July 15, 2013

DAN KAMU AKAN TERTAWA

"TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti  yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya" (Kejadian 21:1-2)

Dalam kehidupan pribadiku, ayat ini berbunyi:
"TUHAN memperhatikan Lucy, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Lucy seperti  yang dijanjikan-Nya. Maka tibalah waktunya bagi Lucy, lalu ia sidang akhir dalam masa yang tepat, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya" :)


Di post ini aku mau sharing tentang janji Tuhan yang aku terima pas aku sidang akhir skripsi kemaren. Bulan Agustus tahun lalu, ada seorang temen yang nguatin aku untuk terus berjuang selesaiin skripsi melalui kisah Ishak. Lalu, bulan Septembernya, aku terbangun karena janji Tuhan. Kira-kira ini yang dibilang temenku waktu itu:

Pada saat itu, Abraham belum mempunyai anak dan dia berkata kepada Tuhan, bahwa hambanyalah yang akan mewarisi hartanya. Lalu Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan memberikan keturunan kepada Abraham. Saat Tuhan berjanji kepadanya, Abraham tertawa karena tidak percaya bahwa ia akan memiliki anak di usianya yang sangat tua. Kemudian, beberpa saat kemudian, Tuhan datang kembali kepadanya dan berjanji akan memberikan keturunaan kepada Abraham, giliran Sara yang tertawa karena hal itu. Bagi mereka, hal itu mustahil.

Saat janji Tuhan belum digenapi dalam hidup mereka, orang-orang yang ada di sekitar mereka menertawakan mereka. “Ah, nggak mungkin Tuhan berjanji kayak gitu ke kamu, kamu pasti salah denger”; “Kalopun Tuhan itu pencipta langit dan bumi, mana mungkin kalian punya anak, kalian kan udah tua”. Dan berbagai macam kalimat penuh keraguan serta cemoohan terlontar dari mulut orang-orang yang melihat Abraham dan Sara.

Namun, apa yang terjadi ketika Tuhan bener-bener menepati janji-Nya untuk memberikan keturunan kepada Abraham dan Sara? Mereka TERTAWA KARENA TUHAN! Ketika janji Tuhan belum digenapi dalam hidupmu, orang banyak akan menertawakanmu. Namun ketika janji-Nya digenapi dalam hidupmu, kamu akan tertawa karena Tuhan. Itulah arti nama Ishak, tertawa karena Tuhan.


Waktu sidang akhir kemaren, aku bener-bener ngalami hal ini. Dahsyat banget! Awalnya jujur aku takut dengan yang namanya sidang akhir. Soalnya waktu aku sidang proposal, serem abis. Ada konsep yang nggak konsisten di skripsiku (tulisanku beda di bab 2 dan bab 3), jadi dosen pengujinya ngomong panjang lebar. Aku pikir, wah sidang akhir bakalan lebih horror nih. Tapi ternyata NGGAK. Aku malah beneran TERTAWA karena ngerasain penyertaan Tuhan yang keren abis.

Dari pagi waktu aku bangun, aku udah sukacita banget karena hari itu adalah hari dimana aku bakalan lulus en menyandang gelar S.E (walopun belum secara resmi sih). Pas berangkat ke kampus, rasanya antusias sekali. Waktu nyiap-nyiapin peralatan buat sidang juga happy banget. Waktu presentasi skripsi, rada deg-degan sih tapi nggak ada beban blas, seolah-olah hal ini gampang banget. Apalagi waktu udah dinyatakan lulus en terima hasil sidang dengan nilai A-, wah rasanya nih bibir nggak berhenti untuk senyum en mengucap syukur.

Aku bener-bener ngerasain yang dikatakan dalam Kejadian 21:6; “Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku". Yup, Tuhan bikin aku tertawa saat aku menerima penggenapan janji-Nya. Tuhan bikin aku bersukacita sampai aku nggak bisa berkata-kata. Bahkan Tuhan bikin aku lupa sama sekali pada masa-masa perjuanganku selama 1 tahun lebih.

***
Thanks Tuhan, buat semua hal yang telah Kau kerjakan dalam hidup Lucy. Thanks buat setiap masa padang gurun dan lembah air mata yang mendewasakan karakterku, yang mengajarku untuk bersandar kepada-Mu, yang mengokohkan imanku. Biar hidupku, kemenanganku atas skripsi, dan kelulusanku ini bener-bener jadi kesaksian hidup bagi kemuliaan nama-Mu, Tuhan.



No comments: