Mulai 24 Maret lalu, kantorku menerapkan WFH (Work From Home) dimana kami dikasi jadwal piket 1 minggu 1x ke kantor. Walopun faktanya sminggu aku 3x ke kantor, aku bener2 bersyukur karena bosku ambil keputusan untuk tetap kasi gaji full. Di masa sulit seperti ini, ga ada pengurangan karyawan en tetep digaji full tuh sebuah anugerah. Haleluya!
Senin lalu aku mendapati kejadian aneh di kantor, tiba2 uang di brankas hilang tapi kondisi lemari en brankas masih utuh. Selasanya duid ilang lagi en brankas rusak. Kita selidiki ke satpam, katanya ga ada yang dateng di luar jam piket. Menurutku aneh, beberapa orang langsung mencurigai 1 anak buahku yang memang idupnya kacau en ga isa dipercaya. Tapi kami butuh bukti kuat untuk memecat orang itu.
Singkat cerita, aku lapor ke bos soal hal ini en diambil keputusan untuk beli CCTV ama brankas baru. Aku ga disuruh ngganti uangnya blas, aku bersyukur bos bener2 percaya sama aku. Aku ngerasa bahwa untuk hal ini, Tuhan sediakan proteksi khusus karena hari Minggu itu aku dapet jadwal piket en sempet ngitung uang di brankas, jadi aku tau kapan en berapa jumlah tepat yang ilang.
Dari kejadian ini, aku bener2 bersyukur karena selama ini Tuhan bikin rekan2 sekantorku tau karakterku, bos taruh kepercayaan yang besar ke aku, en manager HRD pun sigap ambil tindakan untuk menginterogasi satpam, masang CCTV, en bahkan masang jebakan buat pelaku. Aku berharap pelakunya beraksi lagi en ketangkep sehingga bisa kami tindak secara cepat.
Bahkan di masa kantor sebelah mengalami pemotongan gaji besar2an, bosku tetep berusaha untuk memperjuangkan kesejahteraan kami dengan hanya memotong gaji 15% di bulan Mei. Di posisi sebagai supervisor, aku bisa ngeliat dari banyak sudut pandang dalam kondisi seperti ini. Secara keuangan aku tau detail cashflow, tau pertimbangan bos, tau kondisi usaha para pemegang saham, tau pergumulan para rekan kerja, juga tau gerutuan temen2 kantor sebelah atas keputusan tidak bijak dari bos mereka.
Aku ngerasa bersyukur karena aku memutuskan resign tuh taon lalu, bukan taon ini dimana kondisi ekonomi sedang bergejolak hebat. Aku bersyukur ga kekeuh bertahan kerja freelance, aku bersyukur punya pekerjaan tetap di masa2 seperti ini. Aku percaya bahwa Tuhan adalah Jehova Jireh, my Shepherd and my Provider.
Masa2 seperti ini adalah masa2 dimana kita perlu mengevaluasi banyak hal di hidup kita, memperbaiki kualitas diri, menyadari hal2 esensi di hidup ini adalah hubungan dengan Tuhan dan keluarga. Kita diingatkan bahwa semua hal yang selama ini kita bangga2kan dan kita kejar adalah semu. Kita perlu kembali kepada keintiman dengan Tuhan dan memulihkan hubungan dengan sesama.
Apapun yang sedang kalian alami saat ini, berharaplah pada Tuhan seutuhnya. Jangan andalkan koneksi, pengalaman, posisi, ataupun hartamu. Masa2 ini Tuhan sedang menguji, menampi, serta memurnikan kita. Semoga kita didapati sebagai emas yang murni, yang luput dari dapur perapian dalam kondisi menyenangkan hati-Nya. Amin 🙏







