August 14, 2011

FACING YOUR GIANTS PART 1 (MAX LUCADO)

SATU: MENGHADAPI RAKSASA-RAKSASA ANDA

"Ketika Goliat itu bergerak maju untuk menyerang, Daud segera berlari untuk menyambutnya" (I Samuel 17:48, NLT)

1. Sejak kapan Anda tidak berlari menghadapi tantangan? Seranglah raksasa Anda dengan jiwa yang dipenuhi Allah. Sejak kapan Anda mengisi umban dan membidik raksasa Anda?

2. Pada saat-saat terbaik Daud, tak ada yang melebihinya. Pada saat-saat terburuknya, adakah orang yang lebih buruk darinya? Hati yang dikasihi Allah adalah hati yang tidak mulus.

3. Para raksasa. Kita harus menghadapi mereka. Namun kita tidak perlu menghadapi mereka sendiri. Pusatkanlah perhatian terutama, dan terlebih kepada Allah. Pada saat Daud melakukannya, raksasa itu jatuh. Tetapi pada hari-hari ketika ia tidak melakukannya, ia jatuh.

4. Daud lebih banyak memusatkan pikirannya kepada Allah, sembilan kali dibanding dua kali pada komentar tentang Goliat. Apakah Anda dapat empat kali lebih banyak menggambarkan kekuatan Allah daripada tuntutan-tuntutan hidup sehari-hari Anda? 

Fokus pada raksasa--Anda tersandung

Fokus pada Allah--raksasa Anda terjungkal


DUA: TELEPON YANG TIDAK BERDERING

1. Kita lelah dengan sistem masyarakat yang menilai segala sesuatu berdasarkan penampilan. Siapa yang peduli pada yang mereka pikirkan? Yang penting ialah apa yang dipikirkan oleh Pencipta Anda. "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (I Samuel 16:7).

2. Allah melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain: hati yang mencari Allah. Daud, dengan segala kelemahannya, mencari Allah seperti burung kutilang mencari matahari terbit. Ia menyerupai hati Allah, sebab ia berada di hati Allah. Pada akhirnya, hanya itulah yang Allah inginkan atau perlukan...sampai kini.

Apabila Dia menemukan hati yang tertuju kepada-Nya, Dia memanggil dan menjadikannya milik-Nya. 

3. Kisah Daud menyakinkan kita akan hal ini: Bapamu mengenal hatimu, dan karena Dia mengenal, Dia menyediakan tempat hanya untukmu. 


TIGA: SAUL-SAUL YANG PEMBERANG

1. Saya tidak dapat mengatakan bagaimana Dia akan memperlakukan Saul Anda. Namun, Dia akan mengirimkan seorang Yonatan kepada Anda. Allah melawan kekejaman Saul dengan kesetiaan Yonatan. Tangan Sang Juru Tenun telah memadukan hati Yonatan dan hati Daud serta menjahit kelim di antara mereka.

2. Yonatan memberikan janji, jubah, dan perlindungan kepada Daud. "Ada sahabat yang lebih karib daripada saudara" (Amsal 18:24). Daud mendapatkan teman seperti itu di dalam diri putra Saul. Tuhan juga memberikan sahabat seperti itu kepada Anda. Anda dapat menemukan teman dalam diri Raja Israel, Yesus Kristus.

3. Dia membuat perjanjian dengan Anda: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman" (Matius 28:20). Dia menawarkan kepada Anda "pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu" (Wahyu 3:18). Dia memperlengkapi Anda, Anda diundang untuk mengenakan "seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis" (Efesus 6:11).

4. Apabila Anda terlalu lama berkubang di dalam bau busuk kesusahan Anda, maka Anda akan berbau seperti racun yang Anda benci. Mana pilihan yang lebih baik? Lebih banyak melewatkan wakru bersama Yonatan Anda. Kurangi kesedihan Anda karena Saul; sembahlah Kristus lebih banyak.

5. Berjalanlah setiap hari dengan bebas menyusuri serambi rahmat Allah. Catatlah kebaikan-Nya. Semuanya, dari meredupnya kehidupan sampai kematian--pandanglah apa yang Anda miliki. Saul mengambil banyak hal dari Anda, tetapi Kristus memberi Anda lebih banyak lagi! Biarkan Yesus menjadi sahabat yang Anda butuhkan. Berbicaralah kepada-Nya. Jangan ada detail yang tertinggal. Singkapkan kekhawatiran Anda dan katakan ketakutan Anda.


EMPAT: HARI-HARI PUTUS ASA

1. Daud kehilangan fokus kepada Allah. Akibatnya, rasa putus asa masuk. Kemanakah orang yang putus asa dapat pergi? Mereka dapat pergi ke tempat suci Allah. Gereja Allah. Mereka dapat mencari Ahimelekh, seorang pemimpin gereja dengan hati bagi orang-orang yang putus asa.

2. "Sebuah tempat suci ialah... tempat bagi saya, seperti Daud, memperoleh roti dan pedang, kekuatan untuk hari itu dan senjata untuk bertarung" (Eugene Peterson).

3. Bagi mereka yang lapar jiwanya, gereja menawarkan makanan: 

"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 8:38, 39). 

Bagi si pelarian, gereja menawarkan senjata kebenaran:

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

4. Di penghujung hari Sabat, pertanyaannya bukanlah mengenai berapa banyak peraturan dilanggar, tetapi lebih mengenai berapa banyak Daud-Daud yang putus asa diberi makan dan dilengkapi? Ahimelekh mengajarkan kepada gereja untuk lebih mengikuti makna yang tersirat dalam peraturan daripada secara harafiah. Daud mengajarkan orang-orang yang putus asa untuk mencari bantuan di antara umat Allah.

5. Dia membawa roti bagi jiwa-jiwa mereka. "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:19). Dia membawa pedang bagi mereka yang berjuang. "Terimalah Roh Kudus" (ayat 22). Roti dan pedang. Dia memberikan kedua-duanya kepada orang-orang yang putus asa. 


LIMA: MUSIM-MUSIM KERING

Padang belantara dimulai dengan putusnya hubungan. Dan dilanjutkan dengan penipuan. 

1. Saya anjurkan Anda mengizinkan Daud menjadi guru Anda. Benar, ia menjadi gila dalam beberapa ayat. Akan tetapi di Gua Adulam, ia memulihkan diri. Ia kembali memusatkan pandangannya kepada Allah dan menemukan perlindungan. 

"Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung. Dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung" (Mazmur 57:2).

2. Jadikan Allah sebagai tempat perlindungan. Bukan pekerjaan, pasangan hidup, reputasi, atau rekening pensiun Anda. Jadikan Allah sebagai tempat perlindungan Anda. Biarkan Dia, bukan Saul, mengelilingi Anda. Biarkan Dia menjadi langit-langit yang menutupi matahari, dinding yang menghentikan angin, dasar tempat Anda berdiri.

3. Berlindunglah di dalam hadirat Allah. Penghiburan di dalam umat Allah. Itulah kunci bagi Anda untuk bertahan hidup di padang belantara. Lakukanlah hal ini, dan siapa tahu, di tengah-tengah gurun Anda mungkin akan menulis mazmur-mazmur Anda yang termanis.


ENAM: PEMBERI PENDERITAAN
1. Sekali lagi, Daud tidak mencabut nyawa Saul. Sekali lagi, Daud menunjukkan pikiran yang dipenuhi oleh Allah. Siapa yang menguasai pikirannya? "Tuhan akan... Tuhan menyerahkan... orang yang diurapi Tuhan... di mata Tuhan" (26:23,24).
2. Kegagalan dalam mengampuni dapat berakhir fatal. "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati" (Ayub 5:2). Pembalasan dendam memusatkan perhatian Anda pada saat-saat paling buruk dalam hidup Anda. Membuat perhitungan akan terus menancapkan pandangan Anda pada peristiwa-peristiwa kejam di masa lampau. Inikah yang ingin Anda lihat? Apakah dengan mengulang-ulang dan menghidupkan kembali sakit hati Anda akan menjadi manusia yang lebih baik? Sama sekali tidak. Hal itu justru akan merusak Anda.
3. Musuh-musuh Anda tetap berada di dalam rencana Allah. Denyut nadi mereka merupakan buktinya: Allah belum putus asa mendidik mereka. Mereka mungkin keluar dari kehendak Allah, tetapi tidak keluar dari jangkauan-Nya. Anda menghormati Allah apabila Anda memandang mereka, bukan sebagai kegagalan-Nya, melainkan sebagai bagian dari rencana-Nya.
4. Lakukanlah hal yang sama. Berikan pengampunan, tetapi, jika perlu, ambillah jarak. Pengampunan, pada intinya, ialah memilih untuk memandang orang yang menyakiti Anda dengan mata yang berbeda.
5. Mengampuni berarti meneruskan perjalanan, tidak memikirkan pelanggaran itu lagi. Pada akhirnya, kita memberi pengampunan sebab kita telah diampuni. Kita menggali lebih dalam dan lebih dalam lagi sampai kita mendapatkan air dari pengampunan Allah. Kita, seperti Saul, sudah diberi pengampunan. Kita, seperti Daud, dapat memberikannya dengan leluasa.


TUJUH: KELAKUAN YANG BIADAB
1. Kelembutan menyelamatkan orang pada hari itu. Kelembutan Abigail membalikkan sungai kemarahan. Kerendahan hati mempunyai kuasa seperti itu. Permintaan maaf dapat menghilangkan pertikaian. Penyesalan dapat menghentikan kemurkaan. Mengulurkan perdamaian jauh lebih baik daripada mengacungkan kapak peperangan. "Perkataan yang lembut dapat menghancurkan pertentangan" (Amsal 25:15, NLT).
2. Abigail menempatkan dirinya di antara Daud dan Nabal. Yesus menempatkan diri-Nya di antara Allah dan kita. Abigail dengan sukarela menyediakan dirinya untuk dihukum bagi dosa-dosa Nabal. Yesus mengizinkan surga menghukum-Nya atas dosa-dosa Anda dan saya. Abigail menghalau amarah Daud. Bukankah Kristus melindungi Anda dari murka Allah? 
3. Apakah Anda merasa bahwa dunia Anda begitu keras dicerna? Jika demikian, lakukanlah seperti apa yang dilakukan Daud: berhentilah menatap Nabal. Alihkan pandangan Anda kepada Kristus. Pandanglah lebih banyak kepada Sang Perantara dan lebih sedikit kepada para pembuat masalah: "Jangan sampai kejahatan mengalahkan kamu; tetapi kalahkanlah kejahatan dengan berbuat baik" (Roma 12:21, The Message). Satu tahanan dapat mengubah sebuah kamp. Satu Abigail dapat menyelamatkan sebuah keluarga. Jadilah si cantik di antara para buruk rupa dan lihatlah apa yang akan terjadi.


DELAPAN: SENJATA-SENJATA YANG MELUMPUHKAN
1. Kelumpuhan: wadah perkembangan keputusan-keputusan yang salah, alat pengeram orientasi-orientasi yang keliru, mata rantai produksi tindakan-tindakan yang disesali. Cara kita menangani masa-masa sulit, akan tetap menyertai kita untuk waktu yang lama. 
2. Apakah ada jalan keluar? Tentu saja. Yaitu melakukan dengan benar, hal sebaliknya yang dilakukan oleh Daud. Daud lupa berdoa. Coba lakukan yang berbeda: cepatlah berdoa. Berhentilah berbicara kepada diri Anda sendiri. Berbicaralah kepada Kristus, yang mengundang Anda. "Apakah engkau lelah? Kehabisan tenaga? Letih terhadap agama? Datanglah kepada-Ku. Ikutlah Aku dan kau akan memulihkan kembali hidupmu. Akan Kutunjukkan kepadamu bagaimana memperoleh sandaran yang sejati" (Matius 11:28, The Message). 
Allah, yang tak pernah merasa lesu, tak pernah jemu membantu Anda pada hari-hari murung Anda.
3. Pandanglah baik-baik pantai yang menunggu Anda. Jangan terkecoh oleh kabut yang melumpuhkan. Garis akhir mungkin hanya beberapa ayunan tangan lagi. Allah mungkin, saat ini, sedang mengangkat tangan-Nya untuk memberi tanda kepada Gabriel agar meraih terompet. Malaikat-malaikat mungkin berkumpul, orang-orang suci berhimpun, setan-setan gemetar. Bertahanlah! Bertahanlah di air. Tetaplah bertanding. Tetaplah berada di dalam pertarungan. Berilah pengampunan, sekali lagi. Jadilah murah hati, sekali lagi. Didiklah satu kelas lagi, berilah semangat kepada satu jiwa lagi, berenanglah satu ayunan tangan lagi.


SEMBILAN: TITIK-TITIK NADIR
1. Gereja harus memutuskan. Apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang di Sungai Besor itu? Menegur mereka? Mempermalukan mereka? Memberikan mereka istirahat tetapi menghitung menit-menitnya? Atau, apakah kita melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Daud? Daud menyuruh mereka tinggal saja di sana.
2. Daud melakukan banyak perbuatan besar di dalam hidupnya. Ia melakukan banyak kebodohan di dalam hidupnya. Namun, barangkali perbuatannya yang paling mulia adalah perbuatan yang jarang dibicarakan ini: ia menghormati prajurit-prajurit yang kelelahan di Sungai Besor.
3. Bila Anda salah satu di antara mereka, inilah yang perlu Anda ketahui: tidak apa-apa untuk beristirahat. Yesus adalah Daud kita. Dia bertarung ketika Anda tidak dapat bertarung. Dia pergi ketika Anda tidak dapat pergi. Dia tidak marah kalau Anda duduk. Bukankah Dia mengundang, "Kemarilah sendiri; berhentilah dan beristirahatlah sejenak" (Markus 6:31, The Message)?
4. Sungai Besor mengaruniakan istirahat. Sungai Besor juga mengingatkan kita untuk tidak sombong. Daud tahu bahwa kemenangan itu adalah karunia. Marilah kita mengingatnya. Keselamatan datang seperti Orang Mesir di gurun, sebuah kejutan menyenangkan di perjalanan. Bukan karena usaha kita. Bukan karena kita patut menerimanya. Siapakah yang kuat sehingga dapat mengecam yang lelah?
5. Apakah Anda letih lesu? Tariklah napas. Kita memerlukan kekuatan Anda. Apakah Anda kuat? Tahanlah diri untuk tidak melontarkan kecaman kepada orang yang lelah. Mungkin, Anda perlu menceburkan diri juga. Dan, apabila Anda melakukannya, Sungai Besor adalah kisah indah untuk dikenal.


SEPULUH: KESEDIHAN YANG TAK TERKATAKAN
1. Anda perlu melakukan hal yang sama. Buanglah kepedihan itu dari hati Anda, dan kalau kepedihan itu kembali lagi, buanglah kembali. Keluarkan saja, banyak-banyaklah menangis.
2. Kematian mengamputasi sebuah anggota badan dari hidup Anda. Jadi, Yesus menangis. Dan, di dalam air mata-Nya kita diperbolehkan menangis. F. B. Meyer menulis:
Yesus menangis. Petrus menangis. Orang-orang Efesus yang bertobat menangis di bahu rasul yang wajahnya tak akan pernah mereka lihat lagi. Yesus berdiri di samping setiap orang yang berduka, dan berkata, "Menangislah, anak-Ku; menangislah, karena Aku pun pernah menangis".
Air mata melegakan otak yang panas, seperti hujan pada awan-awan bermuatan listrik. Air mata melepaskan kesengsaraan hari yang tak terpikulkan, seperti luapan air yang mengurangi tekanan banjir pada bendungan. Air mata adalah bahan yang dipakai surga untuk menenun pelangi yang terindah.
Kita menyelidiki masalah-masalah terdalam kehidupan di dalam gua kesedihan. Mengapa saya di sini? Kemana saya pergi?
3. Biarkan diri Anda menangis. Hadapi kesedihan Anda dengan air mata, waktu, dan--sekali lagi--hadapi kesedihan Anda dengan jujur. Paulus mendorong orang-orang Tesalonika untuk berduka, tetapi ia tidak menginginkan orang-orang kristiani "menjalani dukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan, seolah-olah kematian adalah kata terakhir" (I Tesalonika 4:13, The Message).
4. Allahlah yang mempunyai kata terakhir untuk kematian. Dan, bila Anda mendengarkan, Dia akan menceritakan kebenaran tentang orang-orang yang Anda kasihi. Mereka sudah dikeluarkan dari rumah sakit yang bernama Bumi. Anda sangat kehilangan mereka, tetapi apakah Anda dapat mengingkari kebenarannya? Mereka tidak menderita, bimbang, atau berjuang. Mereka sungguh-sungguh lebih bahagia di surga.
5. Jadi teruslah, hadapi kesedihan Anda. Berilah waktu untuk diri Anda sendiri. Izinkanlah diri Anda menangis. Allah mengerti. Dia mengenal sedihnya kubur. Dia telah menguburkan Anak-Nya sendiri. Tetapi Dia juga mengenal sukacita kebangkitan kembali. Dan, dengan kuasa-Nya, Anda pun akan mengalaminya.

No comments: