APAKAH HATI?
Jati diri Anda. Hati Anda adalah bagian terpenting dari siapa Anda. Hati adalah pusat keberadaan Anda, dimana "Anda yang sebenarnya" tinggal. "Hati manusia mencerminkan manusia itu" (Amsal 27:19). "Sebagaimana orang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia" (Amsal 23:27, NKJV).
Pusat Anda. Karena hati (bahasa Inggrisnya heart yang arti sebenarnya adalah jantung) Anda ada di pusat tubuh Anda dan mengirimkan darah pemberi kehidupan ke semua sel yang hidup, maka kata "hati" telah digunakan selama berabad-abad untuk menggambarkan tempat inti permulaan dari semua pikiran, kepercayaan, nilai, motif, dan keyakinan.
Kantor pusat. Hati Anda adalah pusat dari semua operasi Anda. Akibatnya semua bidang kehidupan Anda dipengaruhi oleh arah hati Anda.
APA SALAHNYA MENGIKUTI HATI SAYA?
Bodoh. Dunia mengatakan, "Ikuti hati Anda!" Ini adalah filosofi dari para guru gerakan abad baru, seminar swadaya, dan lagu pop romantis. Karena kedengaran romantis dan mulia, mulai terjual rekaman dan buku. Masalahnya adalah mengikuti hati Anda biasanya berarti mengejar apapun yang terasa benar saat itu entah itu sesungguhnya benar atau tidak. Ini berarti mengabaikan sikap hati-hati dan mengejar dorongan hati dan keinginan Anda lepas dari apa yang logika dan nasihat yang baik katakan.
Alkitab mengatakan, "Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat" (Amsal 28:26).
Tidak dapat diandalkan. Orang lupa bahwa perasaan dan emosi dangkal, mudah berubah, dan tidak dapat diandalkan. Perasaan dan emosi berfluktuasi bergantung pada keadaan. Dalam upaya untuk mengikuti hati mereka, orang telah meninggalkan pekerjaan mereka untuk menghidupkan kembali band yang jelek, kehilangan tabungan seumur hidup karena mengikuti dorongan hati di pacuan kuda, atau meninggalkan pasangan seumur hidup mereka demi mengejar rekan sekerja yang menarik dan telah menikah dua kali. Apa yang terasa benar pada puncak emosi yang manis sering terasa seperti kesalahan yang pahit beberapa tahun kemudian. Filosofi yang egois ini juga menyebabkan banyak orang berdalih dari komitmen seumur hidup mereka karena mereka tidak lagi "merasa jatuh cinta".
Jahat. Kebenarannya adalah hati kita pada dasarnya egois dan berdosa. Alkitab mengatakan, "Betapa liciknya hati lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9). Yesus berkata, "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Matius 15:19). Jika tidak dimurnikan oleh Allah, maka hati kita akan terus memilih hal-hal yang salah.
APAKAH SAYA HARUS MENGIKUTI HATI SAYA?
Raja Salomo berkata, "Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri" (Pengkotbah 10:2). Seperti halnya hati Anda dapat mengarahkan Anda kepada kebencian, nafsu, dan kekerasan, ia juga dapat digerakkan oleh cinta, kebenaran, dan kebaikan. Sementara Anda hidup bersama Allah, Ia akan menaruh impian di dalam hati Anda yang Ia ingin genapi di dalam hidup Anda. Ia juga akan menaruh keterampilan dan kemampuan di dalam hati Anda yang Ia mau kembangkan demi kemuliaan-Nya (Keluaran 35:30-35). Ia akan memberi Anda keinginan untuk memberi (2 Korintus 9:7) dan menyembah (Efesus 5:19). Ketika Anda mengutamakan Allah, Ia akan melangkah masuk dan menggenapi keinginan yang baik dari hati Anda. Alkitab mengatakan, "Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" (Mazmur 37:4). Namun, satu-satunya waktu Anda dapat merasa tenang mengikuti hati Anda adalah ketika Anda tahu hati Anda berniat melayani dan menyenangkan Allah.
MENGAPA MENGIKUTI HATI SAYA TIDAK CUKUP?
Karena hati kita begitu mudah berubah dan begitu tidak layak dipercaya. Firman Tuhan menyampaikan pesan yang jauh lebih kuat dibandingkan "ikuti hati Anda". Alkitab memerintahkan Anda untuk memimpin hati Anda. Ini berarti mengambil tanggung jawab penuh akan kondisi dan arahnya. Sadari bahwa Anda benar-benar memiliki kendali atas di mana hati Anda berada. Anda telah diberi kuasa oleh Allah untuk melepaskan hati Anda dari satu hal dan mengarahkannya ke sesuatu yang lain. Ayat-ayat berikut ini semua menyampaikan pesan untuk memimpin hati Anda:
• Amsal 23:17 "Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa".
• Amsal 23:19 "Tujukanlah hatimu ke jalan yang benar".
• Amsal 23:26 "Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku".
• 1 Raja-raja 8:61 "Hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu".
• Yohanes 14:27 "Janganlah gelisah dan gentar hatimu".
• Yakobus 4:8 "Sucikanlah hatimu".
• Yakobus 5:8 "Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu".
BAGAIMANA SAYA MEMIMPIN HATI SAYA
• Anda perlu mengerti bahwa hati Anda mengikuti investasi Anda. Ketika Anda mencurahkan waktu, uang, dan tenaga Anda ke dalam hal tertentu, maka hati Anda akan tertarik ke sana. Ini berlaku sebelum Anda menikah. Anda menulis surat, membeli hadiah, dan menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan, dan hati Anda mengikuti. Ketika Anda berhenti menginvestasikan sebanyak itu dalam hubungan Anda dan mulai mencurahkan diri ke hal-hal lain, hati Anda mengikuti Anda ke sana. Jika Anda tidak mencintai pasangan Anda hari ini, mungkin karena Anda berhenti berinvestasi dalam diri pasangan Anda kemarin.
• Periksa hati Anda. Salah satu dari kunci untuk berhasil memimpin hati Anda adalah dengan terus menyadaru di mana hati Anda berada. Tahukah Anda apa yang menguasai hati Anda sekarang? Anda dapat mengetahuinya dengan melihat ke mana waktu Anda telah berlalu dalam bulan terakhir, ke mana uang Anda telah habis, dan apa yang Anda terus bicarakan.
• Jagalah hati Anda. Ketika sesuatu yang tidak sehat menggoda hati Anda, tanggung jawab Andalah untuk melawan godaan itu. Alkitab mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23). Jangan biarkan hati Anda menempatkan yang atau pekerjaan Anda di atas pasangan dan keluarga Anda. Jangan biarkan hati Anda bernafsu mengejar kecantikan seorang wanita lain (Amsal 6:25). Alkitab mengatakan, "Apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya" (Mazmur 62:11).
• Arahkanlah hati Anda. Rasul Paulus mengatakan, "Arahkanlah hatimu kepada perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah" (Kolose 3:1, NIV). Inilah waktunya untuk mengenali di mana hati Anda perlu berada dan kemudian memilih untuk mengarahkan hati Anda kepada perkara-perkara itu. Anda berkata, "Tapi, aku tidak benar-benar mau berinvestasi pada pernikahanku. Aku lebih suka mengerjakan ini atau itu". Saya tahu. Anda sudah mengarahkan hati Anda pada hal itu pada masa lalu dan Anda melekat dengan mentalitas "ikuti hati Anda". Namun, Anda tidak perlu membiarkan hati Anda memimpin Anda lagi. Nafsu adalah ketika Anda mengarahkan hati Anda pada sesuatu yang salah atau terlarang. Anda dapat memilih untuk melepaskan hati Anda dari hal-hal yang salah dan mengarahkannya pada apa yang benar.
• Investasikanlah hati Anda. Jangan tunggu hingga Anda merasa ingin melakukan hal yang benar. Jangan tunggu hingga Anda merasa jatuh cinta dengan pasangan Anda untuk melakukan investasi dalam hubungan Anda. Mulailah mencurahkan ke dalam pernikahan Anda dan berinvestasi di mana hati Anda seharusnya berada. Habiskan waktu bersama pasangan Anda. Belikan hadiah. Tulislah surat. Pergilah berkencan. Semakin banyak Anda berinvestasi, semakin hati Anda akan menghargai hubungan Anda. Inilah Tantangan Cinta yang sebenarnya--empat puluh hari memimpin hati Anda kembali untuk mencintai pasangan Anda.
STEPHEN KENDRICK & ALEX KENDRICK
THE LOVE DARE
Hlm 210-214
No comments:
Post a Comment