May 1, 2012

AHLI WARIS


Setiap kita yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, mengalami “kenaikan pangkat” dari hamba menjadi anak. Hamba dan anak sama-sama tinggal di dalam rumah, namun yang membedakan adalah status mereka. Seorang hamba tidak memiliki hak di dalam rumah, namun seorang anak memiliki hak penuh atas milik ayahnya. Itulah yang membedakan kita dari anak-anak dunia ini. Kita memiliki hak di hadapan Bapa kita di Sorga. Hak untuk apa saja?
            
Yang pertama dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 3:25, “Kamulah yang mewarisi nubuat- nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati”. Hak pertama adalah hak untuk menerima janji-janji Allah di dalam Firman-Nya dan berhak untuk menerima penggenapannya, bahkan lebih dari itu kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Wow! Sebuah hak yang istimewa en spektakuler. Jadi kita bukan hanya menerima janji-janji-Nya, namun kita juga menerima penggenapan demi penggenapan. Bukankah hal itu merupakan suatu hal yang sangat luar biasa? Seperti yang kita tau, Tuhan kita nggak pernah berjanji hal yang kecil. Dia selalu memberikan janji yang luar biasa, janji yang mengubahkan hidup kita. Bisa dibayangin donk kalo janji-janji-Nya itu digenapi dalam hidup kita? Pastinya hidup kita akan menjadi luar biasa pula, oleh karena itu kita juga bisa membagi berkat yang kita peroleh bagi bangsa-bangsa (orang lain).

Yang kedua en ketiga ada di Galatia 4:3-7, “Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah”.

Hak kedua yaitu menjadi anak Allah. Wuih, keren banget kan. Jadi anak orang terkenal aja kita udah bangga, apalagi jadi anak Allah J. Ketika kita menjadi anak Allah, uda seharusnya kita hidup sebagaimana Allah hidup. Kalo Allah itu kudus, uda seharusnya kita juga hidup kudus. Karena Allah adalah kasih, uda sewajarnya kita hidup dalam kasih en saling mengasihi. Dan seterusnya. Kalo kita dibilang anak Allah, tapi hidup kita nggak seperti Allah, kayaknya patut dipertanyakan yah? Oleh karena itu, kita harus belajar, semakin hari semakin seperti Dia.

Hak yang ketiga yaitu menjadi ahli waris. AHLI WARIS BO! Dahsyat banget nih. Kalo kita dikatakan ahli waris, maka berarti kita berhak atas sebuah warisan. Apa tuh warisan yang bakal kita peroleh? Semua kebaikan Bapa, semua hal terbaik yang ada di Sorga, bahkan kita beroleh hak untuk memerintah bersama Dia sebagai raja. Namun, untuk menjadi ahli waris, kita perlu waktu en proses sampai kita dinilai berhak untuk memperoleh warisan itu yah. Roma 8:14-17 njelasin lebih detail lagi nih, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”.

Nah udah jelas kan apa aja yang menjadi hak-hak kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus? Kalo kita uda tau bahwa betapa baiknya hal-hal yang Tuhan sediakan bagi kita, yuk kita sama-sama hidup semakin berkenan di hadapan-Nya.
Be blessed, guys!


           

No comments: