Akhir-akhir ini, aku sering banget
denger kata-kata penuh kekaguman kayak gini:
Loh, kok yang disebut si pendeta A, penulis B, pemimpin rohani, kakak rohani en sederetan manusia-manusia doank? Tuhannya dimana tuh? Kok kayaknya peran Tuhan tuh nggak ada yah? Kok kayaknya manusia-manusia itu lebih berdampak dalam kehidupan kita? Oh oh….
Aku setuju kalo kita bisa belajar dari pendeta, pemimpin rohani, en orang-orang yang ada disekitar kita. Aku setuju kalo pendeta, pemimpin rohani, penulis buku, or ketua CG kita punya urapan. Aku tahu kalo kehidupan mereka bisa aja membangun en memberkati kita. Tapi, aku sangat NGGAK SETUJU kalo nama mereka lebih dielu-elukan daripada nama Yesus. Aku NGGAK SUKA kalo kita lebih mengagumi manusia daripada mengagumi Tuhan. Ko Philip sempet bahas “Masihkah kita terpesona sama Yesus seperti ketika pertama kali kita kenal Dia?”
Aku tau kalo kita seringkali melihat kepada manusia yang kelihatan, kita bisa “secara langsung” dikuatkan oleh perkataan hikmat dari para pemimpin, kita bisa melihat keteladanan dari para hamba Tuhan. Tapi ingatlah bahwa mereka hanyalah manusia, mereka bukan Tuhan yang layak untuk dikagumi berlebihan atau dijadikan panutan utama dalam hidup kita. Dan yang paling penting, sadarilah bahwa Yesuslah yang mati di kayu salib untuk menebus kita, bukan para manusia itu.
Sehebat apapun para hamba Tuhan, pendeta, pemimpin rohani, dsb, mereka hanyalah manusia biasa. Suatu saat mereka bisa aja terpeleset atau jatuh, suatu saat hati mereka bisa berubah, suatu saat mereka bisa mengecewakan kita. Namun ketika mata kita bener-bener terarah pada Yesus saja, aku yakin kalo kita bisa belajar lebih banyak hal lewat tuntunan Roh Kudus, kita bisa memperoleh pengalaman pribadi bersama Dia, dan kita nggak akan pernah dikecewakan.
So, stop idoling people pleaseee! Jangan pernah “menuhankan” manusia, jangan lagi memuji-muji manusia secara berlebihan, jangan lagi mengarahkan mata kita sepenuhnya pada manusia. Tapi, yuk sama-sama kita semakin mengarahkan mata dan hati kita pada Yesus seorang, mengagumi Dia lebih dari apapun juga, memuji-muji Dia dan mengakui perbuatan-Nya yang dahsyat dalam hidup kita.
“Wah, kotbahnya
pendeta A tuh keren banget yah!”
“Bukunya si
penulis B tuh bener-bener mberkati aku loh”
“Kata-katanya
pemimpin rohaniku ini mengena pol”
“Aku belajar
tentang ini itu dari kakak rohaniku loh”
Loh, kok yang disebut si pendeta A, penulis B, pemimpin rohani, kakak rohani en sederetan manusia-manusia doank? Tuhannya dimana tuh? Kok kayaknya peran Tuhan tuh nggak ada yah? Kok kayaknya manusia-manusia itu lebih berdampak dalam kehidupan kita? Oh oh….
Aku setuju kalo kita bisa belajar dari pendeta, pemimpin rohani, en orang-orang yang ada disekitar kita. Aku setuju kalo pendeta, pemimpin rohani, penulis buku, or ketua CG kita punya urapan. Aku tahu kalo kehidupan mereka bisa aja membangun en memberkati kita. Tapi, aku sangat NGGAK SETUJU kalo nama mereka lebih dielu-elukan daripada nama Yesus. Aku NGGAK SUKA kalo kita lebih mengagumi manusia daripada mengagumi Tuhan. Ko Philip sempet bahas “Masihkah kita terpesona sama Yesus seperti ketika pertama kali kita kenal Dia?”
Aku tau kalo kita seringkali melihat kepada manusia yang kelihatan, kita bisa “secara langsung” dikuatkan oleh perkataan hikmat dari para pemimpin, kita bisa melihat keteladanan dari para hamba Tuhan. Tapi ingatlah bahwa mereka hanyalah manusia, mereka bukan Tuhan yang layak untuk dikagumi berlebihan atau dijadikan panutan utama dalam hidup kita. Dan yang paling penting, sadarilah bahwa Yesuslah yang mati di kayu salib untuk menebus kita, bukan para manusia itu.
Sehebat apapun para hamba Tuhan, pendeta, pemimpin rohani, dsb, mereka hanyalah manusia biasa. Suatu saat mereka bisa aja terpeleset atau jatuh, suatu saat hati mereka bisa berubah, suatu saat mereka bisa mengecewakan kita. Namun ketika mata kita bener-bener terarah pada Yesus saja, aku yakin kalo kita bisa belajar lebih banyak hal lewat tuntunan Roh Kudus, kita bisa memperoleh pengalaman pribadi bersama Dia, dan kita nggak akan pernah dikecewakan.
So, stop idoling people pleaseee! Jangan pernah “menuhankan” manusia, jangan lagi memuji-muji manusia secara berlebihan, jangan lagi mengarahkan mata kita sepenuhnya pada manusia. Tapi, yuk sama-sama kita semakin mengarahkan mata dan hati kita pada Yesus seorang, mengagumi Dia lebih dari apapun juga, memuji-muji Dia dan mengakui perbuatan-Nya yang dahsyat dalam hidup kita.
July 24, 2013
2 comments:
sangat membangun kak ......
terutama pada pribadi jack .
:O
Sori br smpt bales komenmu, Jack. All glory to GOD! :D
Post a Comment