July 13, 2013

AKHIRNYA LULUS JUGAK!


Senin lalu (1 Juli 2013), aku sidang akhir skripsi. Wuih, super deg-degan karena aku ngerasa nggak maksimal belajarnya (topik skripsiku penuh dengan teori yang entah udah menguap kemana). Belum lagi malem sebelum sidang, aku sama sekali nggak bisa tidur. Huwaaa. Jadi waktu pagi sebelum sidang, aku sakit perut plus flu berat. Lengkap banget deh :P
           
Malam sebelumnya (30 Juni 2013) sekitar jam 7, pas aku sedang belajar, Tuhan tuntun aku untuk buka Yosua 1 dan Mazmur 23. Seperti biasanya, walopun udah berpuluh-puluh kali baca Mazmur 23, aku selalu tetep dikuatin pas baca lagi dan lagi. THE LORD IS MY SHEPHERD, I SHALL NOT LACK. Pas aku baca Yosua pasal 1 en menemukan banyak kata “Kuatkan dan teguhkan hatimu”, waow langsung kayak diguyur air dingin dari Sorga. En yang paling mengena di hati adalah ayat 8;
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu (sidang akhir skripsimu) akan berhasil dan engkau akan beruntung”.
           
Malamnya, sekitar jam 11 aku SaTe (saat teduh) lagi en bacaan Mazmur harianku hari itu nyampe di pasal 31, yang judulnya AMAN DALAM TANGAN TUHAN. Aku baca ayat demi ayat sambil nangis terharu. Duh Tuhan, Engkau baik bangeeeeet. Sampe speechless. En ayat ini nancep banget di hatiku sampai aku update ke twiiter:
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”
           
Kebaikan Tuhan nggak berhenti sampe situ aja. Setelah aku saat teduh, aku ngerasa damaaaaaiiiiii banget. Trus siap-siap bobok. Tapi ternyata aku nggak bisa bobok. Haizzz, sampe stress sayaaa. Wakakaka. Belum lagi pas nggak bisa bobok tuh keinget hal-hal yang aku belum pelajari, jadi aku buka buku lagi, baca fotokopian lagi, bolak-balik skripsiku lagi. Pas jam menunjukkan angka 1, aku berserah. Aku berhenti belajar. Aku bener-bener mau bobok untuk persiapan stamina untuk sidang akhir besok.
           
En aku mulai berdoa. Berdoa minta hikmat supaya aku bisa jawab semua pertanyaan dari dosen penguji. Berdoa minta damai sejahtera dan wajah yang tenang sekalipun seandainya aku nggak bisa jawab pertanyaan ato lupa akan sesuatu. Berdoa buat temen-temenku yang besok juga bakalan sidang (ada 2 kelompok yang masing-masing isinya 3 orang). Berdoa juga buat dosen penguji supaya pertanyaannya nggak syusah-syusah :P Berdoa buat setiap peralatan (laptop, kabel, layar LCD, proyektor, lampu, ruangan, dsb) yang besok bakalan dipake buat sidang, supaya nggak bermasalah. Berdoa buat petugas TU yang bertugas untuk ngasi tau ruangan sidang en nyiapin peralatan sidang, supaya nggak dateng telat (karena bapaknya tuh super nyanteee >.<). Berdoa paket lengkap bo!
           
Aku dikagetkan pas Tuhan nanya, “Apa sih yang paling penting buat sidangmu besok, Luc? Kamu loh udah pasti dapet nilai A”. WAOW! Aku past dapet A? Serius nih, Tuhan? *kedip-kedip takjub* Wakakakaka. Trus aku mikir bentar en keinget kalo kehadiran Tuhanlah yang paling penting buat sidangku besok. Yang lain nggak penting lagi deh. Doaku yang panjang lebar sebelumnya tuh nggak berguna lagi deh. Aku tahu kalo Tuhan hadir di sidangku besok, maka everything gonna be alright. En aku mulai berdoa untuk satu hal TERPENTING itu.


Keesokan harinya (sinetron amat yak :P)
Aku shock bin nggak percaya kalo sidangnya segitu gampang, bahkan nggak seru alias nggak ada tegangnya sama sekali. Astaga, semua kekhawatiranku tentang bakalan ditanyain teori audit, proses audit, jurnal akuntansi, en lain sebagainya tuh nggak berlaku. Nggak ada pertanyaan sama sekali tentang topik yang aku pelajari mati-matian *jingkrak2* Aku bisa jawab 80-85% pertanyaan dosen dengan benar. Skripsiku nggak ada masalah sama sekali. Sampe aku bengong pas dosen penguji bilang “Oke, kamu boleh keluar”. Aku sampe nanya, “Loh, uda selesai ya bu?” Huahahaha.
           
Waktu dipanggil masuk lagi en diumumkan nilai sidangnya, aku sampe kaget banget. Aku lulus dengan nilai A- (A minus) dan TANPA REVISI. Puji Tuhan! Aku nggak dapet nilai A bulat hanya karena kalah 4 poin dengan temanku yang topik skripsinya lebih menarik daripada topikku.  Tapi nggak apa-apa, aku menang dari prosesku, aku berhasil melewati ketakutan terbesarku. YEAH!
           
Tiap kali aku ditanya oleh orang lain, “Gimana sidangmu, Luc?” Aku selalu jawab: PENUH FAVOR! Yah, aku tau kalo aku bisa melewati sidang akhir dengan nilai A- ini hanya karena kasih karunia Tuhan.  Semua hal yang kualami bersama Tuhan selama pengerjaan skripsi 1 tahun lebih ini bener-bener membuktikan bahwa Tuhan tuh setia, bahwa Tuhan nggak pernah tinggalin aku, bahwa Tuhan punya tujuan dalam setiap “lembah kelam”.
           
Thanks buat pihak-pihak yang udah support aku selama ini ya. Thanks buat keluargaku yang nggak pernah berhenti doain aku, semangati aku, en peduliin aku terutama saat aku pengen nyerah en ngerasa nggak berdaya. Thanks buat temen-temen yang juga doain, support, en maksa aku supaya aku untuk segera selesaiin skripsi. Thanks juga buat yang udah ngomel panjang lebar en kuatin aku dengan Firman Tuhan (hihihi). Thanks buat orang-orang yang Tuhan kirim untuk hibur aku en selalu bikin aku senyum. God bless you, all!


PS:
Beberapa hari sebelum sidang akhir, aku sempet bimbingan ke dosen pembimbing yang cewek. Ibu itu yang biasanya mempersulit aku, selalu memperkatakan hal-hal yang negatif alias nakut-nakutin, tiba-tiba berubah. Hari itu, dia memuji aku en bilang kalo dia yakin bahwa aku pasti bisa melalui sidang akhir dengan baik karena aku pinter. Dia bilang kalo topikku emang kalah menarik dengan 2 peserta sidang lainnya, tapi dia yakin kalo aku bisa dapet nilai yang baik karena aku orangnya pembawaannya tenang. Asalkan aku menguasai skripsiku en njawab dengan percaya diri, pasti nilaiku bagus.
Kaget juga tuh ibu bilang kayak gitu. Tapi disitulah aku tau kalo skripsiku yang lamaaaa banget kelarnya ini nggak hanya mengubah hatiku, tapi ternyata juga megubah hati ibu itu. Tuhan tuh dahsyat banget! Dia sanggup mengubahkan orang yang hatinya sekeras baja, yang perkataannya selalu negatif dan menjatuhkan orang lain, menjadi orang yang bisa berkata positif dan mengakui kemampuanku. Puji Tuhan! Semua proses panjang yang aku lalui tuh nggak sia-sia. Kemuliaan Tuhan dinyatakan.

No comments: