April 26, 2020

SELALU BERSYUKUR

Mulai 24 Maret lalu, kantorku menerapkan WFH (Work From Home) dimana kami dikasi jadwal piket 1 minggu 1x ke kantor. Walopun faktanya sminggu aku 3x ke kantor, aku bener2 bersyukur karena bosku ambil keputusan untuk tetap kasi gaji full. Di masa sulit seperti ini, ga ada pengurangan karyawan en tetep digaji full tuh sebuah anugerah. Haleluya!

Senin lalu aku mendapati kejadian aneh di kantor, tiba2 uang di brankas hilang tapi kondisi lemari en brankas masih utuh. Selasanya duid ilang lagi en brankas rusak. Kita selidiki ke satpam, katanya ga ada yang dateng di luar jam piket. Menurutku aneh, beberapa orang langsung mencurigai 1 anak buahku yang memang idupnya kacau en ga isa dipercaya. Tapi kami butuh bukti kuat untuk memecat orang itu.

Singkat cerita, aku lapor ke bos soal hal ini en diambil keputusan untuk beli CCTV ama brankas baru. Aku ga disuruh ngganti uangnya blas, aku bersyukur bos bener2 percaya sama aku. Aku ngerasa bahwa untuk hal ini, Tuhan sediakan proteksi khusus karena hari Minggu itu aku dapet jadwal piket en sempet ngitung uang di brankas, jadi aku tau kapan en berapa jumlah tepat yang ilang.

Dari kejadian ini, aku bener2 bersyukur karena selama ini Tuhan bikin rekan2 sekantorku tau karakterku, bos taruh kepercayaan yang besar ke aku, en manager HRD pun sigap ambil tindakan untuk menginterogasi satpam, masang CCTV, en bahkan masang jebakan buat pelaku. Aku berharap pelakunya beraksi lagi en ketangkep sehingga bisa kami tindak secara cepat.

Bahkan di masa kantor sebelah mengalami pemotongan gaji besar2an, bosku tetep berusaha untuk memperjuangkan kesejahteraan kami dengan hanya memotong gaji 15% di bulan Mei. Di posisi sebagai supervisor, aku bisa ngeliat dari banyak sudut pandang dalam kondisi seperti ini. Secara keuangan aku tau detail cashflow, tau pertimbangan bos, tau kondisi usaha para pemegang saham, tau pergumulan para rekan kerja, juga tau gerutuan temen2 kantor sebelah atas keputusan tidak bijak dari bos mereka.

Aku ngerasa bersyukur karena aku memutuskan resign tuh taon lalu, bukan taon ini dimana kondisi ekonomi sedang bergejolak hebat. Aku bersyukur ga kekeuh bertahan kerja freelance, aku bersyukur punya pekerjaan tetap di masa2 seperti ini. Aku percaya bahwa Tuhan adalah Jehova Jireh, my Shepherd and my Provider.

Masa2 seperti ini adalah masa2 dimana kita perlu mengevaluasi banyak hal di hidup kita, memperbaiki kualitas diri, menyadari hal2 esensi di hidup ini adalah hubungan dengan Tuhan dan keluarga. Kita diingatkan bahwa semua hal yang selama ini kita bangga2kan dan kita kejar adalah semu. Kita perlu kembali kepada keintiman dengan Tuhan dan memulihkan hubungan dengan sesama.

Apapun yang sedang kalian alami saat ini, berharaplah pada Tuhan seutuhnya. Jangan andalkan koneksi, pengalaman, posisi, ataupun hartamu. Masa2 ini Tuhan sedang menguji, menampi, serta memurnikan kita. Semoga kita didapati sebagai emas yang murni, yang luput dari dapur perapian dalam kondisi menyenangkan hati-Nya. Amin 🙏

April 12, 2020

GOD'S FAVOURITE HOUSE (TOMMY TENNEY)

PENDAHULUAN:
1. Jika Tuhan "kangen" pada "rumah-rumah" penyembahan yang ada di dunia, saya yakin itu adalah tabernakel Daud. Bukan karena keindahan struktur bangunannya, namun karena gairah penyembahannya. Peristiwa dan perjumpaan Tuhan dengan para penyembah yang bergairah disanalah yang membuat Tuhan menyukai tempat itu.
2. Ia ingin membangun kembali rumah kesukaan-Nya. Apakah Anda bersedia dipakai-Nya? Ia bisa memakai "batu hidup" lainnya, seorang penyembah yang memiliki teladan dan hati Daud.


BAB 1: RUMAH KESUKAAN TUHAN
1. "Kemudian Aku akan kembali dan membangun kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan" (Kisah Para Rasul 15: 16). Jika kobaran semangat hati Daud dapat dipulihkan, maka Tuhan sendiri akan membantu proses pembangunan kembali tabernakel tersebut.
2. Kita menginginkan pertemuan dengan Tuhan, namun Tuhan menginginkan pertemuan dengan manusia, karena pertemuan dengan anak-anak-Nya memberikan pengaruh kepada-Nya. Ia akan "merobek selubung-selubung" dan mengadakan waktu untuk bertemu dengan anak-anak-Nya.
3. Keintiman dengan Tuhan akan membawa "berkat", tetapi mengejar "berkat" tidak selalu membawa pada keintiman.
4. Terlalu sering kita menginginkan kehadiran Tuhan di tempat penyembahan kita hanya untuk memberikan sensasi pada perasaan kita. Pertanyaannya adalah, "apakah Ia akan tinggal?" Ini bukan tentang kita, ini tentang Dia.
5. Tidak ada kemuliaan shekinah (hadirat Tuhan yang kelihatan) di gereja-gereja kita karena kita telah kehilangan kemampuan kita untuk menjadi tuan rumah bagi Roh Kudus. Ia merindukan keintiman antara diri-Nya dan umat-Nya; Ia ingin menyatakan kemuliaan-Nya pada dunia yang terhilang dan mati.


BAB 2: GARIS AKHIR PALSU DAN TOMBOL PINTU TIPUAN (BERHENTI DAN TERTINGGAL)
1. Saya ingin Tuhan menyatakan diri-Nya dalam shekinah-Nya atau hadirat-Nya yang kelihatan. Jika dibandingkan dengan-Nya, segala sesuatu dan semua orang yang lain hanyalah pemanas untuk mengisi waktu sampai Yang Sejati memasuki ruangan.
2. Tuhan sedang mencari seseorang, sebuah gereja, dan sebuah kota yang mau mendengar ketukan lembut-Nya dan membukakan pintu bagi-Nya. Mengapa pintu rumah-Nya sendiri terkunci? Karena Ia telah memberikan kuncinya. Ia berkata kepada Petrus, "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga" (Matius 16:19).
3. Keengganan gereja untuk membayar harga yang tampaknya tinggi untuk penyembahan yang intim adalah akar penyebab dari kemandulan kita.
4. Saat yang paling mengkhawatirkan bukanlah ketika Tuhan mengetuk pintu Anda, melainkan ketika ketukan itu berhenti.
5. Terkadang yang perlu Anda ketahui adalah bahwa Ia sudah dekat. Seruan hati Anda yang penuh kerinduan akan menarik-Nya mendekat. Tuhan tidak bisa berpaling dari orang yang hancur hatinya. Air mata akan menyalakan keran belas kasihan Tuhan.
6. Salah satu kunci untuk mengubah kunjungan Roh yang sementara menjadi Roh yang tinggal adalah dengan mengenali Dia. Apakah Anda akan mengenali Dia jika Ia datang dengan seekor anak kuda jantan dan bukan dengan kuda jantan? Apakah Anda akan merangkul hadirat-Nya dalam kerendahan hati dan juga dalam kekuatan?
7. Kita harus menjadi seperti seorang anak kecil yang kelaparan, yang berseru meminta pertolongan. Saatnya bagi Anda untuk menunjukkan rasa lapar Anda. Dapatkan perhatian Allah dan abaikan persetujuan manusia.


BAB 3: MEMBUKA SURGA (DAN MENUTUP GERBANG NERAKA)
1. Kebangunan rohani yang sejati datang ketika Sang Pencipta Kebangunan Rohani turun ke kota! Kebangunan rohani yang sejati adalah sebuah ledakan adikodrati dari hadirat Tuhan di dunia ini, yaitu selain kemahahadiran-Nya yang terus menerus.
2. Dalam hal doa dan kebangunan rohani, cara untuk membuka tingkap-tingkap langit adalah memecahkan bejana-bejana dan melepaskan aliran pertobatan dan penyembahan di antara umat Tuhan di dunia ini. Harus ada kehancuran hati yang mendalam di dalam diri kita jika kita ingin mengalami suatu terobosan dan melihat sebuah tingkap yang terbuka di surga. Kehancuran hati di dunia membuka surga!
3. Ingatlah, penundaan bukanlah penolakan. Ketekunan memainkan peran yang berkuasa dalam membuka langit. Jangan biarkan langit tembaga menghalangi Anda!
4. Dalam Mazmur 51, Daud menyatakan "korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah". Ini adalah kunci yang mahal yang membuka kekayaan-kekayaan hadirat Tuhan! Ini adalah dupa harum yang tidak dapat diabaikan oleh Tuhan. Ia akan memberikan respon. Langit tembaga akan runtuh!
5. Uza mati setelah ia berusaha msnstabilkan apa yang telah diguncangkan Tuhan.  Memperkenankan manusia adalah baik namun memperkenankan Roh itu sangat dahsyat! Ia tidak menginginkan seorangpun menahan apa yang sedang disambar-Nya! Cara-cara-Nya dan jalan menuju kebangunan rohani yang kudus--jauh lebih tinggi dan "melelahkan".
6. Tuhan tidak menginginkan sebuah kereta kayu atau seekor lembu jantan untuk membawa hadirat-Nya--Ia menginginkan manusia sejati. Lembu jantan adalah lambang kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan. Tuhan tidak akan bisa dimanipulasi oleh kekayaan atau kekuatan duniawi kita. Kelemahan manusialah yang akan membawa tabut kehadiran Tuhan.
7. Ketika Anda bergerak dari tingkat pengurapan ke tingkat memanggil kemuliaan Tuhan, berbagai hal tidak akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya, akan menjadi lebih berat. Tuhan memperingatkan Adam dan Hawa pada awal kehidupan mereka di luar pintu gerbang Firdaus, "Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu" (Kejadian 3:19). Berpeluh mentransfer nilai. Sesungguhnya, penyembahan adalah mentransfer apa yang bernilai dan layak dari kita kepada Tuhan.
8. 5 hal yang akan membuka tingkap surga (elemen penyembahan):
Persepuluhan
Prinsip untuk memberikan hasil pertama dari pendapatan kepada Tuhan digambarkan dalam Maleakhi 3:10.
Penderitaan
Akan membuka surga sebagaimana yang dinyatakan ketika Stefanus mati sebagai martir (Kisah Para Rasul 7:55-58a).
Ketekunan
Yesus memberi tahu para murid bahwa "pintu" akan dibuka bagi mereka yang tekun meminta, mencari, dan mengetuk pintu Tuhan (Matius 7:7-8).
Kesatuan
Kesatuan mengundang hadirat Tuhan dimanapun dua atau tiga orang bersehati "meminta apapun juga" (Matius 18:19-20).
Penyembahan
Penyembahan adalah kunci untuk membuka langit tingkat ketiga.


BAB 4: MEMBANGUN KURSI KEMURAHAN (BUKAN KURSI PENGHAKIMAN)
1. Dalam Perjanjian Lama, bahasa Ibrani yang diterjemahkan sebagai "kemuliaan" adalah kabod. Secara harafiah artinya adalah berat atau kemegahan yang berat. Ketika Ia menemukan sebuah rumah yang telah membayar harga untuk membangun sebuah tempat peristirahatan bagi Dia, Ia akan datang dan Ia akan tinggal.
2. Daud mempelajari sebuah rahasia penting dalam proses pemindahan hadirat Tuhan ke Yerusalem. Jika Anda ingin menjaga nyala api biru itu tetap disana, seseorang harus memelihara apinya. Anda memberinya bahan bakar melalui penyembahan yang penuh pengorbanan. Kita tidak memiliki hak untuk meminta api Tuhan kecuali kita bersedia menjadi bahan bakar Tuhan.
3. Pukulan palu kehidupan akan mengarahkan kita kepada Allah jika kita merespons tantangan kehidupan dengan benar. Tuhan ingin agar pukulan-pukulan palu dalam kehidupan menggerakkan sayap-sayap penyembahan Anda ke dalam posisi "bersyukur dalam segala hal". 
4. J,angan takut pada kesengsaraan! Para penyembah yang dibentuk dari emas yang telah dimurnikan dalam api dan ditempa melalui kesengsaraan dan pencobaan, akan membiaskan cahaya kemuliaan Tuhan jauh lebih baik ketimbang mereka yang dicetak secara kilat.
5. Kebangunan rohani yang sejati terjadi hanya ketika para penyembah yang benar melupakan manusia dan berpaling dengan sepenuh perhatian dan pemujaan mereka kepada Tuhan. Kita dipanggil untuk menjadi perantara dalam penyembahan sampai Tuhan dan manusia bertemu bersama.


BAB 5: MENYALAKAN TERANG KEMULIAAN-NYA (TIDAK ADA LAGI SANDUNGAN DALAM GELAP)
1. Pengurapan dengan cepat bisa menarik kerumunan orang banyak dan dengan mudah bisa mempengaruhi mereka. Namun ketika Tuhan datang dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara kita, seluruh kota akan mendapatkan pengaruhnya!
2. Kita seharusnya melepaskan sesuatu di surga setiap kali kita mengikat sesuatu di bumi. Jangan pernah berdoa untuk mengikat iblis jika Anda tidak berdoa untuk melepaskan kuasa Yesus dan Roh Tuhan atas situasi.
3. Penyembahan yang sejati, yang penuh pertobatan dan kehancuran hati, hanya akan mempertinggi aroma yang kaya dari pengorbanan kita yang bisa diterima oleh Tuhan, dan persembahan inilah yang akan membujuk Raja Kemuliaan untuk tinggal bersama kita dan bukan hanya mengunjungi kebaktian-kebaktian kita saja.
4. Tidak ada cara yang lebih baik untuk berperang dalam peperangan rohani selain dari menyalakan terang kemuliaan Tuhan dengan cara mengundang hadirat-Nya. Izinkanlah Dia untuk membangun kembali rumah kesukaan-Nya di tengah-tengah perkumpulan Anda dan jangan mau berhenti di garis akhir yang palsu atau dipuaskan hanya dengan aroma dimana Ia pernah berada.


BAB 6: JANGAN PERNAH MEMPERCAYAI ORANG YANG TIDAK TIMPANG (BERGUMUL DENGAN TAKDIR ILAHI)
1. Tuhan tidak mengulurkan tangan-Nya secara terbuka untuk memberikan berkat karena Yakub tidak membutuhkan berkat lain dalam hidupnya yang kacau. Ia membutuhkan kehidupan yang baru. Jika kita mau menerima kematian daging yang penuh pertobatan, orang-orang yang pernah membenci kita akan melihat diri kita yang baru.
2. Ini adalah cara Tuhan dalam mengadakan perubahan yang secara permanen melukai manusia lama dan cara-cara lama dalam melakukan segala sesuatu. Hal ini menyebabkan suatu kematian di dalam diri kita, yang menandai suatu perubahan untuk menjadi yang lebih baik. Orang-orang akan melihat kita dengan ketimpangan yang baru, suatu kelembutan yang baru, yang lahir pada hari dimana kira kalah dalam pertandingan gulat dengan Tuhan.
3. Tingkat tertinggi dalam penyembahan adalah mengesampingkan tangan-Nya dan mengejar wajah-Nya! Wajah-Nya berarti kemurahan-Nya. Hadirat mengatasi hadiah. Ia merindukan penyembah yang akan mengejar Sang "Pemberi" melampaui "hadiah".
4. Lapar yang kudus dan frustrasi-frustrasi yang diberkati dapat menghasilkan suatu pergumulan yang mengubah jalan hidup. Kematian daging seringkali menghasilkan masa depan. Program Anda mungkin harus mati supaya tujuan-Nya bisa hidup.
5. Kita perlu mengambil semboyan Yohanes Pembaptis dan menerapkan dalam hidup kita: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yohanes 3:30).


BAB 7: PORNOGRAFI ROHANI ATAU KEINTIMAN ROHANI? (DIPUASKAN HANYA DENGAN MELIHAT ATAU DENGAN MENDAPAT KUNJUNGAN?)
1. Dalam sepanjang perjalanan-Nya, satu-satunya pusat perhatian Yesus adalah mendengarkan apa yang dikatakan Bapa dan mengatakannya, serta melihat apa yang dikerjakan Bapa dan mengerjakannya. Jika Anda mengenal Tuhan dan menyenangkan-Nya melalui ketaatan total, "rasa lapar" akan Dia akan membawa khalayak ramai kepada Anda.
2. Urapan Tuhan tidak pernah dimaksudkan untuk memuaskan rasa lapar jiwa kita. Hanya Tuhan sendiri yang dapat memuaskan rasa lapar yang telah Ia tempatkan di dalam diri kita. Tangan-Nya dapat memenuhi kebutuhan kita, tetapi hanya wajah-Nya yang dapat memuaskan kerinduan kita yang paling dalam.
3. Kita seringkali cenderung menjadi lebih tergetar secara rohani oleh jamahan Tuhan atas kehidupan orang lain daripada mengejarnya bagi hidup kita sendiri--menjadi sebuah bentuk pornografi rohani. Ia ingin kita jatuh cinta dengan begitu mendalam kepada-Nya.
4. Reputasi tidak ada artinya bagi Tuhan. Anda tidak bisa mencari wajah-Nya dan menyelamatkan muka Anda. Mungkin saja Anda akan kehilangan martabat Anda dalam pengejaran Anda akan keilahian-Nya.
5. Tidak ada metode atau lintasan baru menuju kebangunan rohani. Kita hanya perlu menemukan kembali resep asli Tuhan dan berhenti mencoba-coba. Yang terutama adalah Dia, berpusat kepada Kristus!


BAB 8: HARI KEMATIAN MUSIK (DAN HARI KEBANGKITANNYA)
1. Menurut Tuhan, penyembahan adalah bagian-Nya, dan firman adalah bagian kita. Penyembahan lebih penting bagi Tuhan daripada khotbah karena penyembahan membangun keranjang atau tempat penyimpanan bagi roti segar dari surga. Jika Anda membangun kursi kemurahan, maka Anda akan mendapatkan kemuliaan Tuhan yang datang dan masuk, dan penyembahanlah yang membangun tempat bagi Tuhan. Apakah prioritas surga? Berbicara kepada-Nya atau berbicara tentang Dia?
2. Satu-satunya hal yang dicari oleh Bapa secara aktif adalah penyembah-penyembah! Panggilan utama Anda adalah untuk menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.
3. Tuhan tidak tertarik pada kualitas penyembahan kita atau kemampuan musik kita. Ini tentang siapa kita, Ia tertarik karena hubungan-Nya dengan para penyembah. Kita adalah anak-anak-Nya.
4. Tahukah Anda apa yang Tuhan makan ketika Ia lapar? Penyembahan. Ia datang karena kita mengangkat pujian yang tidak sempurna dan kekanak-kanakan dengan hati yang penuh kasih--seperti seorang anak menggapai ke atas dan seorang Bapa meraih ke bawah.


BAB 9: MEMPERLUAS KAWASAN TAHTA (DI BUMI SEPERTI DI SURGA)
1. Kebangunan rohani yang sejati pertama-tama harus terjadi di dalam gereja karena kita menetapkan standar dan langkah bagi apa yang terjadi di sebuah kota.
2. Hadirat Allah adalah karakteristik utama dari kebangunan rohani yang dikirim oleh Allah. Kuasa Tuhan bekerja sedemikian rupa sehingga rasa takut akan Tuhan mencengkeram jiwa-jiwa manusia sebelum mereka menghadiri kebaktian.
3. Adalah tergantung pada gereja untuk menyatakan tujuan-tujuan Tuhan dalam generasi ini. Gereja diciptakan supaya Anda bisa memberikan sesuatu dari diri Anda kepada-Nya. Berdoa adalah memohon, mencari wajah-Nya adalah menentukan posisi. Setiap orang yang melihat kemuliaan-Nya akan pulang dalam keadaan yang sangat berbeda daripada sebelum Ia datang.
4. Penyembahan mengundang hadirat Tuhan dan hadirat-Nya melenyapkan segala sesuatu yang lain. Kebangunan rohani yang akan datang bukanlah masalah khotbah dan pengetahuan; namun masalah penyembahan dan impartasi.
5. Kita harus membiarkan hati kita begitu hancur di hadapan-Nya sehingga hal-hal yang menghancurkan hati-Nya juga menghancurkan hati kita. Kita harus membawa "Tuhan dari gereja" kepada mereka. Sebagian besar dari kita merasa tidak nyaman dengan perubahan, tetapi perubahan adalah bagian dari apa yang akan dilakukan oleh Tuhan. Ia sedang mendefinisi ulang gereja dan membuat label keagamaan kita menjadi tak terpakai sama sekali. Hadirat-Nya yang nyata akan menjadi yang utama.
6. Hanya orang yang telah "mati" saja yang dapat melihat wajah-Nya. Hanya para penyembah yang sangat bersungguh-sungguh dapat membangun kursi kemurahan melalui penyembahan mereka yang hancur, murni, dan penuh pertobatan. Anda tidak punya hak untuk berdoa memohon api Tuhan kecuali Anda bersedia menjadi bahan bakar Tuhan!
7. Hanya bejana duniawi yang telah hancur yang dapat menampung kemuliaan surgawi. Kita harus mengosongkan "cangkir diri" kita sebelum Ia dapat memenuhinya dengan diri-Nya. Ketika tidak ada penghalang antara Tuhan dan manusia, Anda akan mendengar-Nya jika Ia berbisik.


BAB 10: MENEMUKAN KEKUATAN RAHASIA PENJAGA PINTU (DI TEMPAT YANG TEPAT)
1. Jangan mencoba menggunakan tanda-tanda yang bersifat sementara atau duniawi untuk menandai pintu-pintu masuk surgawi, karena itu tidak akan selalu berhasil. Mereka seharusnya menandai posisi dan kelaparan hati mereka, bukan lagunya.
2. Seorang penjaga pintu pada pintu yang tepat mempunyai pengaruh yang lebih besar di dunia ini ketimbang seorang raja di atas tahtanya! Seorang penjaga pintu di rumah Tuhan adalah seorang penjaga pintu di gerbang surga.
3. Di atas segalanya, gereja adalah untuk Dia. Adalah tanggung jawab kita untuk menahan pintu-pintu surga tetap terbuka untuk kepentingan orang-orang yang mengikuti kita di belakang kita. Berdirilah di tengah-tengah-- membuka pintu hadirat Tuhan dengan tangan yang terangkat dalam postur dan posisi pujian dan penyembahan.
4. Surga yang terbuka mengacu pada jalan masuk yang bebas dari hadirat Tuhan kepada manusia dan aliran kemuliaan Tuhan yang bebas ke dimensi manusia, dengan gangguan roh jahat yang sekecil mungkin.
5. Ketika Anda menjadi penjaga pintu dan menyangganya tetap terbuka, keuntungan sampingannya adalah bahwa para penjaga pintu akan bertemu dengan Tuhan juga, bahkan ketika hadirat-Nya mengalir ke bangsa-bangsa.
6. Tuhan sedang mencari orang-orang yang mempunyai kunci Kerajaan dan tahu bagaimana cara menggunakannya. Bukan hanya sikap taat kita dalam pujian dan penyembahan yang dapat membuka surga dan menutup neraka, tetapi kemalasan kita dapat juga membuka neraka dan menutup surga dengan keefektifan yang sama.
7. Kita harus membuat keputusan bahwa kita hanya mengejar satu hal: kita menginginkan Tuhan. Maukah Anda mengisi kota Anda seperti Yesus menangisi Yerusalem?


GOD'S FAVORITE HOUSE
TOMMY TENNEY

April 5, 2020

BERKAH DARI WORK FROM HOME

Selama 2 minggu ini kantorku sudah menerapkan WFH (Work From Home), walopun aku masih kudu ngantor 3x seminggu karena tuntutan kerjaan, tapi beban pikiranku berkurang drastis. Aku menyadari bahwa masa2 ini merupakan berkat, sekalipun diselubungi oleh kekhawatiran karena virus corona. Banyak hal yang kupelajari, kunikmati, en kusadari selama masa2 ini.

Aku sadar bahwa selama ini aku kurang balance dalam hidupku, aku seorang yang workaholic, yang udah males mikir hal laen begitu sampai di rumah sehingga banyak hal yang mulai terbengkalai lagi, terutama persekutuan dengan Tuhan. Hari2 ini aku lebih punya waktu untuk bersekutu ama Tuhan, lebih banyak berdoa secara khusyuk, lebih punya waktu merenungkan firman Tuhan. Aku bersyukur banget untuk bagian ini, sungguh2 berharga en mengisi rohku.

Aku lebih sadar bahwa aku mengasihi keluargaku, betapa aku peduli dengan mereka sekalipun mereka (terutama papa en adekku) seringkali salah paham ama aku. Aku tau bahwa banyak usaha yang kulakukan selama ini untuk menunjukkan kasihku ke mereka yang mereka abaikan, tapi aku terus berusaha karena aku yakin bahwa kasih akan menggugah hati mereka suatu hari nanti. Di musim virus seperti ini, jujur aku lebih waswas jadi carrier ketimbang jadi suspect, karena aku masih kudu kluar2 demi urusan kerjaan. Aku berusaha jaga jarak aman, lebih jaga kesehatan, en banyak olahraga juga. Baru kali ini bentuk kasih adalah jaga jarak. Corona ini bener2 mengubah definisi kasih deh 😑

Aku lebih punya waktu untuk memikirkan hidupku, banyak hal yang belum kuraih di usiaku ini, banyak emosi ga perlu yang dulu sering kulampiaskan, banyak hubungan ga berkualitas yang dulu pernah kujalin yang akhirnya menyia2kan masa mudaku. Aku bersyukur dengan semua keputusan yang pernah kubuat untuk mengakhiri hubungan2 toxic itu, sehingga akhirnya saat ini aku punya hubungan2 berkualitas dengan orang2 yang tepat. Bahkan aku merencanakan beberapa investasi di masa2 ini, memikirkan apa aja yang harus kuraih di sepanjang tahun ini en cara2 apa yang harus kuterapkan untuk merealisasikannya.

Masa2 ini bikin aku lebih bisa ngeliat the true color of many things, trutama sifat2 manusia di sekelilingku. Ternyata banyak orang yang memanfaatkan momen2 seperti ini untuk jualan masker, handsanitizer, thermometer gun, dsb demi meraup keuntungan besar. Juga agent asuransi yang makin gembor2 soal pentingnya asuransi, ckckck. Padahal momen2 seperti ini seharusnya kita jadi lebih manusiawi en menolong sesama, bukan malah mikirin cuan gede. Aku tau ini masa sulit bagi banyak bidang usaha, tapi segitu serakahkah hati kalian sampai tega nge-cuan gede di masa kayak gini?

Aku juga semakin bisa ngeliat banyak kejadian dari sudut pandang berbeda: tentang sikap dirut yang kudu benahi banyak kekacauan di kantor padahal itu ulah si owner, tentang setiap bagian di kantor dengan berbagai kepentingan mereka, tentang keputusan pemerintah untuk ga menerapkan lockdown, tentang keraguan pemerintah untuk ga melarang mudik, tentang kelonggaran soal kredit bagi UMKM dan driver ojol, tentang salah satu menteri yang diam2 merancangkan pembebasan napi koruptor dan membahayakan keamanan bangsa, dsb.

Masa2 ini bikin aku lebih aware soal kematian. Sekitar 2 minggu lalu, dokter gigi di deket rumahku kedapatan mati tergantung di tempat prakteknya. Aku cukup tau dokter itu, pernah beberapa kali pakai jasanya en orangnya super friendly. Entah dia bunuh diri ato dibunuh, ga ada yang tau. Hal itu bikin aku berpikir banyak tentang arti hidup, tentang kematian, tentang kesepian, serta penyesalan dalam hidup. Aku ga tau apa yang dokter itu alami sehingga berakhir tragis, tapi yang aku tau bahwa hari2 ini banyak orang sedang putus asa dengan hidupnya en ambil keputusan salah untuk mengakhiri hidupnya. Itu mengerikan, menyedihkan, sekaligus menyadarkanku akan betapa rapuhnya manusia.

Aku juga jadi berpikir betapa berharganya waktu2 untuk ktemu dengan banyak orang, kumpul2 reuni, hangout, atopun meeting ama banyak temen. Physical touch seperti high five, hug, cipika cipiki, atopun nepuk pundak adalah hal yang sangat berharga untuk menunjukkan kasih serta keakraban dengan orang lain. Hal2 itu jadi begitu langka hari2 ini karena kita harus social distancing demi kesehatan bersama. Aku ga mbayangin gimana perasaan orang2 yang extovert ketika mereka terpaksa terkurung di rumah, gimana pergumulan mereka yang bahasa kasihnya adalah physical touch ketika ga bisa bersentuhan dengan orang2 terkasih. Sungguh masa2 yang menyakitkan.

Aku bersyukur dengan masa2 WFH ini, aku bisa tidur siang, bisa rutin berjemur, bisa bikin wajah bebas makeup, bisa rajin work out, bisa bikin cemilan, bisa punya waktu untuk lakuin banyak hal. Di tengah masih banyak orang yang terpaksa kudu ngantor tiap hari dengan resiko terpapar virus, aku diberi anugerah untuk menikmati hari2 di rumah. Aku bersyukur buat dirutku yang tetep ngasi kami gaji full sekalipun jam kerja kami berkurang drastis. Berkatilah orang2 yang masih memikirkan dan mengusahakan kesejahteraan karyawan mereka di tengah2 masa sulit ini, ya Bapa.

Aku juga melihat bahwa masa2 ketika manusia harus mengkarantina diri ini Tuhan pakai untuk memulihkan bumi dari masa2 sabat yang dilalaikannya. Banyak bertebaran foto dari berbagai belahan dunia yang menunjukkan bahwa alam meregenerasi dirinya, sungai mulai kembali jernih, langit bebas dari polusi, pohon2 mulai tumbuh hijau. Terima kasih Tuhan untuk alam yang indah ini, semoga manusia semakin sadar untuk menjaga keindahan bumi yang Kau ciptakan.

Semoga setelah semua ini berlalu, kita bisa lebih bersyukur kepada Tuhan, lebih bisa menghargai hal2 kecil yang selama ini kita abaikan, lebih bisa memprioritaskan Dia di atas segalanya. Semoga kita menjadi manusia yang semakin baik lagi, yang menguasai bumi dengan otoritas dan mengusahakannya demi kemuliaan Tuhan. Amin 🙏

April 2, 2020

KETIKA TUHAN TURUT BEKERJA

Per tanggal 24 Maret kemaren, kantorku mulai memberlakukan sistem WFH (Work From Home) tapi masih ada jadwal piket ke kantor seminggu sekali plus tiap kali ada hal urgent tetep kudu ke kantor. Alhasil selama 2 minggu terakhir aku masuk seminggu 3x karena susah banget ngontrol segala sesuatu hanya dari rumah.

Akhir bulan Maret, aku dapet kesempatan untuk ngobrol berdua ama bagian admin marketing. Sebenernya saat itu bukan aku yang merencanakan, terutama karena beberapa hari sebelumnya aku sempet piket en aku bersikap agak keras ketika diskusi ama bagian legal soal kelakuan admin marketing ini. Prinsipku, kalo bukan bagianmu ya jangan dikerjakan daripada ngomel, bicaralah dengan bagian yang bersangkutan karena setiap orang disini digaji jadi ga berhak bertindak semaunya. Aku rasa kata2ku itu disampaikan ama bagian IT ke bagian admin marketing, jadi bagian admin marketing agak bersikap dingin en menghindari aku.

Siang itu, tiba2 bagian HRD kirim memo khusus secara pribadi ke tiap karyawan, intinya minta supaya setiap kami mengikuti prosedur selama WFH ini, tetep mendukung direktur utama, en menghormati otoritas pemimpin sekalipun pemimpinnya lebih muda atopun baru masuk alias ga melangkahi pemimpin. Aku ga nyangka dia bikin memo itu, en dia bilang ke aku kalo salah satu alasannya bikin memo itu adalah karena satu anak buahku sempet melangkahi otoritasku minggu lalu. Aku bersyukur Tuhan ubahkan bagian HRD ini sehingga dia ambil tindakan untuk bikin memo yang secara garis besar menegur banyak bagian juga. Padahal aslinya aku ga peduli sama sekali karena aku tau anak buahku yang 1 itu emang uncontrollable en sedang kutangani secara khusus.

Setelah itu, Tuhan masih kasi surprise en merancangkan momentum terbaik-Nya. Singkat cerita, waktu itu aku ngantor en ga sengaja ada si admin marketing. Aku ga berniat bahas apapun sama dia karena kerjaanku banyak hari itu, tapi tiba2 siangnya ada waktu berdua trus kami ngobrol ringan. Si admin marketing cerita tentang perilaku 1 anak buahku yang selama ini sengaja menentangku, ternyata orangnya emang close minded en selalu negative thinking. Selama ini dia emang nunjukkin terang2an kalo dia ga suka ama aku, en aku juga nunjukkin ketegasanku bahwa aku mencapai posisi ini bukan karena hoki tapi karena aku emang kompeten. Semua orang di kantor tau kapasitasku, mereka kaget karena aku bisa bersikap tegas en memperlakukan tiap orang dengan cara serta porsi yang berbeda.

Lalu aku bahas soal profesionalisme kerja, rencana proyek ke depan, prediksi secara keuangan, en hal2 yang perlu dibenahi selama masa2 ini ke admin marketing. Dia kaget karena aku berani negur en minta dia untuk kerja dengan excellent karena kami minoritas secara agama,  aku harap dia bisa nunjukkan kinerja terbaik supaya jadi terang di kantor ini. Reaksinya di luar dugaanku, kaget, diem, ga bisa berkata apapun. Tapi aku lega maksudku sudah tersampaikan, walopun di luar rencana en skenarioku. Apapun hasilnya, bukan urusanku.

Sorenya ketika udah di rumah, si admin marketing WA aku say thanks (chatnya ada di samping). Aku kaget ama reaksinya, padahal aku udah siap kalo dia bakal ngomel ato bersikap dingin ke depannya. Aku ngerasa bukan kuat bukan gagah, tapi karena pertolongan Roh Kudus. Haleluya! Hanya Dia yang sanggup menjamah serta mengubahkan hati seseorang. Semoga ke depannya kami bisa sama2 berjuang untuk kebaikan perusahaan.

Aku lapor ke mama angkatku tentang hal ini karena dia bilang kalo dia bakal doain aku supaya Tuhan kasi aku hikmat ketika aku ngomong. Kami sama sekali ga nyangka akan dapet hasil seperti ini, bener2 di luar prediksi en harapan kami. Kami sadar bahwa ini sepenuhnya karya Tuhan, ga ada andil manusia sedikitpun di dalamnya. Aku siap untuk Kau pakai jadi alat yang memuliakan nama-Mu di tengah kaum yang ga mengenal Engkau, ya Bapa ❤

March 31, 2020

THE LAST HANGOUT


Hangout terakhirku adalah sekitar 10 hari lalu di tengah wabah virus Corona, bareng 2 temen dari property. Sebenernya waswas untuk pergi keluar, tapi mikir bahwa hari2 ke depan kondisi mungkin malah sulit untuk kluar2, ya udahlah nyoba untuk ktemuan. Praise GOD, kami disegarkan lewat momen itu.

Banyak cerita tentang kehidupan kami saat ini, aku yang berkutat dengan banyak masalah di kantor, si koko yang bergelut ama bisnis kongsiannya yang bubar di tengah masa2 dia butuh banyak uang, si adek yang bergumul karena dituduh bypass ama temen sekantor. Kami di titik sama2 lelah dengan kehidupan, kami ga tau apa yang harus kami lakukan, diskusi pun ga bikin kami lega.

Aku ditempelak soal mengasah kepribadian kolerikku supaya lebih terarah. Aku negur si koko untuk lebih bijak dalam kelola keuangan. Kami negur si adek untuk punya tujuan jangka panjang buat masa depannya. Melihat kami sedang berjuang di area masing2, bikin kami bersyukur dipertemukan di dunia property yang sangat dinamis,  penuh tantangan, en dipenuhi dengan orang2 yang friendly.

Ketika ktemuan ama mereka, aku ngerasa bahwa mereka tuh sodaraku, kluargaku. Walopun kami jarang kontak atopun ktemuan (gara2 aku males diajak kluar malem2), tapi aku tau bahwa mereka tuh tulus support aku. Punya temen2 cowok yang bisa diajak tukar pikiran en cerita2 tuh sangat menyenangkan, trutama ketika tau bahwa mereka tulus tanpa maksud2 tertentu. Aku belajar banyak hal, disadarkan untuk kejar mimpiku en mengarahkan energiku untuk perkara2 yang kusukai.

Baru kali ini hangout bertiga ama mereka (pernah beberapa kali ama si adek karena dia adalah ex partner kerjaku), ga nyangka bahwa meet up seperti ini menyegarkan jiwa. Entah kenapa kami bisa saling jujur ketika cerita, ga berusaha nutup2i apapun, bahkan ada 1 selubung yang terlepas di hatiku ketika si koko ngorek sesuatu tentang masa lalu yang selama ini ga pernah pengen kubahas dengan siapapun.

Aku bersyukur ama Tuhan buat persaudaraan kami, bersyukur untuk kehadiran mereka berdua di hidupku, bersyukur buat momentum yang berharga yang kami jalani bersama. Semoga hari2 ke depan ketika kondisi sudah membaik, kami bisa berjumpa lagi dengan kemenangan demi kemenangan. Can't wait to see you on the top, guys!

March 21, 2020

WALK THE EXTRA MILES

Beberapa waktu belakangan ini, hatiku terusik gara2 ada 1 orang di kantor yang kelakuannya kelewatan. Dia bagian admin marketing, tapi semua kerjaannya dia tuh dilimpahin ke bagian legal ama ke bagian collection (anak buahku). Awalnya aku diem aja karena dia bukan anak buahku, tapi bagian lega beberapa kali cerita ke aku en kusarankan untuk negur, dianya ga mau. Ngeliat bagian HRD juga ga bertindak sebenernya bikin aku gregeten, tapi aku sadar bahwa aku kudu tau batas2 kuasaku. Ini kantor, aku ga bisa ambil alih semua bagian sekalipun aku tau hal yang benar en perlu dilakuin.

Aku sempet ga sengaja denger waktu bagian HRD en GA diskusi soal hal ini, banyak orang juga ga suka dengan perilaku bagian admin marketing. Akhirnya aku, bagian HRD, en GA sepakat untuk diskusi ama bos soal hal ini supaya jelas jobdesk tiap bagian. Bahkan bos sempet adakan rapat koordinasi untuk bahas hal ini. Tapi kelakuan si admin marketing tetep aja ga berubah. Aku rasa kalo aku perlu ambil tindakan soal ini. Aku bener2 risih karena si admin marketing ini satu2nya yang Kristen selain aku, tapi kinerjanya parah banget.

Tiba2 terlintas ayat di Matius 5:41 "Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil". Aku tau di kantor ini manajemennya kacau, owner juga lepas tanggung jawab sejak awal, trus direkturnya juga ga ada andil apapun hanya mau terima gaji. Tapi sekarang ini masa2 pembenahan, semua bagian kudu kerja sama supaya proyek yang besar ini bisa berjalan dengan baik. Aku tau bahwa kebanyakan orang hanya tunggu perintah, ga ada inisiatif atopun berpikir untuk kasi kontribusi lebih, maybe perlu ada orang yang menginspirasi untuk do something greater.

Aku juga paham bahwa si admin marketing ini masih muda, dia belom berpikir panjang untuk karir masa depannya. Ato maybe karena sekarang aku ada di posisi supervisor, sehingga pola pikirku berubah en aku tau bahwa aku bisa mencapai posisi ini juga karena usaha extra miles yang kulakukan, di samping kasih karunia Tuhan juga tentunya. Mungkin juga karena selama ini aku banyak diskusi ama bos jadi aku semakin paham kriteria karyawan seperti apa yang bakal dipertahankan oleh bos, terutama di masa sulit kayak gini.

Singkat cerita, aku merenung, doa, en minta pendapat beberapa orang terdekatku. Mamaku menyarankan aku untuk ngomong ke si admin marketing, tapi kudu kendalikan emosiku. Mama angkatku kasi saran untuk negur tanpa menyerang pribadi orang yang bersangkutan, karena tujuan utamaku adalah untuk kebaikan bersama. Aku pun mengingatkan diriku bahwa ini bukan untuk kepentinganku, tapi demi kepentingan bersama, aku ga mau ambil credit sedikitpun dalam hal ini. Aku mau jadi berkat, jadi terang, jadi teladan di kantor ini.

Ketika aku doa, Tuhan ingetin aku soal 4 type of time management. Dimana kita perlu membedakan antara urgent and important, hal2 yang sering kita abaikan justru yang paling penting dan berdampak untuk jangka panjang (kolom not urgent but important) dan hal2 yang harus dihilangkan karena hanya time waster. Hal ini yang sering ga disadari oleh banyak orang sehingga skill-nya stuck en karirnya ga berkembang.

Apapun posisi kita hari ini, ingatlah bahwa pekerjaan kita adalah kepercayaan dari Tuhan. Banyak orang masih bergumul untuk dapet kerjaan, jangan sia2kan pekerjaan kita, jangan mengeluh atasnya, bahkan lakukan yang terbaik lebih daripada yang dituntut oleh atasanmu. Tuhan yang melihat semuanya yang akan memperhitungkannya, Dia ga pernah lalai, Dia ga pernah berhutang.

March 17, 2020

AKU SELALU DI TEMPAT YANG SAMA

"Aku selalu di tempat yang sama"
Itu janji yang pernah kau ucapkan
Ketika hatiku tak lagi percaya padamu
Ketika kekecewaan mengalahkan kasih

Waktu demi waktu berlalu
Kesalahpahaman serta asumsi
Ditambah keegoisanmu
Memperburuk hubungan kita

Rentetan kejadian dan masalah
Mengubah hati kita
Tak ada lagi yang sama
Sekalipun kamu masih menunggu disana

Aku tak lagi berharap kau berubah
Kusadar kita tak ditakdirkan bersama
Kuputuskan untuk pergi
Tanpa penjelasan apapun

Sekian waktu telah berlalu
Aku telah mengampunimu
Kadang merindukanmu
Namun tak bisa kembali seperti dulu

Hubungan yang indah
Kepercayaan yang rusak
Kebersamaan yang mengubah hidup
Hanya tinggal kenangan

Kini ketika kumenoleh
Kutahu kau masih disana
Menunggu dengan senyuman yang dulu
Dan kau berkata "aku selalu di tempat yang sama"


~Rachel~
March 17, 2020


NB:
Sudah lamaa sekali ga nulis puisi, entah kenapa subuh ini tiba2 muncul keinginan buat nulis dan tara~ lahirlah puisi ini. Hanya iseng, sekalipun mengingatkan pada sosok yang pernah mengisi hati. Semoga kau bahagia disana...