June 8, 2021

MELIBATKAN TUHAN

Beberapa hari lalu aku denger sebuah diskusi di radio tentang "Melibatkan Tuhan". Awalnya aku berpikir, melibatkan Tuhan berarti menyertakan Dia dalam segala aspek kehidupan kita, mengenali kehendak-Nya dalam setiap langkah, serta berdoa sebelum mengambil suatu keputusan. Tapi ternyata aku salah... 


Diskusi itu ngasi aku sebuah insight yang baru tentang "Melibatkan Tuhan", yaitu bukan kita meminta Tuhan terlibat dalam rencana kita, tapi kita yang menanyakan kehendak-Nya dalam hidup kita dan berjalan di dalamnya. Simple-nya "apapun yang Tuhan kehendaki, aku mau ikut di dalamnya". Seketika itu juga aku terkesiap. Ga ada rencana pribadi yang harus didoakan, ga ada langkah2 jitu yang harus dipergumulkan, karena kitalah yang "menceburkan diri" dalam kehendak-Nya yang sempurna bagi kita. 


Sejenak aku merenung. Aku tau bahwa keputusanku untuk resign dan menerima tawaran untuk freelance di asuransi ini bukanlah rencanaku sama sekali. Waktu itu aku njedog en berdoa "Aku ga peduli apapun Tuhan, aku mau nurut sama apa yang Tuhan mau. Aku ga tau kemana, dimana, en gimana, tapi aku berserah penuh. Aku percaya Engkau Bapa yang mengasihiku, yang ingin semua yang terbaik bagiku. Aku tunduk pada kehendak-Mu bagiku". And here I am... 


Aku menyadari bahwa ini pertama kalinya setelah sekian waktu, aku berserah penuh sama kehendak Tuhan. Ga ada keinginanku, ga ada harapanku, ga ada egoku. Aku tau bahwa hidupku itu milik-Nya, aku percayakan semua dalam tangan-Nya sekalipun aku ga ngerti en ga tau tentang apapun. Namun, aku tau ketika aku "menceburkan diri" dalam kehendak-Nya, damai sejahtera memenuhiku. Ga ada sedikitpun keraguan untuk menempuh jalan ini, sekalipun aku belum bisa melihat masa depanku. Aku tau bahwa tujuan utamaku saat ini bukan duid, tapi fulfillment. Aku mau memenuhi tujuan penciptaanku, aku mau kejar apa yang jadi panggilan Tuhan atas hidupku. 


Padahal beberapa taon lalu, sepupuku nawarin aku join ke asuransi yang dia geluti sehingga bisa menghasilkan uang puluhan juta setiap minggunya, tapi aku ga bergeming. Sekitar 1,5 taon lalu salah 1 temen nawari join ke asuransi ini dan dia nawari ngajari aku sampai bisa, tapi aku ga kepikiran untuk ambil kesempatan itu. Aku cuma berpikir, segala sesuatu ada waktu yang tepat dan orang yang tepat. Siapa sangka aku mengiyakan tawaran dari orang yang hanya kutemui di webinar setiap minggu, tanpa pernah kenal orangnya secara pribadi. 


Aku ga tau apa yang akan terjadi ke depan, apakah ini pilihan yang tepat untukku, apakah aku akan sukses di bidang ini. Tapi aku tau, ketika aku melepaskan semua keinginanku dan tunduk pada kehendak-Nya, akan ada jalan yang dibukakan. Sukses bukan hanya sekedar uang, namun juga damai sejahtera dan perkenanan Allah, bukan? 

No comments: