October 22, 2021

成就感 VS 安全感 (THE SENSE OF ACHIEVEMENT VS THE SENSE OF SECURITY)

Ini adalah bulan kelima kerja freelance en aku mulai ngerasa kehilangan arah, motivasi, serta tujuan. Ngerasa ga mencapai apapun, masih berurusan dengan beberapa mental block, en belom ada terobosan dalam closing. Dan aku pun mulai ngelamar kerja kantor lagi sebulanan ini... 


Dua hari lalu nonton film Mandarin "To Dear Myself", di film itu aku belajar sesuatu tentang diriku yang selama ini kupergumulkan untuk kuterima karena orang sekitarku nganggep aku terlalu ambisius en cari susah sendiri. Dialog di film itu diucapkan si tokoh ayah ke anaknya yang sedang "melarikan diri" pulang kampung setelah start up yang dibangunnya gagal: 

"你这种孩子就算是被人打得头,破血流,痛,当然痛。但是如果不让你上场,不让你去打去拼,你更痛" (kamu tuh anak yang ketika ngalami kesulitan dan kesakitan, tentu menderita. Tapi kalo kamu ga dibiarkan berjuang, kamu akan lebih menderita).  


Dan dialog yang diucapkan tokoh utama wanita ketika seorang pria memberikan semua kemudahan untuk membangun kembali bisnisnya: 

"你知道我什么时候最开心吗?一手一脚打拼的时候我最开心。屡败屡战咬牙坚持的时候我最开心。历尽艰辛最后赢得胜利的时候我最开心。我喜欢那种超越别人,战胜自己的感觉,明白吗?" (Apa kamu tahu kapan aku merasa paling bahagia? Ketika berjuang sendiri aku merasa paling bahagia. Ketika terjatuh bangkit lagi untuk bertahan, aku merasa paling bahagia. Ketika mengalami kesulitan lalu memperoleh kemenangan, aku merasa paling bahagia. Aku suka ketika aku melampaui orang lain, perasaan mengalahkan diriku sendiri).


Disitulah aku semakin menyadari karakterku sebenarnya, aku suka sensasi perjuangan, aku suka ketika aku berhasil meraih sesuatu yang menantang, aku suka ketika aku mencapai sesuatu yang kelihatan mustahil bagi banyak orang. Ketika aku menoleh ke belakang, aku sadar bahwa aku selalu menghindari kemudahan, ga tertarik dengan zona nyaman, maupun hal2 monoton. Hal itulah yang seringkali ga bisa diterima oleh sekitarku, sehingga mereka menganggapku "aneh" dan "suka cari kesulitan" 😂


Kemaren ketika meet up dengan seorang temen lama, dia cerita kalo dalam kondisi ga menentu ini, dia cari kerja kantoran dengan posisi admin. Dia bilang kalo dia ngerasa dirinya ga pinter, udah lupa semua ilmu yang dipelajari ketika kuliah bahkan ketika sekolah Mandarin, dia ga suka target atopun memimpin. Disitulah aku semakin sadar betapa karakter kami berkebalikan! Dia suka the sense of security, dia suka bermain aman, dia ga siap ngadepi tantangan atopun perubahan drastis. Sementara aku suka the sense of achievement, selalu mencari hal2 yang memacu adrenalin, hal2 yang memaksaku menyesuaikan diri, serta hal2 yang sama sekali belom pernah kuhadapi. 


Aku tau bahwa balik kerja kantor berarti aku akan kembali ke rutinitas membosankan, hal2 yang ga bikin aku berkembang pesat, yang memaksaku berada di zona nyaman. Tapi aku juga ga tau sampai kapan aku bisa bertahan di kerjaan freelance yang tanpa kepastian, penuh tantangan, serta kejadian tak terduga yang ga bisa kuhandle ini. Jujur aja dilema, aku ga tau apakah aku mau membiarkan karakterku ambil alih, ato aku membiarkan diriku di zona nyaman lagi. 


Tapi ketika aku semakin memahami karakterku yang selalu suka tantangan, aku merasa lebih bisa menerima diriku en ada perasaan bangga yang timbul. Aku tau bahwa pertumbuhanku paling pesat ketika aku berada di zona penuh kemustahilan dan tantangan berat. Aku tau bahwa hal2 itulah yang bikin aku merasa penuh en "lebih hidup".


Tadi ketika denger radio, pembicaranya bilang "Tuhan ga pernah mau kita di zona nyaman. Dia panggil Yusuf keluar dari rumah bapanya, Musa dari istana Firaun, Abraham dari negeri kelahirannya; semuanya untuk sesuatu yang lebih besar. Bahkan Yesus pun meninggalkan zona nyamannya demi turun ke dunia, untuk menebus dosa kita". Disitulah aku menemukan sekeping lagi puzzle yang mengurai kebimbanganku.


Dua hari ini aku berserah ke Tuhan, aku ga tau jalan mana yang harus kutempuh di masa penuh ketidakpastian ini. Tapi pengertian yang baru ini membawaku semakin bersyukur sama Tuhan, karena Dia menciptakanku seperti ini sehingga hidupku ga pernah stagnan. Kemanapun Tuhan mau mengarahkanku, aku siap melangkah dengan semua resikonya. Aku ga mau ragu dengan apapun lagi, aku ga mau hiraukan pendapat miring dari sekelilingku tentang karakterku ini. I'm Yours Lord, let Your will be done in my life 😎

No comments: