Sabtu, 8 September 2012 saat aku diminta sharing di pemasa, jujur aku bingung. Akhir-akhir ini aku memang mengalami banyak hal dan belajar berbagai macam hal. Namun, aku tidak mau hanya sekedar sharing, aku mau bener-bener menceritakan perbuatan Tuhan di hidupku en menjadi berkat buat mereka yang mendengar sharingku. Jadi sebelum giliranku untuk sharing, aku berdoa dalam hati memohon agar Roh Kudus menuntunku dalam setiap kata.
Waktu itu aku berpikir, mungkin aku akan sharing tentang temenku sekaligus anak rohani yang baru saja kembali kepada Tuhan sebelum keluarganya mengalami musibah. Aku pengen sharing hal itu, untuk mengingatkan anak-anak pemasaku supaya mereka selalu mencari Tuhan, bukan hanya saat masalah datang saja. Tapi, nggak tahu kenapa, aku nggak bisa sharing itu.
Tiba-tiba aku sharing tentang kejadian-kejadian di tempat les, dimana merupakan hasil dari doa-doaku kepada Tuhan. Aku bertekad kalo aku nggak mau cuma sekedar les, tapi aku bertekad untuk menajdi berkat dimanapun aku berada. Walopun di tempat les tuh nggak ada waktu untuk ngomong hal yang rohani ato memberitakan Injil, aku minta Tuhan kasi aku kesempatan untuk jadi terang en garam disana. En ternyata aku nggak sadar kalo Tuhan udah jawab doaku. Waktu aku sharing itulah, Roh Kudus menyadarkanku!
Aku tiba-tiba sharing kalo aku belajar sungguh-sungguh di tempat les, nilaiku selalu lumayan bagus sampe dipuji sama laoshi en temen-temen di kelas. Tapi hal itu nggak kuperhatikan. Aku sadar kalo aku mampu tuh bukan karena aku hebat, tapi karena Tuhan. So aku mau kemabliin semua itu untuk kemuliaan Tuhan. Nah, ternyata prestasiku itu membawa dampak bagi temen-temenku. Ada satu temen cowok yang di kelas tuh bandelnya minta ampun, suka nggarai orang, usil banget, en males banget. Dia suka nggarai aku juga en biasanya aku cuma jawab hal-hal yang simple. Suatu saat, laoshi kami keluar kelas sebentar, entah untuk apa. Sebelum keluar, laoshi menyuruh kami untuk mengerjakan latihan. Semua temen di kelas mengerjakan latihan itu sehingga suasana kelas jadi hening. Tapi temenku satu itu nggak, dia malah gangguin orang lain.
Pas dia ngeliat aku kerjakan soal, dia bilang ke aku, “Ce, cek rajin’e she. Nggak usa ngerjain lah”. Langsung aku jawab, “iya, masa kaya kamu males. Ayo donk, kamu juga kerjain soal. Yang rajin gitu biar pinter”. Niatnya sih njawab sambil guyonan supaya dia sadar gitu. Eh ternyata begitu aku ngomong gitu, dia langsung buka buku en kerjakan soal. Nggak lama, laoshi masuk en kaget ngeliat dia kerja soal. Trus laoshi tanya sama temenku itu, “Kok tumben kamu kerja soal?” temenku itu jawab, “Iya, aku nggak mau kalah sama cece Huixiang”.
Lalu ada sebuah kejadian lagi. Di kelasku ada anak cewek yang dari awal level 1, selalu duduk di bari belakang bagian pojok. Waktu ujian di level 1, dia satu-satunya anak yang dapet nilai 100. Aku pikir dia bener-bener pinter, sampai suatu saat (masih di level 1) aku dapet kesempatan untuk duduk di sebelah dia. Ternyata dia nyontek! Waktu itu aku nggak negur dia saking shock-nya. Tapi aku juga minta kesempatan dari Tuhan untuk ngubah cara pandang en cara hidup anak itu. En surprisingly, He answered my plea ^^
Akhir-akhir ini, di level 3 dan 4, dia jadi deket sama aku, selalu duduk di sampingku. Aku nggak bisa ngomong banyak sama dia, tapi dari tingkah lakuku, dari perkataanku, dari cara hidupku, aku nunjukkin ke dia kalo aku berintegritas. Walopun waktu tingxie (dikte) aku mungkin lupa belajar, aku komitmen untuk nggak nyontek. Dan aku selalu dapet nilai feichang hao (alias bagus). Hal itu yang bikin dia ngeliat bener-bener kualitas hidupku. Sampai hari ini, setiap kali ujian, dia nggak pernah nyontek. Walopun nilainya nggak lagi bagus, nggak pernah sekalipun aku ngeliat dia buka buku lagi pas ujian.
Waow, it’s amazing for me! Betapa dahsyatnya sebuah perkataan yang bisa mengubahkan kelakuan orang lain. Keliatannya simple banget sih, tapi kalo sampai orang lain dengerin kata-kata kita en jadi lebih baik, betapa berharganya kesempatan seperti itu. Aku baru tahu kalo Tuhan berperkara melalui hidupku atas temen-temen lesku. Sesuatu yang mungkin aku jarang perhatikan, tapi Dia memakai hidupku untuk memancarkan terang-Nya. All glory for You, Jesus J
Tuhan slalu bersama kita
Apa dan dimanapun kita
Tak pernah sedetikpun terlelap
Dia setia memlihara
Tuhan slalu bersama kita
Sanggup lakukan sgala perkara
Jadilah kuat dan percaya
Akan kebenaran Firman-Nya
Reff: Dia yang sanggup
Dia berfirman dan jadikan
Dia yang sanggup
Dia berjanji dan genapi
Dia yang sanggup
Asal kupercaya dan serahkan semua
Dia Immanuel, briku kemenangan
(Immanuel)
No comments:
Post a Comment