Hari- hari ini aku sedang drop, merasa dikecewakan, disakiti, dan tidak berharga. Kenapa aku merasa seperti itu? Karena aku berusaha melakukan semua hal terbaik yang mampu aku lakukan, untuk mendukung ketua baru di organisasi yang aku tekuni, namun dengan sombongnya dia memperlakukanku dengan tidak sepatutnya, setelah memeras tenagaku. Juga merasa putus asa dan njedog tentang magang, sampai saat ini aku belum tahu aku harus magang di perusahaan mana.
Kemarin sore sempat “agak bangkit” setelah baca “Facing Your Giants” (Max Lucado) tentang Musim-musim Kering [bisa dilihat di note lain]. Siang ini aku baca buku “The Princess Within” (Serita Ann Jakes), dan aku mulai menyadari bahwa tidak seharusnya aku merasa seperti ini. Aku baru membaca “The Princess Within” sampai bab 2, kata- kata yang meloncat di hatiku adalah “setiap wanita dilahirkan untuk menjadi seorang putri raja” [halaman 21]. Paradigmaku mulai dibukakan bahwa aku diciptakan berharga di mata-Nya, di mata Bapaku di Sorga! Tidak seharusnay perlakuan manusia menjatuhkan harga diriku.
Setelah selesai membaca bab kedua, aku memutuskan untuk berlutut di tepi ranjangku, duduk berdiam diri dalam hadirat Bapa yang mengasihiku. Aku tahu bahwa saat ini aku hanya membutuhkan perkataan-Nya, karena hanya Dia yang patut kupercaya. Aku terdiam cukup lama, tak mampu berkata- kata. Akhirnya aku memberanikan diriku berkata dengan lembut dan penuh tangis, “Bapa, aku membutuhkan-Mu. Aku butuh pengampunan-Mu atas setiap hal yang aku lakukan, setiap kebodohanku karena mempercayai perkataan musuh bahwa aku tidak berharga. Tolong layakkan aku untuk sekali lagi mengetahui pendapat-Mu tentangku”.
Dia datang dalam kasih-Nya, sekali lagi memelukku dengan hangat dan berkata “Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan mengenai kamu. Di mata-Ku kamu berharga, kamu mulia, aku memilihmu untuk melayani-Ku. Aku mengaruniakan talenta dan kasih karunia-Ku kepadamu. Aku memperlengkapimu untuk melakukan perkara- perkara yang besar.” Aku menangis ketika mendengar bisikan-Nya itu. Oh Bapa, betapa bodohnya aku karena aku melupakan penilaian-Mu terhadapku dan mendengarkan perkataan- perkataan iblis. Ia melanjutkan, “Bagi-Ku kamu tetap putri kecil-Ku. Setiap saat Aku menggandengmu, Aku mau menuntunmu di tempat yag terbaik. Namun, seringkali kamu melepas tanganmu dari tangan-Ku. Kamu berusaha berjalan sendiri dan akhirnya kamu tersesat. Anak-Ku, kapanpun kamu membutuhkan-Ku, kamu dapat naik ke pangkuan-Ku dan bertanya kepada-Ku. Kamu tidak pernah terlalu besar untuk duduk di pangkuan-Ku. Kamu tidak pernah terlalu berat untuk Kugendong. Sampai kapanpun, kamu tetap putri kecil-Ku”.
Waow, kata- kata itu menempelakku dan membangkitkanku. Ampuni aku Tuhan ,karena aku sering menjauh dari-Mu, aku sering merasa aku mampu berjalan sendiri. Aku mau menggandeng tangan-Mu, membiarkan-Mu untuk menuntun dan mengarahkanku ke tempat terbaik yang Kau tunjukkan kepadaku. Tiba- tiba aku teringat ayat di Yesaya 30: 20-21, “Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “ Inilah jalan, berjalan mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”
Kemarin sore sempat “agak bangkit” setelah baca “Facing Your Giants” (Max Lucado) tentang Musim-musim Kering [bisa dilihat di note lain]. Siang ini aku baca buku “The Princess Within” (Serita Ann Jakes), dan aku mulai menyadari bahwa tidak seharusnya aku merasa seperti ini. Aku baru membaca “The Princess Within” sampai bab 2, kata- kata yang meloncat di hatiku adalah “setiap wanita dilahirkan untuk menjadi seorang putri raja” [halaman 21]. Paradigmaku mulai dibukakan bahwa aku diciptakan berharga di mata-Nya, di mata Bapaku di Sorga! Tidak seharusnay perlakuan manusia menjatuhkan harga diriku.
Setelah selesai membaca bab kedua, aku memutuskan untuk berlutut di tepi ranjangku, duduk berdiam diri dalam hadirat Bapa yang mengasihiku. Aku tahu bahwa saat ini aku hanya membutuhkan perkataan-Nya, karena hanya Dia yang patut kupercaya. Aku terdiam cukup lama, tak mampu berkata- kata. Akhirnya aku memberanikan diriku berkata dengan lembut dan penuh tangis, “Bapa, aku membutuhkan-Mu. Aku butuh pengampunan-Mu atas setiap hal yang aku lakukan, setiap kebodohanku karena mempercayai perkataan musuh bahwa aku tidak berharga. Tolong layakkan aku untuk sekali lagi mengetahui pendapat-Mu tentangku”.
Dia datang dalam kasih-Nya, sekali lagi memelukku dengan hangat dan berkata “Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan mengenai kamu. Di mata-Ku kamu berharga, kamu mulia, aku memilihmu untuk melayani-Ku. Aku mengaruniakan talenta dan kasih karunia-Ku kepadamu. Aku memperlengkapimu untuk melakukan perkara- perkara yang besar.” Aku menangis ketika mendengar bisikan-Nya itu. Oh Bapa, betapa bodohnya aku karena aku melupakan penilaian-Mu terhadapku dan mendengarkan perkataan- perkataan iblis. Ia melanjutkan, “Bagi-Ku kamu tetap putri kecil-Ku. Setiap saat Aku menggandengmu, Aku mau menuntunmu di tempat yag terbaik. Namun, seringkali kamu melepas tanganmu dari tangan-Ku. Kamu berusaha berjalan sendiri dan akhirnya kamu tersesat. Anak-Ku, kapanpun kamu membutuhkan-Ku, kamu dapat naik ke pangkuan-Ku dan bertanya kepada-Ku. Kamu tidak pernah terlalu besar untuk duduk di pangkuan-Ku. Kamu tidak pernah terlalu berat untuk Kugendong. Sampai kapanpun, kamu tetap putri kecil-Ku”.
Waow, kata- kata itu menempelakku dan membangkitkanku. Ampuni aku Tuhan ,karena aku sering menjauh dari-Mu, aku sering merasa aku mampu berjalan sendiri. Aku mau menggandeng tangan-Mu, membiarkan-Mu untuk menuntun dan mengarahkanku ke tempat terbaik yang Kau tunjukkan kepadaku. Tiba- tiba aku teringat ayat di Yesaya 30: 20-21, “Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “ Inilah jalan, berjalan mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”
Aku mulai mendapat kelegaan dan damai sejahtera. Aku tidak lagi takut tentang masalah magangku. Aku percaya bahwa Ia akan membuka jalan bagiku, memberikan tempat yang terbaik untuk aku tuju. Aku teringat akan satu ayat lagi di Mazmur 36:8, “Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak- anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.”
Aku menulis note ini untuk memberi semangat kepada setiap putra dan putri Allah, yaitu kamu yang membaca note ini. Bukanlah sebuah kebetulan apabila kamu membaca note ini. Ada satu pesan berharga yang perlu kamu tahu: Apapun yang terjadi dalam hidupmu, kamu tetaplah putra/ putri Tuhan. Seperti seorang ayah yang ingin selalu menggandeng anaknya dan memberikan yang terbaik, demikian juga Bapa ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Jangan pernah melepas gandengan tangan-Nya, jangan pernah lepaskan matamu dari-Nya. Semakin sulit jalan yang harus kamu lalui, semakin eratlah memegang tangan-Nya.
Hanya Kau, hanya Kau,
hanya Kau yang kucinta
Hanya Kau, Tuhan Raja
Kuingin menyembah-Mu slalu.
Kau, hanya Kau yang kusembah.
Suci, suci
Layak, Engkau layak.
Sungguh kucinta Kau.
God bless you, all ^^
July, 3rd 2011
3.10 pm
No comments:
Post a Comment