Kejadian ini bermula dari keputusanku untuk bener2 memenuhi kehendak Tuhan agar aku berfokus untuk melayani di organisasi kampus (sekitar akhir November 2010). Mulai Desember 2010, aku bener2 nyari kehendak Tuhan, apa yang harus aku lakukan di organisasi kampusku. Aku mengubah cara pandangku tentang tugasku di organisasi, bukan lagi sebagai sebuah beban yang berat, namun menjadi sebuah tugas mulia dari-Nya. Sungguh bukan sebuah perjuangan yang mudah, namun ketika kita berjalan dalam kasih karunia dan kehendak-Nya, maka ada kekuatan dan kemampuan yang diberikan kepada kita.
Selama sekitar 6 bulan (awal Desember 2010 hingga akhir Juni 2011), aku berusaha menjalankan tugasku di organisasi kampus. Banyak hal yang aku pelajari selama aku berada di organsiasi, terutama tenatng membangun hubungan dan kerjasama dengan sesama pengurus. Aku juga belajar memakai setiap talenta dan kemampuanku untuk menjalankan apa yang diperlukan. Selain itu, aku juga belajar untuk mengontrol emosiku sebisa mungkin (tapi memang sejak di organisasi inilah, aku berubah jadi orang yang sabar dan nggak mudah emosi.
Selama 1 semester itu, karena sibuk dengan semua urusan organisasi, aku kurang fokus ke kuliahku. Seolah-olah waktu 24 jam itu tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas kuliah, tugas organisasi, serta menjalani kehidupanku. Aku merasa takut bahwa prestasiku akan menurun, apalagi 2 semester berturut- turut aku memperoleh IPS (Indeks Prestasi Kumulatif hanya 2).
Aku merasa banyak kegagalan yang aku alami. Namun, Tuhan itu setia. Dia tidak hanya melihat hasil akhir yang aku capai, tetapi Ia melihat respon hatiku setiap kali masalah menerpaku. Kukira semua pelajaran yang aku peroleh dari organisasi, yang mengubahkan sikap dan paradigmaku adalah upah yang cukup. Namun, Ia berkata lain. Dia masih memberikan mujizat-Nya yang ajaib dalam hidupku.
Selama sekitar 6 bulan (awal Desember 2010 hingga akhir Juni 2011), aku berusaha menjalankan tugasku di organisasi kampus. Banyak hal yang aku pelajari selama aku berada di organsiasi, terutama tenatng membangun hubungan dan kerjasama dengan sesama pengurus. Aku juga belajar memakai setiap talenta dan kemampuanku untuk menjalankan apa yang diperlukan. Selain itu, aku juga belajar untuk mengontrol emosiku sebisa mungkin (tapi memang sejak di organisasi inilah, aku berubah jadi orang yang sabar dan nggak mudah emosi.
Selama 1 semester itu, karena sibuk dengan semua urusan organisasi, aku kurang fokus ke kuliahku. Seolah-olah waktu 24 jam itu tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas kuliah, tugas organisasi, serta menjalani kehidupanku. Aku merasa takut bahwa prestasiku akan menurun, apalagi 2 semester berturut- turut aku memperoleh IPS (Indeks Prestasi Kumulatif hanya 2).
Aku merasa banyak kegagalan yang aku alami. Namun, Tuhan itu setia. Dia tidak hanya melihat hasil akhir yang aku capai, tetapi Ia melihat respon hatiku setiap kali masalah menerpaku. Kukira semua pelajaran yang aku peroleh dari organisasi, yang mengubahkan sikap dan paradigmaku adalah upah yang cukup. Namun, Ia berkata lain. Dia masih memberikan mujizat-Nya yang ajaib dalam hidupku.
Di akhir bulan Juni 2011, hasil pun dibagikan. Aku sangat deg-degan, takut kalau nilaiku jelek lagi. Tapi, diluar dugaan, Tuhan membuatku tercengang- cengang dengan kebaikan-Nya. IPS-ku naik drastis menjadi 3,33. Itu merupakan IPS terbaik selama aku kuliah. Bener- bener nggak nyangka loh. Semester-semester lalu aja, yang aku belajar mati-matian, nggak pernah mencapai nilai segitu. Tapi semester itu, aku merasa nggak maksimal di kuliah, kok bisa dapet IPS paling tinggi. Hahahaha.
Aku sangat bersyukur dengan kebaikan-Nya itu, tentu saja. Agiku, itu bener-bener mujizat! Setelah aku telusuri, ternyata IPS-ku itu bukanlah hasil kerja kerasku.sama sekali bukan. Seorang Lucy nggak sehebat itu. Semua itu hanyalah BONUS dari Tuhan. Aku bertanya, “Tuhan, kok Tuhan bsia kasi aku IPS segitu, apa nggak salah? Aku nggak maksimal loh kuliahnya, di organisasi pun aku nggak maksimal. Banyak salah, banyak kekurangan, banyak hal yang sesuai dengan standar Tuhan”. Tuhan bilang, “Aku kasi kamu bonus, kamu layak dapet itu, karena kamu taat. Aku menilai setiap kali kamu bisa menyerah, tapi kamu tetep berjuang. Aku melihat setiap kali kamu menahan emosimu ketika kamu dihakimi. Aku memandang setiap kali kamu melakukan lebih dari tugasmu”. Wiiiiiikkkk, Tuhan bener- bener baik. Aku nggak bisa ngomong apa-apa. IPS-ku semester 6 lalu adalah sebuah bukti nyata kesetiaan Tuhan, bahwa mujizat-Nya diberikan bagoi setiap orang yang berani mengambil keputusan untuk menaati-Nya, apapun resikonya.
Oct 22th 2011
7:30pm.
2 comments:
go AOG'erz!! be highly intellectual, highly spiritual, and highly influential! =)
Thanks for your support, Petrus ^^
Post a Comment