October 9, 2012

DIHEMPAS BADAI, DIHIBUR TUHAN

3 Oktober 2012. Seharian itu aku capek banget. Sepulang les mandarin, aku berencana untuk tidur lebih awal. Sambil mendengarkan lagu-lagu rohani, aku berusaha untuk terlelap. Namun, tiba-tiba aku menangis. Seketika itu, aku sedih banget mengingat kenyataan bahwa aku nggak bisa wisuda di bulan November ini. Dengan begitu lembut, Tuhan membukakan berkat demi berkat yang aku peroleh akhir-akhir ini.
                
Bulan September kemarin adalah bulan yang penuh kejutan manis dari Tuhan. Ketika aku bergumul sedemikian hebat untuk skripsiku, Dia memberikanku hadiah-hadiah yang indah. Yang pertama, karunia inner healing-ku dikembalikan Tuhan. Praise the Lord. Diawali dengan sebuah perkataan dari pemimpin rohaniku di bulan Juli atau Agustus, bahwa hari-hari ini Tuhan sedang mengembalikan apa yang pernah iblis curi dari hidup kita. Perkataan itu merhema banget di hatiku. Sepulang dari gereja, aku berdoa dengan penuh pengharapan, meminta Tuhan untuk mengembalikan karunia inner healing yang pernah Dia ambil dari padaku. Aku tau, karunia itu tidak dicuri iblis dari padaku, namun Tuhan memintanya kembali 2 tahun lalu. Aku berkata dalam doaku malam itu, “Tuhan, Engkau tau kalo aku enjoy  banget melayani di karunia itu. Aku pengen banget melayani orang dengan karunia itu lagi. Tapi semua terserah Tuhan, aku nggak memaksa. Kalo Tuhan mendapati selama beberapa tahun, aku melayani-Mu dengan efektif dengan karunia itu, aku pengen banget karunia itu Tuhan kasi lagi ke aku. tapi biar kehendak-Mu yang jadi atasku, Tuhan. Thankyou”. Entah bagaimana, karunia itu dikembalikan! Dahsyat banget. Haleluya! Aku bersukacita banget en kembali melayani di bidang itu.
                
Hal yang kedua dan ketiga, berhubungan dengan karunia inner healing yang Tuhan karuniakan kembali buat aku. Intinya, hasil yang diperoleh melalui karunia yang Dia percayakan padaku itu. Kedua, orang yang aku layani selama kurang lebih 2 tahun dalam masalah inner healing, mengalami pemulihan yang luar biasa. Keluarganya dipulihkan, hidupnya dipulihkan Tuhan. Praise God! Selama karuniaku itu diambil dari padaku, aku nggak meninggalkan orang tersebut, karena aku tau gimana rasanya hidup dalam kepahitan. Sebiasa mungkin, aku berusaha layanai dia, namun kurang efektif. Aku menyadari bahwa doa-doaku tetap didengar Tuhan, namun aku juga tau bahwa sebuah karunia memiliki peranan yang penting dalam sebuah pelayanan. Tanpa karunia inner healing, aku tidak bisa melayani dengan maksimal, aku hanya berusaha denagn apa yang aku bisa lakukan. Tetapi, ketika karunai itu dikmebalikan lagi, seketika itu juga, pemulihan terjadi. Semua bukan karena kehebatanku, bukan karena karunia inner healing itu sendiri, tetapi hanya karena kebaikan Tuhan.
                
Ketiga, Tuhan memberikanku kepercayaan untuk melayani seseorang yang sedang jauh dari Dia dan mengalami kepahitan karena masalah-masalah yang terjadi di hidupnya. Singkat cerita, orang tersebut juga dipulihkan dari kepahitannya dan kembali mendekat kepada Tuhan, sekalipun masalah-masalahnya belum selesai.
                
Aku tau, bahwa dalam masa-masa aku bergumul, dalam masa-masa sulitku, Tuhan masih memakai hidupku. Dan hal itu kembali menguatkanku, jika Tuhan peduli dengan masalah orang lain dan memakai hidupku, masakan Dia tidak peduli dengan hidupku? Dia yang sanggup memakaiku untuk melayani orang lain, pasti juga sanggup membawaku untuk mencapai kemenangan dalam hidupku. Sekali lagi, aku menguatkan kepercayaan dan imanku kepada-Mu, Tuhan. Biar hidupku senantiasa memuliakan Engkau.


Savior of my soul
I confide in You through all my darkest moment
In You I find my peace
My comfort when I’m weak
I trust in You through storm and raging sea
                Faithfull You’re my God
                You’re the glory and the lifter of my head
                Your light it fills my days
                It leads me in Your ways
                Forever I surrender all to You

Chorus:  And I live to worship You

My Jesus, You’re the only One for me
Nothing will ever take Your place
My precious Savior
Who can stand between my Lord and me
Lord, I live to honor You
And I long to bring my life an offering
Take me higher, draw me deeper
I give all to be with You
(Be with You-City Harvest Church)


No comments: