Semalem waktu nonton film "From survivor to healer" eps 24-25, dimana seorang pasien meninggal karena bunuh diri lalu psychiatrist-nya kepikiran en sedih, aku paham kenapa aku diijinkan ga pernah ambil jurusan psikologi. Semua yang kualami saat ini mungkin memang bukan yang the best, aku ada di bidang yang ga aku sukai tapi aku mampu handle. Emang Tuhan tau yang terbaik bagiku sehingga menaruhku di posisiku sekarang ini.
Aku sadar, di umur 31 ini pun, masih banyak area di hidupku yang masih perlu dibereskan serta dipulihkan. Aku jadi berpikir, kalo dulu aku kuliah psikologi, mungkin aja aku bisa lebih awal menyembuhkan luka batinku, tapi bisa juga aku malah makin ga karuan karena belom cukup dewasa untuk menerima semua penyebab luka batinku di masa lalu. Emang dilema kok soal luka batin, di 1 sisi perlu disembuhkan, tapi proses kesembuhan itu juga bukan perkara yang mudah untuk dihadapi.
Sekalipun sepanjang hidupku ini aku banyak konselingin orang sampai mindset mereka berubah en hidupnya jadi lebih baik, mungkin aku emang ga pernah diciptakan untuk jadi seorang psychologist. Kayaknya aku juga ga mampu deh denger cerita tentang luka batin, trauma, atopun kejadian masa lalu banyak orang. Denger cerita buruk dan berusaha memahami posisi seseorang pun terkadang juga bisa melukai kita.
Aku banyak belajar dari film ini, bahwa masalah kejiwaan itu bukan perkara mudah untuk dihadapi, kadang psychologist atau psychiatrist aja juga bisa kena dampak mental dari pasiennya. Aku jadi paham bahwa beberapa kali aku ngalami stress en beban mental abis konselingi temen2 itu ternyata hal yang wajar. Aku menyadari bahwa semua hal yang kujalani selama ini adalah rencana Tuhan untuk memulihkanku secara bertahap. Walopun keliatannya pelan, tapi semua itu tepat dengan yang kubutuhkan dan tingkat kesiapanku.
Aku sungguh2 bersyukur dengan semua yang terjadi di hidupku saat ini, Tuhan sudah atur sedemikian rupa dengan hikmat-Nya yang ga terselami. Aku ga mbayangin, kalo aku jadi psychologist ato psychiatrist yang tiap hari kudu berhadapan dengan berbagai macam orang yang kena penyakit mental, apa aku akan bertahan ato malah aku yang ga waras ahahaha.
Sekali lagi aku belajar percaya sama Tuhan yang mengatur kehidupan ini. Aku ga lagi berpikir "seandainya dulu aku mengambil jalan yang berbeda, mungkin aku lebih enjoy ama hidupku", "seandainya dulu aku kuliah psikologi en jadi konselor ato psychologist, mungkin aku ga akan ngalami anxiety disorder", atau "seandainya dulu aku kuliah psikologi, kemungkinan hari ini aku bisa menolong lebih banyak orang". Aku ga tau apapun yang terbaik bagiku, hanya Tuhan yang tau dan mengarahkanku kesana. Praise God!
Jadi, buat kalian2 yang hari ini merasa hidup kalian salah jalan dimana seharusnya dulu ambil langkah berbeda, pleaseeee pikirkan ulang. Terkadang ketika kita salah jalan pun, Tuhan bisa arahkan kita ke rencana lain yang jauh lebih indah daripada yang kita pikirkan. Ga semua hal yang jadi passion kita itu yang terbaik untuk kita jalani. Kadang di balik nyasar atopun salah jalan, justru Tuhan mau menyelamatkan kita dari kesusahan2 yang ga bisa kita tanggung. Bersyukur aja atas apapun yang ada di hidupmu hari ini yaa. Tuhan ga pernah salah.
Tapi bagi kalian yang memang ngerasa salah jalan en udah pertimbangkan baik2 untuk ganti jalur, silakan ambil keputusan disertai dengan doa yaa... Ga ada yang salah dengan kejar passion, tapi ga salah juga dengan menjalani hidup yang ga pernah kita rancangkan. Karena apapun yang di luar rancangan kita, ga pernah ada di luar kendali Tuhan 😁
No comments:
Post a Comment