May 1, 2012

INI AKU, TUHAN


29 April 2012, aku dateng ke ibadah malam. Tiba-tiba pas ibadah itu, Tuhan ngasi aku pengertian tentang suatu kejadian yang sudah lama berlalu, tapi belum aku ngerti. Sekitar bulan Oktober 2010, Tuhan bilang ke aku kalo Dia mau ambil karunia inner healing-ku. FYI, selama beberapa tahun sejak aku bertobat en dipulihkan, Tuhan pakai aku untuk melayani orang-orang yang bermasalah dengan luka batin alias kepahitan, minder, ketertolakan, dsb. Jadi, waktu-waktu itu pelayanan inner healing adalah pelayanan utamaku. Saat Tuhan bilang bahwa Dia mau ambil karunia itu, jujur aja aku bergumul. Aku mikir, kalo karunia itu diambil, aku bakal nganggur donk. Aku sadar kalo aku ini nggak punya apa-apa, karunia dari Tuhanlah yang membuat aku bisa melakukan ini dan itu.
            
Setelah bergumul en berpikir, aku menyadari kalo semua itu berasal dari Tuhan, harus dipakai untuk kemuliaan Tuhan, en harus dikembaliin ke Tuhan. Aku cuma pengelola, aku cuma orang yang dipercayai untuk memakainya. Kalo Tuhan sebagai pemilik, pengen ngambil balik, ya udah, aku nggak punya hak apa-apa untuk menahan. Singkat cerita, aku bilang oke ke Tuhan.  Pikirku, kalo Tuhan mau ambil, pasti ada tujuannya kan. Mungkin Tuhan pengen nguji hatiku, apakah aku melekat ke karuniaku ato ke Tuhan. Mungkin juga Tuhan bakal gantiin dengan karunia baru. Intinya, waktu itu aku nggak mikir terlalu banyak en ngembaliin karunia itu ke Dia.
            
Ternyata, waktu itu Dia beneran ngambil karunia inner healing dari aku. Awal-awal, aku sedih banget, udah ga bisa nolong orang yang ngalami masalah dengan luka batin. Lagipula, aku masih belum tau, Tuhan gantiin karunia apa untuk aku. Singkatnya, waktu-waktu itu aku jadi “pengangguran”. Yang aku nggak tau, ternyata di waktu-waktu “nganggur” itu, Dia mempersiapkan aku untuk bekerja di karunia yang baru. Jadi ceritanya, Januari 2011 sampe Juni 2011 aku tuh disuruh Tuhan fokus untuk ngelayani di dunia organisasi kampus (sampe aku harus keluar dari komunitas rohaniku). Nah, organsisasi kampusku itu bergerak di bidang jurnalistik aka tulis menulis. Ternyata oh ternyata, Tuhan ngasah aku untuk jadi penulis. Itulah awal lahirnya inspirasi untuk bikin blog ini 😀
            
Setelah waktu-waktu itu terlewati, aku tetep nggak ngerti maksud Tuhan. Aku masih mikir kalo aku ini “nganggur”, nggak berbuah buat Kerajaan Allah. Awalnya aku nulis blog ini cuma iseng-iseng aja en kasi link blog-ku ke beberapa temen yang deket sama aku. Aku nggak berpikir bahwa blog ini bisa mberkati banyak orang. Tapi tanpa aku tau, Dia pakai aku untuk sesuatu yang lebih besar. Minggu kemaren pas ibadah itulah, Tuhan baru singkapkan karunia baru yang Dia kasi ke aku, yaitu karunia untuk menulis ini bisa menjangkau lebih banyak orang ketimbang karunia inner healing itu. Aku baru sadar, bahwa ketika Tuhan ngambil satu hal dari hidupku, Dia gantiin dengan sesuatu yang lebih GEDE. Waktu aku melayani orang-orang dalam bidang inner healing, aku cuma bisa ngelayani person by person, satu minggu cuma bisa ngelayani maksimal 3-4 orang. Tapi melalui karunia menulis ini, banyak orang yang bisa diberkati en dilayani. Aku tau bahwa semua bukan karena aku hebat ato mampu, tapi hanya karena kasih karunia-Nya. Semua tulisan yang ada di blog ini bukan berasal dari kepandaianku ato pengalamanku untuk menulis, tapi bener-bener dari inspirasi Roh Kudus. Sering banget aku nggak tau mau nulis apa, tiba-tiba Roh Kudus nuntun jari-jariku untuk ngetik en terbitlah (lebay amat, hahahaha) sebuah tulisan. Padahal, aslinya aku tuh lemah dalam bidang tulis menulis. Pokoknya nggak bagus deh kalo disuruh nulis, boro-boro bisa mberkati 😝
            
Dari kejadian en pengertian yang Tuhan singkapkan, aku belajar satu hal. Kita nggak perlu jadi hebat ato piawai dalam sesuatu baru Dia bisa memakai kita. Justru dari kelemahan en ketidakberdayaan kitalah, kuasa-Nya menjadi sempurna dalam kita (lihat II Korintus 12:9). Justru lewat ketidakmampuan kitalah, maka kemampuan Tuhan sangat menonjol. Melalui kebodohan kitalah, kehebatan Tuhan semakin nyata. Yang terpenting adalah kita punya HATI yang mau jadi alatnya Tuhan en kita mau menyerahkan diri kita sepenuhnya sama Tuhan. Itu aja.
           
Tuhan mau pakai kita, sesuai dengan kelemahan en karakter kita masing-masing. Kaya Petrus yang blak-blakan, ngomong dulu baru mikir, spontan. Mungkin bagi dunia ini, seorang Petrus hanyalah pribadi yang emosional, yang tidak bertanggungjawab. Namun di tangan Yesus, kelemahan Petrus itu justru menjadi suatu kekuatan yang mengagumkan. Karena sifatnya yang blak-blakan en spontan itulah, Petrus berani berdiri untuk berkotbah di hari Pentakosta en 3000 jiwa diselamatkan (Kis 2:14- 41). Dia nggak mikir dulu ketika ketemu orang lumpuh di depan Gerbang Indah, dia langsung memerintahkan orang itu untuk berdiri dalam nama Yesus, en terjadi mujizat kesembuhan (Kis 3:1-10). Petrus yang sama juga menegur Ananias en Safira yang mendustai Roh Kudus lalu mereka berdua rebah ke tanah en mati seketika itu juga (Kis 5:1-11).  Kuasa Tuhan menaungi Petrus yang lemah dengan dahsyat sehingga bayang-bayang Petrus mampu menyembuhkan orang sakit (Kis 5:15). Amazing!
            
Mau bukti lagi? Coba kta cermati kehidupan Paulus. Saulus yang belum bertobat, merupakan orang yang “giat” dalam menganiaya jemaat Tuhan (Kis 8:3). Dia adalah orang yang setuju dengan pembunuhan terhadap Stefanus (Kis 8:1a). Singkat kata, dia pengen membinasakan orang-orang yang percaya sama Yesus, dengan kuasa yang dia miliki dari imam besar en ahli Taurat. Namun, perubahan yang besar terjadi terhadap Saulus yang “brutal” ini, ketika Yesus menjumpainya secara pribadi. Sejak saat itu, kebrutalannya berubah menjadi suatu keradikalan yang fantastis! Setelah bertobat, namanya berubah menjadi Paulus en hidupnya bener-bener berubah total. Dia tetep giat, namun dalam hal yang berbeda, yaitu memberitakan Injil mengenai Yesus Kristus. Kebrutalannya dulu malah berubah menjadi semangat yang pantang menyerah dalam mendidik para jemaat Tuhan. Hari ini, yang kita tau adalah sebagian besar kitab Perjanjian Baru dalam Alkitab ditulis oleh rasul Paulus, yang awalnya adalah surat-suratnya kepada jemaat Tuhan di berbagai tempat. Keren kan? Kelemahannya berubah menjadi kekuatan di tangan Tuhan.
            
So, hari ini, siapapun kita, apapun kelemahan kita, itu nggak akan ngehalangi kuasa Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Yang kita butuhkan cuma satu, yaitu TAAT. Mungkin sebagian orang belum tau karunia kalian tuh apa, di bidang apa Tuhan akan pakai kalian, en setumpuk pertanyaan lainnya. Tapi, satu hal yang aku mau bilang ke kalian, bahwa Tuhan sanggup memakai kita dalam seluruh keberadaan kita, untuk kemuliaan-Nya. Beranikah kamu memberikan dirimu untuk dipakai-Nya, bahkan tanpa karunia ato kemampuan? Yang aku tau en alami, bahwa ketaatan itu mendahului mujizat. Walopun mungkin kalian belum tau apa-apa, belum ngerti banyak hal, tetaplah berjalan dalam ketaatan. Pada waktu-Nya, Dia akan menyingkapkan banyak hal ke kalian, yang akan membuat kalian tercengang-cengang.
Be blessed!

No comments: