October 17, 2011

SUMBER RAHASIA UNTUK MENDAPATKAN KUASA PART 1 (T. F. TENNEY & TOMMY TENNEY)

BAGIAN I: KUASA PENANGGALAN BEBAN

"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah" (Ibrani 12:1-2).


BAB 1: MENANGGALKAN BEBAN KEHIDUPAN DAN TUNTUTAN YANG MENEKAN DARI ORANG LAIN

1. Allah ingin agar kita menanggalkan segala sesuatu yang tidak pernah diberikan-Nya kepada kita sebelumnya. Ia berjanji akan menolong kita memikul beban kita, namun hanya jika itu adalah beban-Nya. Allah berjanji kepada kita bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dibebani dengan beban yang lebih berat dari yang bisa kita pikul. 

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11:28-30).

2. Akan selalu ada orang-orang atau hal-hal yang secara aktif akan menentang kehidupan Anda bersama Kristus. Kemungkinan besar Anda tidak bisa mengubah hal-hal ini tanpa campur tangan Tuhan. Apa solusinya? Pikirkan Dia. Pusatkan pikiran Anda kepada-Nya. Jangan merenungkan hal-hal dan orang-orang yang menentang Anda, sebaliknya pikirkan Yesus Kristus dan hal-hal tentang Tuhan.

"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah" (Ibrani 12:3-4).

3. Kekuatan untuk berlari, kekuatan untuk bertahan, dan kekuatan untuk tetap memusatkan diri tergantung pada kemampuan kita untuk menanggalkan beban-beban yang menghalangi dan merintangi itu. Ini dimulai dengan hikmat untuk mengetahui apa yang harus dipikul dan apa yang harus dilepaskan. Prioritas yang salah dengan cepat dapat membebani kita dengan tugas, komitmen, dan proyek yang semakin menjauhkan kita dari tempat kita yang sesungguhnya.

4. Kita cenderung untuk lebih "sadar akan masalah" ketimbang "sadar akan kuasa". Mungkin inilah sebabnya Yesus memerintahkan para murid-Nya pada suatu kesempatan untuk menyingkir sementara. Jika Anda tidak "menyingkir sementara", maka Anda bisa "runtuh untuk waktu yang lama". Yesus memberikan contoh bagi kita dengan menyisihkan waktu untuk "menanggalkan beban" dalam hadirat Bapa-Nya.

Seringkali kita menjadi panik di saat kita seharusnya berdoa; kita jatuh pingsan di saat kita seharusnya beriman.

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (I Petrus 5:7).

5. Hal-hal yang menurut kita dikirim untuk menghancurkan kita seringkali justru dikirim untuk membentuk kita semakin serupa dengan Kristus. Hal-hal itu datang ke dalam kehidupan kita untuk membangun kekuatan rohani. Bagaimana Anda pernah mengetahui bahwa "Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia" (I Yohanes 4:4b), jika Anda tidak menang dalam suatu pencobaan melalui kuasa adikodrati Roh Kudus-Nya di dalam Anda?

6. Kita harus menyadari bahwa sebelum kita bisa diisi, kita harus mengosongkan diri terlebih dahulu. Sulit bagi Tuhan untuk mengisi seseorang yang telah luber dengan "diri sendiri". Ia tidak bisa memberikan solusi kepada Anda jika Anda melekat erat pada masalah-maslaah Anda dan menolak untuk menanggalkannya.

Anda akan selalu merasakan "beban yang belum terlaksanakan" jika Anda adalah bagian dari tujuan Tuhan yang kekal. Hanya ingatlah bahwa ada saat dimana Anda harus melepas beban Anda kepada generasi yang akan datang. 

7. Akan ada saat-saat dimana Anda hanya perlu menanggalkan. Pergilah bersama Tuhan, beristirahatlah di dalam Bapa, sembahlah Yesus dan berjalanlah di dalam Roh. Kasihilah Dia. Layanilah Dia. Lakukan yang terbaik untuk menyenangkan Dia, dan ingatlah bahwa jika sesuatu menyenangkan Tuhan, tidak menjadi masalah siapa yang tidak senang.


BAB 2: MENANGGALKAN BEBAN DAN LILITAN YANG MEMBEBANI DIRI ANDA

1. Jika kita membebani diri kita dengan batas-batas yang membebani diri, masalah pribadi, dan dilema finansial, maka Ia tidak bisa menambahkan apa-apa ke dalam beban kita. Kerajaan-Nya menderita ketika kita terlalu egois untuk memikul salib-Nya dan melakukan apa yang dilakukan-Nya. Satu-satunya jalan agar kita bisa menerima beban-Nya dan menyelesaikan rencana-Nya adalah menemukan dan mengaktifkan kuasa penanggalan beban.

2. Prioritas yang seimbang adalah benar-benar penting. Beberapa dari kita cenderung untuk tenggelam dalam pekerjaan Tuhan sementara sesungguhnya mengabaikan hubungan kita dengan-Nya. Yesus "menyingkir untuk beristirahat" atau menjauh dari kerumunan orang banyak untuk menyendiri sesaat. Kita perlu mengikuti teladan-Nya, terutama ketika sebuah masalah atau keadaan mengancam untuk menyita kehidupan kita. 

Anda tidak akan pernah masuk ke dalam dimensi kuasa Tuhan sampai Anda belajar bagaimana memprioritaskan dan menanggalkan beban. Beberapa hal harus disingkirkan untuk dipikirkan kemudian, dan beberapa hal harus ditanggalkan sama sekali. 

3. Anda belum merasakan hidup yang sesungguhnya sampai Anda menanggalkan sebuah masalah yang mustahil hanya untuk mendapati diri Anda secara tidak terelakkan lagi terikat pada sebuah Kerajaan yang bahkan tampak lebih mustahil--dan kemudian melihatnya terbuka di depan mata Anda. Pada saat Anda keluar dari petualangan-Tuhan itu, "masalah" Anda tidak akan tampak begitu besar jika dibandingkan dengan Tuhan adikodrati Anda.

"Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru" (Yesaya 40:31a). Allah hanya berjanji untuk memperbarui kekuatan orang yang menanti-nantikan--orang-orang yang telah belajar menyingkirkan dan menanggalkan hal-hal lain sehingga mereka bisa menanti-nantikan Dia. Belajarlah untuk menantikan Tuhan sampai Ia mendengar dan menjawab Anda.

4. Kita harus tetap terbuka terhadap interupsi ilahi setiap saat. Berdoalah agar ketika Tuhan menginterupsi jadwal Anda, Anda akan cukup sensitif untuk menyadari bahwa itu adalah Tuhan dan menaati-Nya ketimbang menaati jadwal buku janji Anda! 

Di antara dapur Marta dan tempat duduk kesetiaan Maria, yaitu di kaki Yesus, terdapat suatu tempat kuasa ilahi. 

5. Supaya manusia yang baru bisa hidup di dalam Anda, Anda harus dilepaskan dari hal-hal lama yang membebani Anda. Alkitab memerintahkan kita untuk "segera berdamai dengan lawan kita", yang berarti kita harus membereskan segalanya dengan segera.

6. Hadapilah perbedaan dan luka dengan jujur dan tanpa menunda. Lepaskan kuasa penanggalan beban untuk mengalihkan beban luka hati dan kesalahan kepada Tuhan sehingga Anda bisa dipulihkan dan tetap sehat.

7. Jangan terkejut jika Allah mengizinkan situasi krisis untuk menantang Anda dari waktu ke waktu untuk menolong Anda mempertahankan tingkat ketergantungan yang sehat kepada-Nya. Bagaimanapun, Ia memberikan manna yang baru setiap hari kepada bangsa Israel, untuk mengajarkan bahwa tidak membutuhkan lebih dari 24 jam untuk membuktikan bahwa janji-janji-Nya itu setia. 

Jika Ia tidak bisa mencapai tujuan-Nya tanpa menanggalkan beban, maka Anda pun tidak bisa! Ia menanggalkan beban supaya Ia bisa bangkit kembali dan menyelesaikan jalan-Nya. Jangan biarkan tekanan-tekanan masa kini menunda kehidupan di masa yang akan datang. Ada kuasa dalam penanggalan beban yang benar. 


BAGIAN 2: KUASA PENGAMPUNAN
Pengampunan mungkin tidak dibutuhkan di antara makhluk yang sempurna, namun pengampunan sangat penting bagi kita yang dengan hikmat yang cukup, mengakui bahwa kita tidak sempurna. Tampaknya kita tidak bisa tidak melukai, mengkhianati, atau melakukan kesalahan kepada Tuhan dan satu sama lain--bahkan pada "hari-hari baik" kita dimana kita memiliki maksud-maksud dan tujuan baik.
Di atas segalanya, kita membutuhkan pengampunan dari Pencipta kita untuk didamaikan dengan-Nya. Setelah kita didamaikan dengan Tuhan, Ia memberi tahu kita dalam perumpamaan dan perintah untuk memberikan pengampunan yang sama, yang diberikan-Nya kepada kita, kepada orang lain. Ini adalah tugas yang sulit bagi orang yang tidak sempurna, namun ada sebuah sumber rahasia untuk mendapatkan kuasa dalam pengampunan bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat dan kemauan untuk taat. 

