Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba
aku berpikir tentang pasangan hidup (PH) :P Ketika aku berpikir, aku menyadari
bahwa setiap wanita Allah adalah putri-putri Raja. Dan aku tahu bahwa banyak
karakter yang harus dimiliki oleh seorang putri Raja, sebelum ia siap bertemu
dengan pangerannya. Lalu saat itu, tiba-tiba Tuhan memberikan pengertian demi
pengertian kepadaku. Kira-kira inilah yang Ia nyatakan kepadaku.
Seorang putri Raja menjaga hidupnya dalam kekudusan. Setiap aturan atau batasan yang Bapanya tetapkan atas hidupnya bukan menjadi suatu beban yang menghalangi, namun menjadi pagar yang melindunginya dari setiap kejadian buruk yang tak perlu seorang putri alami. Seorang putri Raja dikenal karena kecantikannya luar dalam. Bukan hanya wajahnya yang cantik, namun karakter-karakternya sangat mencerminkan karakter Bapanya. Wajahnya mencerminkan kelemahlembutan seorang putri Raja yang mempesona. Ia tidak akan mempergunakan kecantikannya untuk bermain-main atau mencoba peruntungan dengan pria yang bukan pangerannya. Ia mengkhususkan dirinya hanya untuk sang pangeran, yaitu satu-satunya pria yang tepat untuknya, pria yang telah Bapa sediakan untuk mendampingi hidupnya.
Seorang putri Raja layak mendapatkan yang terbaik, karena ia mempersiapkan dirinya untuk menerima yang terbaik. Salomo berkata kepada pengantinnya dalam Kidung Agung, “Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai (Kid 4:12). Hal ini menunjukkan bahwa pengantinnya menjagai dirinya sedemikian rupa terhadap pria-pria lain. Kalau kita menjaga hidup kita dengan baik, tentunya kita layak untuk mendapatkan yang terbaik. Bapa tidak akan memberikan yang buruk kepada putri-Nya yang menjaga kekudusan dan hidup dengan benar. Ia akan memberikan kepadamu seorang pangeran yang akan mengasihi dan menjagamu seumur hidup.
Seorang putri Raja kelak akan menjadi seorang ratu, yang harus cakap untuk mengatur rumah tangganya. Karakter seorang istri yang baik dicatat dalam Amsal 31:10-31. Karakter-karakter itu antara lain: lebih berharga daripada permata (karena ia menjaga kekudusannya), hati suaminya percaya kepadanya (karena ia adalah seorang yang bertanggungjawab), berbuat baik kepada suaminya, senang bekerja dengan tangannya, bangun kalau masih malam lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya (rajin), membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan (bijaksana). Ia membeli ladang yang diingininya dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya (berhikmat), pada malam hari pelitanya tidak padam (tidak mengenal lelah), ia memberikan tangannya kepada yang tertindas (suka menolong), mengulurkan tangannya kepada yang miskin (murah hati). Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap (merencanakan segala sesuatu dengan baik), ia membuat pakaian dari lenan dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang (pandai bekerja). Ia membuka mulutnya denagn hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada pada lidahnya.
Orang yang masih single namun tidak menjaga kekudusannya (mencoba-coba dekat dengan pria atau tidak menjaga dirinya dalam batasan-batasan) dapat disamakan dengan orang yang berkali-kali ganti pacar. Kekudusan yang Tuhan inginkan adalah sebuah hal yang mutlak, tidak dapat ditawar atau dilanggar sedikit-sedikit. Seorang putri Raja tahu statusnya, dia tidak perlu mencari-cari perhatian lawan jenisnya dan tidak perlu berusaha mendapatkan pria dengan caranya sendiri. Seorang putri Raja tahu kalau tugasnya adalah menunggu dengan penuh kesabaran, sambil mempersiapkan dirinya menjadi yang terbaik bagi pangerannya.
Nah, setelah tahu apa yang Tuhan mau atas putri-putri-Nya, marilah kita menjagai diri kita dengan sebaik-baiknya. Sebab ada upah yang besar yang menanti kita. God bless you, girls!
No comments:
Post a Comment