September 20, 2020

JAWABAN DOA


Setelah ditelpon en diceramahi mama angkat, aku bertobat. Aku sadar bahwa aku perlu kembali peduli dengan hati Tuhan, yaitu jiwa2. Siang ini, karena ga ada acara, tiba2 aku keinget 1 temen yang lama banget ga ktemu en dia termasuk salah 1 "orang sulit" yang kuhindari. Akhirnya aku kontak dia, ngajak ktemuan dalam kondisi hati yang sudah diubahkan Tuhan hehehe. Siang itu juga kami ktemuan, en aku ngerasa bahwa Tuhan nuntun aku dalam setiap kata2 yang keluar dari mulutku. 


Sesuai dugaanku, arek ini masih bergumul dengan gambar diri, masih belum bisa bersikap tegas, masih belum punya nilai serta prinsip yang benar. Dia bingung dengan banyak hal, takut dengan omongan negatif orang lain, dimanfaatkan serta dipandang rendah terus menerus. Jadi aku banyak bahas soal menjadikan Tuhan sebagai the center of her life, tentang gambar diri yang sehat sesuai dengan cara pandang Tuhan, tentang kita harus punya nilai serta prinsip yang benar. Ga perlu lah peduli ama omongan orang lain, yang paling penting adalah pendapat serta penilaian Tuhan atas diri kita. Aku juga ngajari dia bahwa dia butuh kebenaran firman Tuhan untuk lawan panah api yang iblis tembakkan ke pikirannya. 


Puji Tuhan, Roh Kudus membukakan hati arek ini sehingga semua kebenaran itu tertancap ke hatinya. Dia mulai ngerti kenapa semua usahanya untuk terapi, konseling, minum obat ga ada yang berhasil; yaitu karena dia melupakan Tuhan sebagai yang terutama dalam semua usaha penyembuhannya. Dia ga pernah berpikir bahwa Tuhanlah jawaban bagi semua permasalahan yang dia hadapi, dia dikelilingi oleh toxic people yang menyarankan dia untuk bunuh diri saat dia putus asa dan lelah dengan hidup, dia dikelilingi oleh toxic family yang merendahkan dia tapi tidak mau membantu sama sekali. 



Kami menyadari bahwa pertemuan ini adalah jawaban doa kami berdua. Arek itu berdoa karena sedang capek karena semua terapi, konseling serta obat dokter ga mempan sehingga sempet berpikir untuk menyakiti dirinya sendiri lagi. Aku yang berdoa supaya Tuhan pakai hidupku sesuai dengan kehendak-Nya. Dan Dia yang mempertemukan kami dengan cara, waktu, dan hati yang sudah Dia persiapkan. Aku bener2 merasakan Tuhan bekerja dengan dahsyat di hati kami masing2. 

Akhirnya aku menyarankan arek itu untuk mulai baca Mazmur 5 pasal/hari dan Amsal 1 pasal/hari, supaya jiwa dan hatinya dipulihkan, supaya kebenaran firman Tuhan masuk ke dalam hati dan pikirannya. Aku juga benahi mental blocks yang selama ini menghalangi arek itu untuk berubah ato ambil tindakan tegas dalam hidupnya. Ternyata banyak banget mental blocks, trauma, serta asumsi yang salah yang ditebas habis oleh firman Tuhan. Haleluya! 


Aku menyadari bahwa proses penyembuhan dan perubahannya akan memakan waktu, tapi aku percaya bahwa hati yang telah dijamah Tuhan akan terus mencari kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan dia. Sukacita banget rasanya karena semua hal yang akhir2 ini kupelajari lewat webinar, obrolan2 bermakna, kotbah, youtube, buku, en firman Tuhan itu menjadi jawaban bagi arek ini. 


Aku bersyukur pada-Mu Bapa, karena Engkau penuh dengan kasih, karena Engkau punya cara dan waktu yang tepat untuk mengubahkan hati kami masing2. Thank you buat kepercayaan-Mu untuk berbicara mewakili-Mu ke dalam kehidupannya. Aku menyerahkan proses perubahan serta pertumbuhan-Nya dalam tangan-Mu. 

No comments: