May 1, 2012

TAWANAN ROH


 “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberikan kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kisah Para Rasul 20:22-24).
            
Ayat di atas merupakan perkataan yang disampaikan oleh Paulus kepada para penatua di Efesus, sebagai kata-kata perpisahan. Paulus yang kita ketahui, adalah seorang pelayan Kristus yang sangat luar biasa. Dia dipakai Tuhan dengan sangat dahsyat karena keradikalannya dan ketaatannya yang penuh kepada tuntunan Roh Kudus. Bahkan dia mengatakan bahwa dirinya adalah tawanan Roh. Apa sih yang dimaksud dengan tawanan Roh?
            
Seorang tawanan adalah seorang yang tidak memiliki hak atas dirinya sendiri. Seorang tawanan menjadi hak milik orang yang berkuasa atasnya, misalnya budak yang dimiliki oleh seorang tuan tanah. Dalam hal ini, Paulus sudah mengetahui bahwa Roh Kudus akan menuntunnya ke dalam penderitaan, namun dia tetap menundukkan dirinya kepada tuntunan Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena Paulus sudah menyerahkan dirinya sepenuhnya dalam kuasa Roh Kudus, sehingga ia mau taat dan tunduk, kemana pun Roh Kudus membawanya pergi.
            
Sebagai orang Kristen, kita perlu memiliki penundukan diri yang demikian terhadap Roh Kudus. Kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar oleh Kristus, sehingga hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, tetapi telah menjadi milik Kristus. Kristus adalah Tuan kita, dan kita adalah hamba-Nya. Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa kita adalah tawanan Roh Kudus, kita harus taat kemanapun ia mau membawa kita, kemanapun Dia ingin kita pergi. Bahkan ketika kita sudah tau bahwa Dia akan menuntun kita ke tempat atau kepada orang yang tidak kita sukai sekalipun, kita harus belajar taat dan tunduk. Itulah kunci keberhasilan kita sebagai orang Kristen, yaitu ketika kita melepaskan hak-hak kita dan mengijinkan Roh Kudus yang berkuasa penuh atas diri kita.

No comments: