August 28, 2011

A DEEPER LEVEL (ISRAEL HOUGHTON)

PRAKATA OLEH JOEL OSTEEN

1. Harta karun yang paling berharga dalam hidup ditemukan dengan menggalinya dalam-dalam. Tahukah Anda bahwa ada harta karun di dalam hati Anda? Mazmur 42:8 memberitahukan bahwa "samudera raya berpanggil-panggilan". Saya percaya ayat ini sedang berbicara tentang kedalaman hati Tuhan yang memanggil kedalaman hati Anda. Orang bijaksanalah yang menggunakan waktu untuk mencari harta karun Tuhan di dalam hatinya.

2. Memang menarik bahwa dalam Kerajaan Tuhan, kunci untuk merasakan hadirat Tuhan, damai sejahtera-Nya, dan kemuliaan-Nya yang semakin besar tidak ditemukan dalam melakukan lebih banyak hal tetapi dalam mengurangi kegiatan. Merasakan hadirat Tuhan yang semakin besar dalam kehidupan Anda ditemukan dengan menyingkirkan gangguan sehari-hari serta membuka pikiran dan hati Anda terhadap kuasa Roh Kudus-Nya. Dengan mengizinkan Tuhan untuk berkarya secara mendalam dalam hati Anda, Anda akan mengalami perubahan hidup yang mendalam.


PENDAHULUAN: SESUATU YANG BARU

Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5:4)

1. Kadang-kadang Anda merasakan bahwa sesuatu yang besar akan terjadi. Anda tidak dapat merancangkannya. Anda tidak dapat memaksakannya. Pada akhirnya, itu memang bukan karena Anda. Anda duduk saja dalam perahu sambil melakukan apa yang telah biasa Anda lakukan sebelum akhirnya Yesus menoleh dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Dan sesuatu dalam diri Anda berkata bahwa sejarah akan segera tercipta.

Semakin dalam saya berusaha, semakin jauh perjalanan saya ke dalam hadirat Tuhan, semakin jelas semua jadinya. Saya tidak ingin menyuruh tubuh Kristus untuk menuju ke tahap yang lebih dalam kecuali saya sendiri bersedia pergi ke sana.

2. Jalan setapak yang sedang kami telusuri akan lebih dari sekedar percobaan disiplin rohani atau pendalaman Alkitab. Istilah yang kami pakai adalah "hidup kudus", didefinisikan sebagai "membuat atau menyatakan hidup suci; mengabdi dengan cara yang tidak dapat diubah pada penyembahan kepada Tuhan... mengabdi pada suatu maksud dengan kesungguhan atau dedikasi yang mendalam".

"Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu" (Imamat 20:7).

3. Ada kuasa yang besar dan manfaat rohani dalam berpuasa. Puasa dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Anda pada hal yang bersifat jasmani sementara puasa tersebut menguatkan keinginan dan kepekaan rohani Anda.

4. Memusatkan perhatian pada tiga bidang kehidupan:

Media

Puasa media. Apakah yang akan terjadi jika waktu yang kami pakai untuk kegiatan ini dipakai untuk membaca Firman Tuhan, berdoa, atau bersekutu dengan orang-orang?

Diet

Tidak mengkonsumsi gula, makanan yang digoreng, dan soda. Apakah yang akan terjadi jika dengan hidup lebih sehat kami lebih mampu memasuki hadirat Tuhan, meluangkan waktu untuk saat teduh, dan memusatkan perhatian pada hal-hal yang berasal dari roh bukan nafsu kedagingan?

Waktu

Apakah yang akan terjadi jika kami dapat mengevaluasi dan memprioritaskan kembali cara kami menggunakan waktu supaya kami mempunyai lebih banyak kesempatan untuk membaca Firman Tuhan, berdoa, dan bersaat teduh?

5. Buku ini adalah tentang memandang kehidupan Anda dan memutuskan untuk sementara waktu menguduskannya untuk Tuhan. Buku ini adalah tentang menyatakan kehidupan Anda kudus dan mengabdikan diri Anda sendiri untuk menyembah Tuhan dengan cara yang tidak dapat ditarik kembali. Tetapi jika Anda melakukan itu, Anda dibawa ke tempat yang baru. Itu akan memaksa Anda untuk mengubah kehidupan Anda paling tidak selama satu musim. 

"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24).


SATU: KENYATAAN YANG BARU
"Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" (Mazmur 37:4)
1. Saya menemukan bahwa dengan berdiam diri dan menyangkal keinginan kita, Tuhan akan menaruh keinginan-Nya dalam hati kita yaitu maksud-Nya, hal-hal yang dipedulikan-Nya, hal-hal yang mendalam dari-Nya. Saat itulah, sementara Anda sedang mencari-cari udara segar, Anda tiba-tiba menyadari sedang berpikir, bertutur kata, dan menginginkan hal-hal yang berbeda dari sebelumnya. Inilah yang saya sebut menanam modal di dalam kenyataan yang baru.
2. Bergembira karena Tuhan menuntun kita untuk berdiam diri cukup lama supaya membuang segala bagian yang tidak diperlukan dari visi, rencana, dan keinginan kita, kemudian menggantikannya dengan perbaikan yang Ia siapkan untuk kita. Sayangnya kita menghabiskan lebih banyak energi, sumber daya, dan waktu berharga kita untuk menghindari proses pembuangan dan pemasangan perbaikan ini.
"Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup" (Yehezkiel 47:8-9).
3. Bayangkanlah Tuhan sebagai sebatang sungai yang besar. Satu-satunya cara untuk sepenuhnya bergembira karena Tuhan adalah menyelam dengan kepala kita lebih dahulu dan sepenuhnya tenggelam di dalam-Nya. Sesuatu pasti terjadi jika kita menyelam tanpa memikirkan akibatnya. Itu sama seperti proses pembedahan yang di dalamnya Tuhan menanamkan keinginan-Nya ke dalam hati kita sehingga kita dapat muncul ke permukaan sambil mengatakan dan mempercayai segala sesuatu yang belum pernah kita bayangkan. Kita mulai melihat segala hal secara berbeda dan menjalani apa yang baru.
4. Sesungguhnya, kita seharusnya tidak takut pada tindakan Tuhan mengekang gaya kita, yang seharusnya kita khawatirkan adalah tindakan kita yang akan mengekang-Nya! Iman, penyembahan, kehidupan doa, dan harapan kita dimasukkan ke dalam kotak. Tuhan telah begitu banyak memberkati kita dari dalam kotak itu, bayangkanlah apa yang akan dilakukan-Nya bila kita mengeluarkan-Nya.
Banyak orang mengatakan bahwa untuk menanamkan kebiasaan yang baru dibutuhkan pengulangan. Itu juga membutuhkan sikap mental. Anda harus berinvestasi dalam kenyataan yang baru dimana apa yang sebelumnya Anda pedulikan sekarang tidak sepenting itu lagi.
5. Ketika bangun pagi, apakah pertama-tama Anda akan berlutut? Apakah Anda akan membaca Alkitab di pagi hari? Untuk memulai kebiasaan yang baru, Anda harus berinvestasi dalam kenyataan yang baru. Namun, bila Anda memulai kebiasaan ini dan berinvestasi dalam kenyataan yang baru, prioritas Anda akan mulai berubah dan kebiasaan yang baru ini akan terbangun dalam kehidupan Anda. 


DUA: RINTANGAN TERHADAP UPAYA UNTUK BERJALAN LEBIH DALAM
"Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibrani 12:1)
1. Apakah Anda memperhatikan setiap kali Anda memutuskan untuk berjalan lebih dalam lagi secara rohani, Anda akan menemui rintangan, baik berupa serangan rohani langsung maupun hasil dari kelemahan Anda--secara fisik seperti keinginan, hawa nafsu, dan selera jasmaniah? Ada satu rintangan yang lebih berbahaya dan kejam, karena lebih jauh dalam hati dan bersifat rohani. Salah satu rintangan terbesar saya adalah memastikannya sampai tuntas.
"Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:4-5).
2. Salah satu masalah terbesar yang dapat disembunyikan hati kita adalah masalah sikap. Dalam penyembahan, masalah ini sangat besar. Para musisi sering mundur sehingga mengandalkan bakat dan kepiawaian. Semakin baik seorang pemusik bermain atau menyanyi, semakin sering orang mengira bahwa pemusik tersebut memang sedang menyembah. Padahal, ia hanya sedang memainkan not.
3. Mungkin tidak pernah sepenting sekarang bagi kita untuk merencanakan upaya mengikutsertakan puasa dalam kehidupan rohani kita. Bukan hanya dari makanan, melainkan juga dari media, teknologi, dan keriuhan. Memang sangat penting untuk menyediakan waktu berdiam diri, menyepi, dan merenung. Jika kita tidak melakukannya, itu tidak akan datang dengan sendirinya.
4. Jika Anda jujur pada diri sendiri, bagaimanakah keadaan Anda sejauh ini? Bagaimanakah dengan beberapa perubahan yang Anda ingin buat dalam kehidupan Anda? Jangan menyerah. Bahkan jika Anda sudah mengacaukan semuanya, jangan menyerah. Ini bukan tentang kesempurnaan atau membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Ini adalah tentang Anda yang berjalan lebih dalam lagi bersama Tuhan. Tuhan sedang memanggil Anda untuk maju. Buatlah keputusan untuk menjawab panggilan itu.
5. Keindahan dari seluruh proses ini adalah bahwa Tuhan telah memanggil kita untuk berbagi sesuatu yang akrab dan mengubahkan kehidupan. Keputusan yang Anda buat hari ini untuk mengatur kehidupan Anda secara seimbang akan menolong membentuk dan meningkatkan generasi berikutnya yang Tuhan suruh untuk kita pimpin. 


TIGA: TEMPAT YANG GELAP
"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Yesaya 41:10).
1. Ada konsep yang luar biasa: bagaimanakah iman dan ketakutan tinggal dalam rumah yang sama? Bagaimanapun kelihatannya dunia ini, apapun bagian saya dalam dunia ini, saya ada disini untuk membantu memberikan dampak yang mendalam kepada dunia. Dengan mengetahui penyingkapan itu, ketakutan lari, segala sesuatu berubah, dan sikap saya berubah.
Kita perlu menjalani puasa, suatu tindakan untuk mengatur ulang prioritas kehidupan kita supaya dapat mengurangi gangguan. 
2. Pernahkah ada tamu yang berkunjung ke rumah Anda yang masih berantakan? Apakah yang Anda lakukan? Anda menjejalkan semuanya ke dalam lemari, bukan? Seperti itulah tempat-tempat gelap dalam hati kita, bukan? Kita terus menjejalkan semua keraguan, ketakutan, dan rasa bersalah di tempat tersembunyi; menumpuknya dalam lemari, dan kita begitu saja melanjutkan semua kesibukan kita. Tetapi bila kita berdiam diri, membatasi gangguan, dan mengundang Tuhan masuk ke dalam kehidupan kita, akhirnya Ia akan berjalan sambil lalu menuju "lemari" dan bertanya "Apakah yang ada di dalam?"
Sekarang Anda terpaksa, sama seperti Yakub, bergulat dengan Tuhan yang ingin membersihkan hati Anda (lihat Kejadian 32:24-30). Kita dapat menyadari bahwa Ia tidak sedang berusaha menghukum kita. Bersama-Nya kita benar-benar dapat melewati pergumulan dan bertahan hidup. 
3. Tempat gelap lain, khususnya untuk orang-orang yang melayani Tuhan di muka umum, di atas panggung yang sangat besar adalah keakuan kami. Kami harus menjadi lensa, bukan cermin. Itu berarti kami harus dilihat tembus, bukan dilihat.
4. Tuhan sesekali menghadirkan orang seperti saudari pengampelas itu ke dalam kehidupan Anda untuk mengatakan apa yang tidak ingin Anda dengar tetapi yang sepenuhnya perlu Anda dengar. Maksud dari ampelas adalah menghaluskan permukaan yang kasar. Masalahnya adalah Anda tidak akan menjadi halus tanpa gesekan. 
Anda harus memahami bahwa Tuhan sedang mencoba menempatkan Anda di suatu tempat dimana Ia tahu bahwa Ia dapat mempercayai Anda.
Kamu tahu, Aku (Tuhan) lebih menikmati waktu-Ku bersamamu saat kamu tidak mengetahui apapun. Aku menikmati waktu-Ku bersamamu saat kamu sepenuhnya mengandalkan Aku untuk melakukannya. Kembalilah (kepada kasih yang semula). 
5. Beberapa dari kita yang belum lagi mendengar suara Tuhan untuk waktu yang sangat lama. Ada penulis lagu yang tidak ingat kapan terakhir mereka menulis lagu. Ada inspirasi dan kreativitas baru yang tersedia. Tuhan ingin memberitahukan Anda, "Inilah apa yang Kulihat. Marilah kita lakukan ini bersama". Jika Anda mau kembali kepada kasih Anda yang semula.


EMPAT: KARAKTER VS PENGURAPAN
"Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya" (Yesaya 49:1-2)
1. Anda tahu bahwa pengurapan tidak dapat dibatalkan karena itu adalah milik Anda seumur hidup. Pengurapan itu adalah karunia yang Tuhan berikan kepada Anda. Sebagai balasannya, kita menunjukkan karakter yang baik. Dengan karunia yang luar biasa, datang tanggung jawab yang luar biasa.
2. Sangat penting untuk membuat gagang kayu anak panah halus dan lurus supaya dapat meluncur dengan lurus dan mengenai sasaran yang diinginkan. Anak panah dengan gagang kayu yang bengkok, setajam apapun matanya, tidak berguna bagi si pemanah. Pembuat Panah Agung ingin menggosokkan pasir pada bidang-bidang kasar kehidupan kita.
3. Saat Tuhan mengeluarkan anak panah dari tabung panah-Nya, saya ingin menjadi "anak panah yang terpilih". Banyak dari kita yang menghabiskan banyak waktu dengan hanya meruncingkan talenta dan karunia daripada meluruskan gagang anak panah itu. Mengapa? Karena karakter tidak laku keras. Jika Anda meruncingkan mata anak panahnya, Anda memang akan menggapai sesuatu ketika diluncurkan. Tetapi jika gagang anak panah itu bengkok, Anda akan menimbulkan kerusakan pada Kerajaan Tuhan.
4. Setiap orang sedang mencari jalan pintas untuk meraih keberhasilan besar, kecuali umat Tuhan. Umat Kerajaan Surga perlu mengatakan, "Tuhan, apakah yang harus kulakukan untuk membangun ketekunan dalam garis keturunan, warisan, dan anak-anakku? Biarkanlah aku melakukannya!
Dapatkah Anda mengatakan, "Karakterku sesuai dengan urapanku?"
5. Saya telah mengatakan, "Tuhan, teruslah mengampelas, teruslah mengajarku, usiklah aku". Saya melakukan ini karena saya menginginkan daya tahan. Saya tidak ingin berjalan hanya sampai ke bagian belakang auditorium, saya ingin berjalan sampai ke ujung-ujung bumi.


BAB 5: MENYEMBAH LEBIH DALAM LAGI
"Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya" (Mazmur 96:11-13)
1. Kita diciptakan untuk menyembah. Karena itu adalah bagian yang mendasar dari keberadaan kita, kita semua menyembah. Menyembah sama pentingnya bagi kita dengan bernapas, makan, dan minum.
Saya menyukai tentang datang ke dalam hadirat Tuhan dan bermain musik untuk-Nya saja.
2. Saat Tuhan melihat penyembahan Anda dan menyukai sesuatu dalam diri Anda dan ketulusan hati Anda, Ia berkata, "Datanglah kesini dan duduklah di sebelah-Ku". Tiba-tiba itulah saatnya kehidupan berubah untuk semua. Tidak seorangpun menyuruh Daud untuk pergi menggembala, memainkan kecapi dan menyanyi di depan domba-dombanya saat ia menjaga mereka. Tetapi ia melakukannya karena itulah pekerjaan yang diciptakan untuknya.
3. Bagian dari menjadi dewasa sebagai orang-orang percaya adalah setia kepada Tuhan bahkan saat tampaknya Ia berdiam diri atau kita merasa bahwa Ia jauh dari kita. Kita harus menyembah Tuhan dari hari ke hari, bukan pada waktu senang. 
Penyembahan adalah gaya hidup. 
4. Untuk dapat benar-benar berjalan lebih dalam kita harus menjadi penyembah-penyembah Tuhan. Untuk dapat benar-benar menjadi penyembah-Nya, kita harus mengeluarkan pikiran kita dari kebaktian Minggu pagi. Kita harus memandang kehidupan kita dalam keseluruhan--bukan hanya saat-saat yang kita habiskan dalam ruang kebaktian. Anda diciptakan untuk membuat pujian kepada Tuhan yang mulia. Segala sesuatu yang Anda lakukan mengembalikan pujian itu kepada Tuhan.
5. Penyembahan adalah kesiapan, tidak selalu karena kewajiban, tetapi karena itu adalah pelayanan dan rasa syukur saya yang masuk akal kepada Tuhan atas kenyataan bahwa saya sedang berdiri, saya memiliki semua anggota tubuh saya, saya mempunyai hidup. Dan pada saat itulah, dengan hati yang penuh rasa syukur, penyembahan terjadi. Kita berhenti meremehkan karunia hidup dan keluarga, serta segala berkat yang Tuhan berikan kepada kita.


BAB 6: HADIRAT TUHAN YANG MENETAP
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik" (Mazmur 34:9-11).
"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya" (Mazmur 34:18-19)
1. Marilah kita menyibukkan diri kita sendiri sepenuhnya untuk mengenal Tuhan. Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita akan rindu untuk mengenal-Nya. Karena kasih bertambah seiring dengan pengenalan, semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita akan mengasihi-Nya. Kita akan belajar mengasihi-Nya sama baiknya pada saat susah maupun saat senang.
2. Saya telah menemukan banyak orang yang pandangannya tentang Tuhan disesatkan oleh orang-orang di masa lalu mereka. Itu mungkin saja orang tua atau sosok otoritas yang menyalahgunakan tanggung jawabnya. Apapun itu, sering pandangan kita tentang Bapa Surgawi menyimpang, seperti cermin yang menekankan beberapa bagian, dan mengurangi penekanan bagian lain, sehingga menyebabkan kita memiliki pandangan yang keliru dan disfungsi tentang gambaran Tuhan.
3. Tidak ada yang dapat saya lakukan untuk membuat Tuhan menerima saya. Saya menyadari bahwa di dalam Yesus, saya adalah kebenaran Tuhan. Dan karena itu, saya diterima. Kita tidak perlu melakukan apapun untuk menjadi sempurna, tetapi sebaliknya kita sempurna karena kita dikasihi. Kita tidak perlu melakukan apapun untuk menjadi benar, tetapi sebaliknya kita berlaku benar karena kita dibenarkan.
4. Renungkanlah berapa banyak waktu dan kesempatan yang terbuang karena ketidaklengkapan atau hanya kesalahan pandangan kita tentang Tuhan. Tetapi Tuhan dapat memakai pengalaman negatif dari masa lalu kita untuk kebaikan kita di masa sekarang. 
Aku mengizinkanmu melalui semua ini bukan untuk menyakitimu, melainkan untuk membentukmu, supaya engkau mengenal penderitaan yang dirasakan banyak orang. 
5. Saat Anda sampai ke tempat untuk tinggal dalam hadirat Tuhan yang menenangkan dan membangkitkan semangat setiap hari, itu akan membangun keyakinan dan iman Anda di dalam identitas yang telah diciptakannya untuk Anda.
6. Hal yang penting adalah kami dipanggil untuk mengenal-Nya lebih dalam bukan hanya mendapat pemahaman tentang kuasa yang kami miliki, tetapi kami juga tahu dan percaya bahwa kami mempunyai kemampuan untuk mengubah hidup kami, memberi dampak pada semua bangsa, dan mempengaruhi generasi muda. Bayangkan, jika kita mempunyai kuasa seperti itu, maka tidak ada sebuah gunungpun yang tidak dapat kita pindahkan! 
7. Itu menginspirasi saya untuk terus meningkatkan doa, renungan, dan gaya hidup penyembahan saya; makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur; serta meluangkan lebih banyak waktu untuk menghibur Sang Raja dari pada diri saya sendiri. Jadi, saya mengajukan kepada Anda sebuah pertanyaan yang sama yang pernah diajukan kepada saya:
Apakah mungkin untuk terus menerus tinggal dalam hadirat Tuhan? 
Marilah kita terus mencobanya.


BAB 7: PENYEMBAHAN DAN KEADILAN
"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir" (Amos 5:21-24)
1. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). Karena itu, jika hati Tuhan adalah untuk orang banyak, hati saya seharusnya juga untuk orang banyak. Maka pertanyaannya menjadi, apakah yang dapat kulakukan untuk benar-benar berinvestasi dalam kehidupan orang banyak dan memunculkan apa yang Tuhan lihat untuk mereka?

"Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Matius 25:35-40).
2. Puasa dan doa memang membawa kita lebih dalam lagi. Akhirnya, kita mendekati denyut jantung itu dan mampu mendengar dari Tuhan dan mengetahui apa yang penting bagi-Nya. Tuhan adalah penguasa alam semesta. Kadang-kadang Tuhan akan mengatakan sesuatu kepada gereja tetapi gereja tidak mau mendengarkan. Tuhan tidak peduli siapa pun itu, Ia dapat memakai apapun yang dapat dipakai-Nya supaya maksud-maksud-Nya dapat tercapai di bumi.
Berjalan lebih dalam lagi adalah tentang membuat perubahan dalam kehidupan orang-orang, untuk menyentuh kehidupan mereka dengan kasih Tuhan. 
3. Mengapa kita diberkati? Alasannya adalah supaya kita menjadi berkat. Mungkin yang memerlukan penjelasan bukanlah berkatnya, melainkan untuk siapa berkat itu ditujukan. Kepada siapakah Anda menjadi berkat? Ada maksud yang lebih besar lagi. Tuhan berfirman, "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku" (Kejadian 22:18). Sumber daya yang dikaruniakan kepada kita harus digunakan disini. Kita diberkati untuk menjadi berkat--bagi semua bangsa.
4. Mungkin alasan Tuhan membutuhkan Anda untuk menjadi orang kaya adalah untuk menemukan bahwa dimana ada keputusasaan yang sejati, penderitaan yang sejati, kekurangan yang sejati, dan kebutuhan yang sejati--dan memenuhinya. Titik.
Lebih banyak orang yang memasuki gaya hidup penyembahan dimana mereka diberkati untuk menjadi berkat. Dan saya mulai menyadari bahwa disitulah Tuhan hadir. Itulah yang disebut dengan terus menerus tinggal dalam hadirat Tuhan. 
5. Penyembahan adalah saluran yang menggugah pujian dan perilaku kita kepada Tuhan. Dalam melakukannya kita menjadi orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa syukur. Sikap itulah yang menuntun kita keluar dari gereja, melihat orang-orang yang menderita dan membutuhkan bantuan sekitar kita dan di seluruh dunia. Semuanya adalah masalah rasa syukur kepada Tuhan.


BAB 8: MENGATAKAN "YA" KEPADA TUHAN
Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya". Jawab mereka: "Kamilah saksi!" Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel". Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan" (Yosua 24:22-24).
1. Panggilan Tuhan bukanlah tentang seberapa bertalentanya Anda. Itu adalah tentang perubahan positif yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Itu adalah tentang daging tumbuh atau kanker atau tumor yang terlepas dari tubuh atau hilang. Itu adalah tentang orang bebas dari narkoba. Itu adalah tentang pemulihan pernikahan. Itu adalah tentang orang-orang yang menderita datang ke kaki salib dan jatuh ke dalam pelukan Tuhan yang Maha pengasih.
2. "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18). Bersiaplah untuk melayani orang lain, mencari cara-cara memberkati orang lain, bahkan tanpa pamrih. Marilah kita bersama bergerak ke arah lebih mengasihi, supaya kita mengalami hadirat-Nya yang mendalam dan menetap. Kita akan berjalan ke tahap yang lebih dalam lagi dengan mengasihi dari tahap yang lebih dalam lagi secara pribadi. Bagaimana jika, seperti Ester, kita semua telah ditempatkan disini "untuk saat yang seperti ini" (Ester 4:14)?
3. Berjalan lebih dalam lagi berarti bahwa saya jauh lebih mempedulikan hal-hal yang berasal dari Tuhan daripada hal-hal yang berasal dari diri saya sendiri. Tiba-tiba Anda mulai mengatakan banyak hal yang sedang dikatakan Tuhan; Anda mulai memikirkan banyak hal yang sedang dipikirkan Tuhan. Baru saat itulah, sebelum Anda menyadarinya, Anda tidak usah mengesampingkan keinginan Anda lagi karena hal-hal yang berasal dari Tuhan, berasal dari hati Anda.
4. Berapa kalikah Anda berkata, "Aku seharusnya ke kebaktian penyembahan malam ini". Atau "aku harus menyanyi dalam paduan suara malam ini". Tuhan dengan jelas berkata, "Kamu harus? Dahulu kamu mengatakan 'mendapatkan kesempatan' bukan "harus".
5. Bagaimana jika kita bangun setiap pagi dan hanya mengatakan "ya" kepada Tuhan? Bagaimana jika kita mulai mengatakan "ya" terhadap semua hal yang berasal dari Tuhan, suara hati-Nya dan pengajaran-Nya, juga terhadap penderitaan dan persekutuan dalam kesengsaraan-Nya? Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, katakanlah "ya".



A DEEPER LEVEL
ISRAEL HOUGHTON 

No comments: