May 2, 2012

TANGGUNG JAWAB


Note ini akan membahas tentang gimana sih seharusnya kita bertanggung jawab atas semua yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Gimana seharusnya kita setia en bertanggungjawab, sehingga ketika suatu saat Tuhan menuntut pertanggungjawaban kita, kita siap. En kita ga cuma siap, tapi juga beroleh upah dari Dia ^^

Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lagi satu, masing- masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat” (Matius 25:14 -15).

Setiap kita pasti dikasi talenta sama Tuhan, PASTI! Berapa jumlahnya, itu berbeda-beda, tergantung kemampuan en kesanggupan kita. Yang jelas, Tuhan nggak “meluncurkan” kita ke bumi dengan tangan hampa. Coba cari tau, apa yang jadi talenta kalian, guys. Mungkin nyanyi, nge-dance, nulis, konselingin orang, nggambar, ngelukis, dsb dll. Kita harus cari tau dulu apa talenta kita, baru kita bisa pake en kembangkan semua itu.

“Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya (Matius 25:16-18).

Nah, setelah kita tau apa talenta kita, yuk kita berusaha kembangkan, kita pakai untuk kemuliaan Tuhan, kita kerjakan apa yang jadi bagian kita. Jangan jadi orang yang nganggurin talenta yah. Walopun mungkin talenta kita cuma satu, tetep harus dikerjakan donk. Kalo talenta kita nyanyi, ya latihan nyanyi trus. Walopun mungkin masih fals en cempreng (hahahaha), nggak apa-apa, dilatih trus. Kalo talentanya ngonselingi orang, ya coba belajar ngonselingi orang- orang di sekitar kita yang membutuhkan. Mulailah dengan hal- hal yang simple, yang bisa kita jangkau en kerjakan.

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba- hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:19-21). En hamba yang dapet dua talenta juga dapet hal yang sama.

Tuh kan, sang tuan ngadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Tuhan pun ntar juga begitu! Dia pengen tau, talenta yang Dia kasi ke kita tuh gimana perkembangannya, nghasilin sesuatu kagak, berbuah en tambah banyak kagak, ato jangan-jangan kita pendam dalam tanah en kita lupain. Kalo kita udah berusaha maksimal untuk ngerjakan bagian kita, tenang aja, kita pasti dapet upah. Walopun mungkin ga sedahsyat perumpaan ini, lima beroleh lima, dua beroleh dua. Seenggaknya, kita uda berusaha lakuin yang terbaik yang kita bisa ^^

Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi  menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!” (Matius 25:24-25)
     
    Tanggepan pertama gue, buseeet nih hamba, kurang aja bener yah. Udah dikasi gratis, dia nganggurin, eh masih berani bilang tuannya kejam en ngembaliin talenta itu tanpa hasil. Edan tenan. Hahahahaha. Sapa nih yang berani bilang kayak gini? Ckckckckck. Eits, pas ngebaca ayat di atas, mungkin kita mikir kayak gitu. Tapi tunggu dulu, jangan-jangan kita juga kaya gitu tuh. Jangan-jangan ada talenta kita yang juga kita biarin gitu ajah, tanpa kita kerjakan. Mungkin kita nganggep talenta itu kecil dibandingin talenta kita yang lain, sehinggak ita abaikan. Ati-ati loh, guys. Next, kita liat tanggepan tuannya yuk.

Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu(Matius 25:25-28)
       
    Wuikkk, ngeri bener jawaban dari sang tuan yah. Mungkin kita mikir, nih tuan kok jahat bener, kan dia udah dapet laba 7 talenta dari hamba yang lain to (lima plus dua talenta). Masa cuma satu talenta aja yang nggak berhasil, kok dituntut jugak?   

    Sebenernya sang tuan tuh bukan kejam, tapi dia mau bilang gini: “Apapun yang aku lakukan, itu bukan urusanmu karena aku adalah tuanmu. Lakukan aja apa yang jadi bagianmu, karena kamu adalah hamba. Tugas hamba ya cuma ngerjakan apa yang tuannya suruh kan.”

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi. Tetapi siapa tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya (Matius 25:29).
           
   Artinya kurang lebih begini: kalo kamu bisa dipercayai, ya kamu akan diberi kepercayaan lebih gede. Tapi kalo kamu dikasi sedikit aja nggak bisa dipercaya, ya kamu ga bakal dikasi hal yang lebih gede, bahkan apa yang kamu punya bakal diambil. Jadi masalahnya bukan terletak pada jumlahnya gede ato kecil, tapi pada tanggung jawab kita.

Coba bayangkan, kalo misalnya dibalik, hamba yang punya satu talenta itu ngerjakan bagiannya en dapet satu talenta lagi, apa tuannya bakal ngamuk? Nggak kan. Tapi kalo hamba yang dapet dua en lima talenta itu nggak ngerjakan bagiannya, apa tuannya marah? Pasti donk. Lebih baik orang yang dipercayakan sedikit, tapi dikerjakan, daripada orang yang dipercayakan banyak tapi nggak ngapa-ngapain. Tul nggak?

Ayat yang lain bilang gini: Barangsiapa setia dalam perkara- perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara  besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10).

Nah, makin jelas kan kalo masalahnya bukan di jumlah. Mau satu, dua, lima, bahkan sepuluh sekalipun, kalo emang kita nggak bertanggung jawab ya sama aja. Tapi sebaliknya, berapapun hasil yang kita peroleh, Tuhan nggak menargetkan. Tujuan Tuhan tuh pokoknya kita kerjakan dengan setia, dengan tanggung jawab en maksimal, udah itu aja. Bahkan Yesus, Anak Allah pun bertanggung jawab atas apa yang Bapa percayakan kepadanya loh. Coba liat yuk.

“ Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yohanes 17:12).
God bless you, guys!

April 14th , 2012
12:22 pm

No comments: