperoleh pengampunan, kekuatan yang telah ditabur itu telah bergerak. Anda akan menuai apa yang Anda tabur.
5. Humpty Dumpty duduk di atas tembok.
Humpty Dumpty jatuh berantakan.
Semua kuda raja,
semua anak buah raja,
tidak dapat menaruh Humpty Dumpty
kembali utuh lagi
Tetapi Daud masih Daud. Dengan hati yang hancur dan rendah di depan Seorang yang dilayaninya dengan semangat menyala-nyala, anak Isai itu siap mulai kembali pada jalan yang pernah diikutinya dengan sungguh-sungguh sejak dari masa mudanya. Jalan yang ditinggalkannya demikian jauh, jalan ke hati Allah. Inilah keindahan, pengharapan, dan sukacita dalam melayani Allah kita. Ada jalan kembali. Jalan itu masih tetap terbuka melalui Kristus.
BAB 6: AKU MENYEBUT KAMU SAHABAT
1. Orang yang berkenan di hati Allah mempunyai hati untuk orang lain. Persahabatan Daud dan Yonatan sungguh suatu persahabatan yang istimewa. Bukan bahwa Yonatan adalah satu-satunya sahabat Daud, tetapi karena kedua orang ini saling mengasihi sampai akhir hayatnya.
2. Sebaliknya daripada saling bersaing, kelihatannya mereka saling meninggikan satu sama lain. Inilah arti persahabatan. Apakah arti persahabatan bagi Anda?
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13).
3. Yang dilakukan Daud terhadap Mefiboset adalah suatu gambaran agung tentang apa yang Allah Bapa telah kerjakan bagi Anda dan saya. Kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena Seorang lain. Segala yang harus kita kerjakan ialah menerima undangan-Nya yang penuh kemurahan itu dan menikmati semua pemberian-Nya.
BAB 7: DAUD BERMIMPI
1. Daud, bagi segenap naik turun emosionalnya, ternyata memiliki perspektif yang diberikan Allah. Daud belajar memandang situasi--bahkan hati yang remuk--dari segi Allah. Ia menjadi besar di mata Allah dan manusia karena ia mencari perspektif ilahi pada masalah bangsanya dan pada sejarah. Digabungkan dengan hati yang memperhatikan, perspektif ini mencapai keluar menjadi sebuah visi sedunia untuk melayani umat Allah.
2. Mereka yang benar-benar serius mengenai Tuhan dan pelayanan-Nya meminta kepada Dia visi sejagat dan perspektif bersejarah Alkitabiah. Ia akan memperoleh kasih dan visi bagi jiwa-jiwa yang terhilang.
3. Lukas 16:10 berkata, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar". Jadi yang pertama, bercahayalah di mana Anda berada. Kerjakanlah semua tugas dari Tuhan sepenuh hati Anda, tidak peduli betapa remehnya pekerjaan itu kelihatannya. Tetapi berdoalah untuk perkara-perkara besar--bermimpilah impian-impian besar di depan Bapa Anda.
4. Anda tidak perlu menjadi pembicara yang kuat, atau orang yang selalu tampil di muka umum. Apakah Anda berjalan dengan Allah? Apakah Anda berdoa bagi perkara-perkara besar? Siapa saja selama ia berjalan dengan Allah seperti Daud, dapat dipakai oleh Tuhan untuk menggoncangkan negeri-negeri bagi Injil. Tuhanlah yang melakukan perkara-perkara ajaib yang Anda tidak mengerti.
5. Belilah sebuah peta, mungkin sebuah peta negara yang ada di hatimu atau bahkan peta seluruh dunia, dan mulailah berdoa bagi bangsa-bangsa. Doa adalah pekerjaan rohani dan dengan berdoa dalam Roh Kudus, Anda dapat mengikat kuasa-kuasa kegelapan. Berdoalah sampau gambar negara di peta itu terbakar oleh api jiwa Anda (lihat Roma 15:30-33).
6. Bagaimana Ia dapat menghubungi kita jika Ia sebenarnya ingin memakai kita? Sampai dimana Anda terbuka terhadap suara Allah? Sampai dimana kesediaan Anda untuk berdoa dan menderita atas jiwa-jiwa terhilang di luar lingkungan keluarga dan teman-teman Anda? Apakah Anda melihat bangsa-bangsa di dunia dengan mata Allah ketika Anda membaca surat kabar? Apakah Anda memandang peristiwa-peristiwa dunia ini dengan berkata, "Apakah yang akan dilakukan oleh Bapa? Apakah yang akan Bapa kerjakan di Taiwan? Di Tiongkok? Di Afrika?
7. Anda harus ikut serta dalam pertempuran rohani di udara. Bacalah Efesus 6:10-20. Allah dapat menjawab doa-doa dari orang yang relatif tak dikenal dan membuka pintu bangsa-bangsa bagi diri-Nya dan kemuliaan-Nya. Ia melakukan hal itu melalui Daud. Ia sedang melakukannya lagi hari ini. Ia akan mengerjakannya melalui Anda. Apakah Anda mau?
BAB 8: ANAK PANAH TAJAM YANG SIAP
"Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan" (Kisah Para Rasul 13:36)
1. Daud melakukan kehendak Allah dan ia melayani generasinya sendiri. Tujuan hidup Daud melakukan kehendak Allah. Kisah Para Rasul 13:36 mengatakan demikian. Tujuan hidupnya adalah tujuan Allah--pada zamannya. Kita hanya dapat mempunyai pengaruh besar pada zaman kita sendiri--pada generasi kita sendiri dimana kita sedang hidup.
2. Makin suci Anda sejak sedini mungkin, makin kuat Anda sebagai senjata di tangan Allah. Allah dapat memakai siapa saja, tetqpi Allah lebih suka memakai orang yang suci dan berserah mutlak kepada-Nya.
"Keberhasilanmu tergantung kepada kesucianmu. Seorang yang suci adalah senjata yang mengagumkan di tangan Allah" (Robert Murray M'Cheyne).
Siapa kita tidak menjadi soal bagi Allah, sepanjang kita bersedia dipakai oleh-Nya.
3. Allah cuma ingin Anda menyerahkan diri dan menyediakan diri kepada-Nya, dimanapun Ia menempatkan Anda. Biarkan Ia menjadikan Anda sebuah senjata yang kuat, senjata kebenaran. Jika Allah memutuskan untuk meninggalkan Anda dalam tempat anak panah-Nya untuk sementara waktu dan bukannya meluncurkan Anda ke sesuatu sasaran besar--jangan kuatir mengenai hal itu. Allah mengenal pekerjaan-Nya. Anda cuma harus memusatkan diri untuk menjadi anak panah yang tajam dan siap dipakai oleh-Nya--tersedia sampai saat-Nya tiba untuk memakai Anda bagi kemuliaan-Nya.
"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!" (Mazmur 27:14)
Menunggu Tuhan adalah bukti terdalam dari sebuah hati yang berkenan kepada Allah.
No comments:
Post a Comment