BAB 3: PENGAMPUNAN DARI KAYU SALIB BAGI MEREKA YANG TERHILANG
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34a).
1. Pengampunan adalah anugerah yang penting dari Tuhan. Pengampunan adalah salah satu komponen vital dalam penyelamatan. Tanpa pengampunan, tidak ada harapan bagi setiap kita. Pengampunan adalah salah satu dari "buah-buah" yang memberikan bukti bahwa orang-orang Kristen adalah orang-orang yang sudah diubahkan.
Anda tidak bisa hidup di bawah perbudakan rasa kecewa seumur hidup Anda. Ampuni dan lepaskan kuasa.
2. Pengampunan terhadap orang lain tidak terjadi begitu saja, namun terjadi secara adikodrati. Pengampunan membutuhkan sebuah pilihan sadar dan usaha di pihak kita. Tugas kita sebagai orang Kristen yang telah lahir baru adalah mengusahakan sikap yang baik, roh yang manis, dan hati yang murni di hadapan Tuhan dan orang lain.
3. Setelah Anda mengakui dosa Anda dan menemukan Kristus di dalam kuasa Roh Kudus, Anda diubahkan menjadi ciptaan baru dan "Anda yang bersalah" sudah binasa. Mulai dari saat itu, jika Anda tidak bisa mengampuni diri Anda sendiri, itu adalah suatu penghinaan pada Kalvari. 
Jika Allah mengampuni Anda, Anda pikir siapa diri Anda yang dengan berani-beraninya mengatakan bahwa Anda tidak bisa mengampuni diri Anda? 
4. Kita hanya memiliki satu pilihan dan satu deklarasi sebagai pengikut Kristus yang menghadapi keadaan yang tidak bisa berubah: "Aku mengampuni. Bahkan jika aku tidak pernah dimintai pengampunan, aku mengampuni. Aku tidak akan menyimpannya". Kita harus mengampuni, tanpa mempedulikan siapa yang benar atau siapa yang salah dalam suatu keadaan. Kita harus mengampuni karena kita harus memiliki kuasa Tuhan dalam hidup kita.
5. Ketika Yesus Kristus masuk ke dalam hidup kita, Ia membawa pengampunan ilahi bersama-Nya. Ia memperlengkapi kita dengan kuasa pengampunan, namun kita harus berjalan dalam roh pengampunan jika kita ingin berjalan dalam kuat kuasa-Nya. Ingatlah bahwa kuasa adikodrati pendamaian-Nya dilepaskan ke dalam dunia ketika Ia berdoa, "Bapa ampuni...".
Mintalah kepada-Nya untuk mengampuni semua dosa dan kegagalan dalam hidup Anda. Ia setia untuk mengampuni. Ia berkata, "Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang" (Yohanes 6:37b).


BAB 4: ANTARA ENGKAU DAN AKU
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga" (Matius 6:14).
1. Doa pengampunan Yesus melepaskan serangkaian peristiwa ilahi:
~ Ia mengampuni seluruh pelanggaran atau utang-utang kita
~ Ia membatalkan surat ketetapan kematian kita ketika Ia menghapuskan hukum Taurat dan peraturan yang tidak akan pernah bisa kita taati
~ Ia melucuti para pemerintah dan penguasa ketika Ia mengampuni kesalahan dan dosa-dosa kita
2. Pengampunan adalah alat kemerdekaan Tuhan dan kuasa yang berada dalam genggaman tangan Anda ketika secara emosional Anda merasa terikat dan terjebak oleh keadaan dan tindakan salah dari orang lain. Pengampunan adalah rahasia yang paling tidak dikenal dari doa-doa yang dijawab. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak memiliki pilihan: kita harus hidup dalam roh pengampunan.
Kelalaian Anda untuk memaafkan orang lain menghambat kemampuan Tuhan untuk mengampuni Anda. Menjadi pahit atau menjadi baik, pilihan terletak di tangan Anda!
3. Sesungguhnya, jauh lebih penting bagi kita daripada bagi "mereka" karena pengampunan membuat hati kita "bersih" dan itu menyenangkan hati Tuhan. Dunia perlu tahu bahwa "orang-orang yang telah diubahkan" tahu bagaimana cara mengampuni. Orang-orang yang terhilang dan terluka di sekitar kita harus mengetahui bahwa ada begitu banyak pengampunan dalam rumah dan keluarga Tuhan.
"Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu... Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong" (Kejadian 45:5,7).
4. Ia memberi masing-masing kita sebuah tanggung jawab untuk mengampuni orang lain, tanpa kecuali. Kita tidak diciptakan atau dirancang untuk membawa kepahitan dan dendam dalam hati kita. "Tetapi belas kasihan akan [selalu] menang atas penghakiman" (Yakobus 2:13b), jadi bertindaklah di dalam kasih dan "bebaskanlah budak Anda". Lepaskan kuasa pengampunan dalam kehidupan Anda. Tuhan berkata, "Jika engkau menunjukkan kemurahan kepada orang lain, Aku akan menunjukkan kemurahan kepadamu".
Praktekkan tiga kunci pengampunan:
• Ampuni keadaan-keadaan
• Ampuni orang-orang
• Ampuni diri Anda sendiri
5. Pengampunan berlaku di bawah hukum ilahi "menabur dan menuai". Perjanjian baru berkata, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" (Galatia 6:7).
6. Ampuni dan jangan terjebak dalam "jumlah" pengampunan seperti yang dilakukan oleh Petrus. Yesus "meningkatkan level" pengampunan sampai tidak seorang pun bisa mencapai batasnta. Untuk mengampuni seseorang 490 kali dalam waktu 16 jam, Anda harus mengampuni kesalahan yang sama sebanyak 30 kali dalam waktu satu jam atau satu kali setiap dua menit. Pengampunan adalah sebuah pekerjaan purnawaktu! Pengampunan adalah gaya hidup. Jangan berusaha untuk menghitungnya.
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Matius 18:21-22). 

BAGIAN III: KUASA DI BALIK TAHTA

"Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau" (Yehezkiel 28:12,16-19).


BAB 5: KUASA DI BALIK TAHTA

1. Firman Tuhan mengandung informasi dan pengetahuan yang sangat penting mengenai iblis dan jalan-jalannya. Kita memerlukan pengetahuan itu untuk secara efektif mengatasi rencana-rencananya yang mengganggu kita di dunia. Pengetahuan ini adalah salah satu sumber rahasia dari kuasa yang telah Tuhan berikan kepada kita.

"Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" (Matius 16:23b).

2. Seringkali "melakukan hal yang benar" menurut definisi Anda sesungguhnya adalah "melakukan hal yang salah" menurut definisi Tuhan. Sesuatu adalah "benar" jika selaras dengan firman Tuhan dan dikonfirmasi oleh Roh-Nya. Petrus mengalami hal tersebut ketika ia secara tepat menyatakan identitas Yesus yang sebenarnya. Akan tetapi, ia harus sepenuhnya membuyarkan identitas Yesus yang baru ia temukan untuk mengatakan apa yang telah dikatakannya. 

3. Kebenaran sederhana tentang "peperangan rohani" adalah bahwa sebagian besar peperangan yang kita coba lawan dengan lidah kita, lebih baik dilawan dengan lutut kita. Pertempuran terbesar terjadi di udara, dan definisi dari peperangan rohani adalah suatu hal rohani yang harus dimenangkan dalam dunia roh.

4. Jika dua ribu roh jahat tidak dapat menahan seorang manusia agar tidak menyembah Yesus dalam kisah di Gadara, bagaimana kita bisa membenarkan diri kita dengan membiarkan begitu banyak hal yang tidak penting menjauhkan kita dari penyembahan kepada-Nya?

Ketika Anda bertumbuh dalam roh, ukuran tugas-tugas Anda dalam Kristus bertambah--dan demikian juga dengan tingkat atau ukurn kekuatan jahat yang akan dikirim untuk menghalangi pekerjaan-pekerjaan itu. 

5. Di mata dunia yang belum ditebus, iblis mungkin masih berperan sebagai allah kesenangan dan kepuasan-diri-sendiri bagi mereka. Akan tetapi, waktunya singkat dan kekuatannya terbatas. Allah telah memberikan kuasa kepada gereja atas "kuasa di balik tahta" di dunia ini. Ini adalah sumber rahasi dari kuasa yang lain lagi bagi setiap anak terang dan murid Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuhan.

No comments: